Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 44


__ADS_3

Sesampai nya di halaman Rumah sakit, Randi dan Vini langsung bergegas ke ruangan bersalin yang mereka yakini bahwa Delima ada disana.


Namun langkah mereka terhenti saat melihat Raka dan Ayah Deni sedang menuju ke arah mereka tanpa tahu kalau Randi ada disana.


"Ayah, Raka" panggil Randi.


Deg.


Jantung Raka serasa terhenti saat melihat Papa kandung nya berada disana, dia yang tadinya bahagia kini berubah jadi datar.


"Opa, aku duluan ke mobil" ucap Raka seraya berjalan cepat melewati Randi dan Vini.


"Raka" panggil Randi.


Namun Raka hanya diam, dia masih enggan bersitatap bersama sang Papa. Bahkan Raka langsung masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan Papa nya.


Raka menyuruh sopir untuk langsung berangkat dari sana, dia sedikit semangat karena sang Mama menyuruh nya mengambil beberapa perlengkapan sang Adik, dan jadi nya dia meninggalkan Randi yang sudah berteriak memanggil nama nya.


"Raka, Raka" teriak Randi kembali sambil mencoba mengejar mobil yang membawa Putra nya.


"Mas, awasss" teriak Vini saat melihat ada sebuah mobil melaju dengan cepat ke arah Randi.


Bruk.


Naas, Randi yang belum sempat menghindar pun sudah terpelanting jauh karena tertabrak.


"Massss"


"Randiiii"

__ADS_1


Teriak Ayah Deni dan Vini, keduanya langsung menghampiri Randi yang sudah tergeletak di samping jalan.


Orang-orang dan petugas medis pun dengan cepat membantu Randi dan membawa nya ke Ugd.


"Ya Allah, Masss" teriak Vini histeris melihat Suami nya sudah bersimpah darah.


"Kamu yang sabar, cepat ikuti mereka ke dalam. Ayah akan menghubungi Raka dulu" ucap Ayah Deni.


Vini mengangguk, dia kemudian ikut melangkah ke arah Ugd bersama Randi yang sudah tak sadarkan diri di atas ranjang pasien.


"Ya Allah, kenapa jadi begini. Mas, aku mohon bertahanlah" batin Vini dengan menangis.


Sedangkan anak buah Ayah Deni masih mengejar pelaku yang di duga memang sengaja ingin menabrak Randi.


**


Raka yang menerima kabar bahwa Papa nya kecelakaan pun segera kembali setelah semuanya lengkap. Dia duduk dengan gelisah, entah kenapa hati dan perasaannya tak tenang, bahkan detak jantung nya pun berdetak dengan cepat.


Perjalanan pun terasa cepat, Raka langsung menghampiri sang Opa yang sudah di depan Ugd.


"Bagaimana dengan Papa?" tanya Raka dengan nafas ngos-ngosan.


Vini menoleh, dia lalu mendekati Raka dengan berderai air mata.


"Raka, maafkan Papa ya jika selama ini berbuat salah. Maafkan tante Vini juga, kami salah besar padamu dan Mama mu" ucap Vini bersimpuh di hadapan Raka.


Raka langsung memegang bahu Vini, dia membantu nya untuk bangun dan duduk di kursi yang ada disana.


"Raka sudah memaafkan kalian, hanya saja Raka masih enggan bertemu dengan Papa. Raka terlalu kecewa pada Papa dan Tante" jelas Raka lembut.

__ADS_1


"Terimakasih, Nak. Kami hanya perlu maaf darimu dan Mama mu, pasal mau bertemu atau enggak nya kami terserah padamu saja karena memang kesalahan kami pun sangat fatal" ucap Vini terisak.


Ceklek.


Belum Raka menjawab, pintu Ugd pun sudah terbuka dan keluarlah Dokter dengan perawat.


"Keluarga pasien" ucap nya dengan menunjuk ke arah Ayah Deni dan Vini.


"Iya kami Dok, bagaimana keadaan Suami saya?" tanya Vini dengan cepat.


Dokter menghela nafas, dia lalu menatap mereka dengan penuh sesal.


"Maafkan kami, kami sudah berusaha namun Allah lebih menyayangi nya. Pasien telah meninggal akibat benturan keras di kepala nya dan pendarahan hebat" jelas Dokter penuh kehati-hatian dan menunduk.


Deg.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2