
Pagi ini, Raka dan Alea akan kembali bekerja setelah libur selama 3 hari.
Setelah selesai sarapan, Raka langsung saja melajukan mobil nya menuju ke perusahaan bersama dengan sang Istri.
"Sayang, nanti kamu susun kembali jadwal ku ya dan jangan melebihi waktu jam pulang" ucap Raka.
"Baik Mas, nanti aku coba cek ulang semua nya" balas Alea.
Hingga beberapa saat mereka sampai juga di perusahaan, sudah banyak karyawan yang berlalulalang disana.
'Selamat Pagi, Tuan dan Nyonya'
'Selamat Pagi, Tuan, Nyonya'
Hampir semua karyawan yang berpasan dengan keduanya menyapa mereka dengan sopan.
"Coba susun dulu, lalu setelah nya laporkan padaku ya" ucap Raka dengan mode serius.
"Baik Tuan" balas Alea.
Alea lalu duduk di kursi kerja nya, dia mengambil tab milik nya dan melihat jadwal Raka satu minggu ke depan.
"Semangat Alea, masih banyak tantangan di luaran sana. Hufh, apalagi Mas Raka yang selalu jadi pusat perhatian wanita-wanita lain" gumam Alea dengan helaan nafas kasar.
Alea merubah total jadwal kerja sang Suami, dia juga memilih beberapa jadwal yang kira nya akan memakan waktu lama dan akan di sisipkan di setiap minggu.
Dia tidak ingin Raka kelelahan dan mengakibatkan sakit, jadi Alea akan benar-benar memperhatikan jam kerja juga jadwal nya.
Setelah selesai dengan agenda sang Suami, Alea lalu membuka beberapa berkas yang sudah menumpuk di meja kerja nya.
__ADS_1
Rata-rata berkas itu adalah berkas penting yang sudah di periksa oleh setiap divisi dan akan dia periksa kembali untuk di tunjukan pada Raka, sang CEO.
Satu, dua dan beberapa berkas sudah selesai Alea kerjakan, namun ada satu hal yang menjadi pusat perhatiannya.
"Divisi pemasaran" gumam Alea saat melihat berkas tersebut.
"Bukankah ini berkas tentang penjualan produk terbaru perusahaan ini. Bahkan produk ini sudah launching 1 bulan sebelum kami menikah" gumam Alea kembali.
Alea membawa berkas tersebut dan yang sudah dia kerjakan tadi ke dalam ruangan Raka.
Tok.
Tok.
"Boleh saya masuk, Pak?" tanya Alea tanpa membuka pintu nya.
Ceklek.
"Ini berkas yang perlu anda tandatangani, saya sudah memeriksa nya" ucap Alea formal dengan meletakan beberapa berkas.
"Tolong simpan di sebalah sana" balas Raka.
Alea mengangguk patuh.
"Lalu itu apa, Bu Alea?" tanya Jerry, Asisten pribadi Raka.
Hufh.
"Mas, boleh di kunci dulu gak pintu nya?" tanya Alea.
__ADS_1
Raka menatap Alea dan menganggukan kepala nya, dia kemudian menekan tombol untuk mengunci pintu.
"Duduk Bu Alea" ucap Jerry seraya bangun dari duduk nya.
"Terimakasih, Jerr" balas Alea ramah.
Kemudian Alea membuka berkas tersebut di hadapan Raka dan Jerry.
"Bukankah ini berkas pemasaran produk terbaru kita?" tanya Raka.
"Ya benar, ini adalah berkas nya. Namun, disini ada yang sedikit ganjal, bukankah kita sudah launching dan sudah laku beberapa stock selama hampir 2 bulan ini? Dan stock sudah habis karena memang kita selalu mengeluarkan sedikit?" jelas Alea dengan menunjukan poin di berkas tersebut.
"Anda benar Bu, bahkan kita akan mengeluarkan produk skincare untuk hal baru bulan ini" timpal Jerry.
"Lalu kenapa di berkas ini mereka meminta persetujuan Mas Raka untuk mengeeluarkan produk itu lagi?" tanya Alea dengan bingung.
Raka masih diam dan mencerna semua ucapan Asisten serta sang Istri, kemudian dia membaca secara detail berkas tersebut.
"Heh ini adalah cara lama agar pihak lawan menang, dia pasti sudah menyogok pegawai kita agar berkhianat. Dan, mereka kira kita akan lalai karena baru saja melakukan resepsi pernikahan" jelas Raka dengan senyuman miring nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1