Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Raka & Alea


__ADS_3

Matahari sudah menampakan cahaya nya dengan berani, bahkan dari cahaya nya tersebut sungguh sangat menyengat jika berlama-lama di luar ruangan.


Beberapa orang sudah melakukan aktifitas dan rutinitas nya masing-masing, bahkan ada juga yang baru pulang seusai bekerja.


Namun, berbeda dengan sepasang suami-istri yang baru saja terlelap setelah subuh tadi. Keduanya masih terlelap dengan balutan selimut yang sama dan bahkan berpelukan dengan erat untuk menambah kesan kehangatannya.


Keduanya tidak menyadari bahwa hari sudah beranjak siang, bahkan mereka juga melewatkan sarapan pagi nya begitu saja.


...----------------...


Di mansion utama, Queen sudah menata barang yang akan di bawa nya esok lusa ke Negara lain.


Dia dan Adik Alea akan melanjutkan kuliah nya di luar Negeri dengan beasiswa yang cukup membanggakan.


Bukan hanya Quuen, Delima dan Alfans pun sudah menyelesaikan bersiap nya. Keduanya akan mendampingi Queen yang menempuh pendidikan di Negara orang.


"Bun, Abang dan Kakak belum pada balik yah? Padahal janji nya kan siang sudah ada di mansion" ucap Queen dengan kesal.


"Palingan nanti sore mereka akan tiba disini, kamu ngertiin mereka yang baru saja menikah, sayang" balas Delima lembut.


Hehe.


Queen cengengesan dan menganggukan kepala nya, dia lalu izin untuk masuk kembali karena takut ada barang yang tertinggal.


Sedangkan Delima dan Alfans masih berdiam diri di ruang keluarga, keduanya bercengkrama dengan santai.

__ADS_1


"Ayah, bagaimana dengan kasus Asisten Opa Raka?" tanya Delima.


"Semuanya sudah aman dan beres, dia dan para anak buah nya sudah aku pisahkan di berbagai markas milik kita. Namun, untuk dia sendiri dia ada di markas utama" jawab Alfans.


"Syukurlah, aku takut dia akan berulah lagi kalau di penjarakan di Polisi" lirih Delima.


Alfans merangkul sang Istri, dia lalu menyandarkan kepala Delima di atas dada nya.


"Kamu tenang saja, sayang. Dia tidak akan berkutik sama sekali" ucap Alfans yakin.


Delima menganggukan kepala nya, dia juga berharap demikian tetapi dia juga mengingatkan Alfans agar tetap waspada dengan segala kemungkinan.


"Bun, mau masak apa buat makan malam?" tanya Queen dengan santai.


Ck.


"Ish Ayah, kalau mau mesra-mesraan sana di kamar" celetuk Queen.


"Sudah, ayo kita berangkat ke supermarket untuk belanja" lerai Delima terkekeh.


Queen dan Alfans mengangguk serempak, lalu mereka melangkah ke luar dari mansion.


Alfans mengendarai mobil nya sendiri, dia akan menjadi boddyguard dua wanita kesayangannya hari ini.


Tak berselang lama mobil pun berhenti, mereka dengan segera masuk ke dalam supermarket tersebut.

__ADS_1


Alfans mendorong troli, sedangkan Delima dan Queen memilih beberapa bahan masakan untuk nanti malam dan persedian untuk kedepannya.


Tak lupa juga dengan beberapa camilan, minuman dan juga buah yang selalu ada di kediaman mereka.


Alfans dengan setia mengikuti langkah keduanya, dia bahkan menggelengkan kepala karena ini adalah troli ke dua yang dia dorong untuk menampung belanjaan Istri serta Putri nya, sedangkan troli yang penuh sudah di bawa pegawai supermarket tersebut ke arah kasir.


Dan hampir 2 jam Alfans menemani mereka, lalu mereka memutuskan untuk menyelesaikan belanja nya karena takut tak akan keburu masak untuk makan malam.


"Ya ampun kita lama juga" celetuk Queen.


"Ya, dan kalian belanja sampai 3 troli" balas Alfans sinis.


Hehe.


Delima dan Queen kompak cengengesan dan berlalu keluar dari sana, sedangkan Alfans hanya menggelengkan kepala saja.


Alfans kemudian menyuruh beberapa pegawai disana untuk membawa belanjaannya ke mobil.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2