
Alea ikut pulang ke mansion, dia juga akan membantu mengurus sisa pernikahannya. Sedangkan pekerjaannya di perusahaan di limpahkan pada Raull, Asisten Raka.
"Bunda, aku mau ke kampus dulu ya" pamit Queen.
"Nanti pulang nya bareng sama Siska ya, Dek" ucap Alea.
"Siap Kakak" balas Queen patuh.
Lalu dia melajukan motor nya dengan cepat ke arah kampus, memang Quee masih menyamar hingga waktu yang belum di tentukan.
Alea dan Delima masuk ke dalam mansion, keduanya sudah di tunggu oleh pihak WO yang akan di gunakan nya nanti.
"Maaf membuat kalian menunggu" ucap Delima ramah.
"Tidak apa, Nyonya" balas nya sopan.
Lalu pemilik WO tersebut memberikan buku contoh untuk dekorasi dan segala nya.
Alea serta Delima langsung saja memilih dengan tema yang sudah di tentukan, blue gold yang di pilih Alea. Karena warna itu terlihat kalem, dengan di padukan gold yang terkesan mewah.
Hampir 1 jam mereka membahas nya dan semua nya selesai, Alea dan Raka akan menikah dalam 1 minggu lagi.
Setelah kepergian pihak WO, Alea izin untuk masak makan siang karena Raka akan pulang dan sudah request masakan pada Alea.
"Kamu mau buat apa, Nak?" tanya Delima penasaran.
__ADS_1
"Abang pesen mau capcay, udang tepung goreng dan juga sambal serta tak lupa lalaban" jawab Alea tersenyum.
"Bunda mau di buatkan apa?" tanya Alea pada calon mertua nya
"Itu ada sayur asam, boleh buatkan itu dan kebetulan ada sambal juga" jawab Delima.
"Tentu dong Bun, sebentar Alea siapkan bahan-bahan nya dulu" ucap Alea.
Delima mengangguk, dia juga membantu Alea untuk memotong sayuran dan yang lainnya.
Kedua nya asyik ria memasak di dapur, hingga para pelayan pun di larang membantu oleh keduanya.
"Hemm wangi nya bikin keroncongan perut Bunda" kekeh Delima saat dia sedang mengaduk sayur asem.
"Sabar ya Bun, kita harus nunggu para cowo dan juga Queen" kekeh Alea.
"Ayo kita tata, biar pelayan yang membereskan semua ini" ucap Delima pada Alea.
"Baik Bun" balas Alea.
Alea dan Delima menata semua hasil masakannya, setelah nya mereka menunggu yang lain di ruang keluarga. Sedangkan bekas memasak nya di bereskan oleh para pelayan yang sudah di panggil oleh Bunda Delima tadi.
"Bun, kalau Alea kerja setelah nikah gak apa?" tanya Alea.
"Boleh Nak, tapi kalau kamu hamil langsung resign ya" jawab Delima lembut.
__ADS_1
"Bagaimana proses Rumah yang kamu bangun untuk keluarga mu, Nak?" tanya Delima.
"Hampir selesai Bun, makasih ya udah mau bantu. Padahal Alea juga punya sedikit uang dari hasil kerja selama beberapa bulan terakhir ini" jawab Alea tak enak pada Delima.
Delima menggelengkan kepala nya, dia juga hanya membantu mengirimkan tukang profesional milik perusahaan agar cepat selesai.
"Tidak apa, Nak. Bunda dan Ayah ikhlas kok" balas Delima lembut.
Alea memeluk Delima dengan erat, dia bersyukur karena mendapatkan mertua dan Suami yang sangat baik dan juga tak memandang keadaannya.
"Apa Siska jadi ngambil beasiswa itu?" tanya Delima kembali.
"Jadi Bun, kan Queen juga sama dan mereka berdua akan ke Inggris bersama dan kuliah di tempat yang sama" jelas Alea.
"Mereka ke kampus hanya mengambil surat keterangan saja" jelas nya lagi.
Delima mengangguk, keduanya terlibat obrolan kecil dengan sangat seru. Bahkan mereka berdua tidak menyadari bahwa sudah ada Alfans dan Raka di ruangan tersebut.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.