
Tiba di ruang kerja, Alea duduk di samping Delima yang berhadapan langsung dengan Raka dan Alfans.
"Ada apa Raka?" tanya Alfans.
"Bukan Raka yang akan bicara Pa, tapi Alea" jawab Raka menatap Alea.
"Iya Pa, Alea yang akan bicara. Seperti nya di perusahaan ada ke janggalan, namun Alea melihat orang kepercayaan Opa Raka juga terlibat" jelas Alea dengan mengeluarkan ponsel nya.
Raka, Alfans dan Delima menatap Alea tak percaya, pasalnya Asisten Opa sangat di percaya oleh mereka.
"Ini rekaman yang sempat aku rekam, pada saat itu aku sedang ada di kamar pribadi Raka" ucap Alea.
Lalu Raka mengambil ponsel Alea, dia memutar rekaman vidio dan Alfans pun melihat nya dengan tatapan tajam.
"Pantas saja, akar masalah nya ada di Asisten Ayah" ucap Alfans dengan geram.
Delima lalu melihat nya, dia tak kalah kaget dan emosi nya sama seperti Al dan Raka.
"Bagaimana bisa kamu menemukan hal begini dan kamu sendiri tidak ketahuan?" tanya Alfans heran.
-Falshback.
Setelah jam makan siang, Raka berpamitan untuk pergi ke ruang meeting sendirian.
__ADS_1
Alea yang merasa kebelet pun langsung masuk ke dalam kamar pribadi, Raka.
Namun saat akan keluar, dia mendengar suara berisik namun terdengar berbisik di ruangan Raka.
"Loh kenapa Raka balik lagi, dan kenapa suara nya berbisik begitu" gumam Alea.
Alea memutuskan untuk mengintip dari celah pintu, karena memang pintu nya tidak di tutup sempurna karena sudah kebelet.
"Loh bukannya itu Paman Riko?" gumam Alea kaget.
Entah naluri darimana, Alea langsung mengambil ponsel nya dan merekam apa yang terjadi di dalam sana.
"Untunga saja semua data yang asli sudah aku pindahkan ke ponsel Raka, kalau tidak bisa saja mereka menghapus atau mengganti nya" gumam Alea lirih.
Hingga tak berselang lama dua orang yang masuk tadi pergi dari sana. Alea tidak langsung keluar, karena terdengar suara kembali yang seperti nya Paman Riko memerintah salah seorang OB untuk mengerjakan sesuatu nanti setelah mereka pergi.
-Flashnow.
"Apa yang kamu dengar?" tanya Alfans penasaran, karena di dalam Vidio itu tidak terlalu jelas.
"Mereka dengan sengaja merusak Cctv ruangan Raka, dan Paman Riko dengan leluasa keluar masuk nya. Karena kepala keuangan yang tak dapat di kendalikan, karena dia sudah tahu Paman Riko yang berkhianat, jadi dia mengimpan data yang asli dan memberikan data copy an nya pada Paman Riko" jelas Alea dengan menjeda ucapannya.
"Namun saat memberikan copyan semua keuangan dia ketahuan oleh salah satu mata-mata Paman Riko dan dia akan di hajar malam ini. Untung nya ponsel Raka tertinggal jadi aku tadi bisa menyuruh salah satu dari anak buah nya untuk mengawal beliau dan menyuruh yang lain membawa keluarga nya ke tempat yang aman" jelas Alea kembali.
__ADS_1
"Paman Riko selama ini menyelundupkan uang ke rekening pribadi nya" jelas Alea.
Raka mengepalkan tangannya, dia terlihat sangat emosi.
"Coba Ayah hubungi anak buah itu dan tanyakan kemana mereka membawa Pak Slamet" ucap Alea.
Alfans menganggukan kepala nya, dia lalu mengambil ponsel dan menghubungi anak buah nya.
"Pantesan saja dia selalu saja terlihat awas kalau Mama ke perusahaan" ucap Delima.
"Apa ini alasan kamu mengunci ruangan ku tadi, sayang?" tanya Raka pada Alea.
"Iya, aku takut mereka akan berbuat hal nekad disana. Aku sudah menyalin semua data dan ada di ponsel kamu. Hehe maaf maklum ponsel ku kan sudah ketinggalan model jadi tak muat semua data itu" jawab Alea dengan terkekeh.
Delima tertawa kecil, dia sangat suka Alea yang tak jaim dan pemalu. Dia suka pada kepribadian Alea yang sangat baik dan juga rendah hati.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.