Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Raka & Alea


__ADS_3

Sebelum jam 11 malam acara sudah selesai, Raka dan sang Ayah memang sengaja memgatur nya agar tidak melelahkan semua orang.


Semua kerabat dan keluarga pulang ke kediaman nya masing-masing, hanya Raka dan Alea yang langsung saja menuju ke Hotel dimana sudah di pesankan langsung oleh Vini sebagai hadiah pernikahan.


Alea memejamkan sejenak mata nya, lelah? Tentu saja dia sangat lelah dengan semua rangkaian ini.


Bahagia?


Itu sudah pasti, dia merasakan sangat amat bahagia saat bersanding dengan Pria yang merupakan Cinta pertama yang sudah menjalin hubungan hampir 3 tahun ini.


"Tidurlah sejenak, karena perjalanan juga cukup jauh" ucap Raka lembut.


Alea hanya mengangguk saja, dia masih tetap memejamkan mata.


*


Hampir 1 jam perjalanan Raka lewati, Vini memang menyiapkan hadiah nya di Hotel yang cukup dekat dengan Pantai dan pemandangan yang cukup asri.


"Huh akhir nya sampai juga" gumam Raka.


Raka menoleh pada sang Istri yang masih terlelap, kemudian dia mengusap lembut pipi Alea yang cukup chabby.


'Eungh'


Lenguh Alea karena terganggu tidur nya, sedangkan Raka hanya terkekeh gemas melihat Alea.


"Sudah sampai ya, Bang?" tanya Alea.


"Sudah, ayo kita masuk dan membersihkan diri" jawab Raka lembut.


Keduanya lalu keluar dari dalam mobil, Raka menggandeng tangan sang Istri dan masuk ke dalam Hotel. Mereka langsung saja menuju ke kamar yang sudah di pesan oleh Vini.

__ADS_1


Ting.


"Nomor berapa, Bang?" tanya Alea setelah keduanya keluar dari dalam lift.


"Tuh kamar yang ada di ujung lorong ini" jawab Raka sambil menunjuk ke arah kamar yang bernomor xxx.


"Kenapa pojok sekali, seperti sengaja saja" celetuk Alea dengan terkekeh geli.


Cup.


"Mungkin memang sengaja" balas Raka dengan mengecup pucuk kepala Alea.


Alea hanya tersenyum kecil, lalu keduanya masuk setelah pintu terbuka.


'Ya Allah, ini indah sekali'


'Ibu tahu aja kalau anak nya mau suasana rileks'


Begitulah tanggapan dari Alea dan Rakak saat melihat dekorasi kamar yang sangat indah, apalagi dengan pencahayaan remang-remang.


"Ya, sayang" balas Raka santai.


Raka menjatuhkan tubuh nya di atas sofa, dia mematikan ponsel milik nya dan juga Alea.


Malam ini, Raka tak ingin ada yang menganggu aktifitas nya dalam membuat Raka atau Alea junior.


Uhh mesum sekali ya hahaha.


Hampir 30 menit Alea menyelesaikan mandi nya, dia keluar dengan handuk mandi yang membalut tubuh nya.


'Glek'

__ADS_1


Raka menelan ludah kasar saat melihat leher jenjang dan kaki mulus Alea, dia berdiri dan menghampiri Alea yang masih terpaku di depan pintu kamar mandi.


"Sayang" panggil Raka dengan nada yang cukup serak.


"I iya, Bang" jawab Alea gugup.


Alea menatap Raka yang sudah di hadapannya, dia lalu menelan ludah saat tangan Raka sudah mengusap lembut wajah nya.


"Kau sangat cantik" bisik Raka tepat di telinga Alea.


Alea sontak langsung saja memejamkan mata nya, dia menikmati sentuhan tangan Raka.


Grep.


Raka memeluk tubuh Alea dan langsung membawa nya ke dalam gendongan, dia membawa tubuh Alea ke atas ranjang.


"Aku menginginkannya" bisik Raka kembali dengan menatap manik mata Alea dalam.


Alea tersipu, dia hanya bisa menganggukan kepala nya saja tanpa menjawab ucapan sang Suami.


Cup.


Raka tersenyum kecil dan langsung saja menerkam sang Istri dengan buas nya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2