
Hari ini adalah hari dimana Raka dan Alea akan menikah, semua persiapan sudah sempurna.
Delima, Queen dan Alfans sudah sejak tadi bersiap, mereka menunggu Raka yang masih di dalam kamar nya.
Tamu undangan dan kerabat tidak hadir di acara ijab qobul ini, hanya sebagian saja yang akan menyaksikannya.
Ijab qobul akan di lakukan mesjid yang sudah di bangun oleh mendiang Opa Raka dan untuk resepsi nanti nya akan di selenggarakan di gedung.
"Ayah, Bunda, ayo" ajak Raka setelah dia keluar kamar.
"Ayo Nak" balas Alfans.
Mereka melangkah masuk ke dalam mobil, hari ini Alfans sendiri yang mengendarai mobil tersebut.
"Mas, Putra kita akan menikah hari ini. Doakan agar segala nya lancar dan mereka hidup bahagia bersama" batin Delima dengan tersenyum.
Mobil lambat laun melaju di jalanan, hingga tak berapa lama mereka sampai disana lebih dulu dengan keluarga Alea.
Namun, tak berapa lama juga mobil keluarga Alea sampai juga disana.
Semua nya masuk ke dalam mesjid itu, Raka merasakan degup jantung nya yang begitu kencang. Dia bahkan terlihat sangat gugup.
"Tenang, Nak" bisik Alfans sambil memegang tangan Raka.
__ADS_1
"Iya Ayah" balas nya tersenyum kecil.
Raka duduk berhadapan dengan penghulu dan Bapak dari Alea, dia menarik nafas beberapa kali dan membuang nya perlahan.
Hingga acara sakral itu pun terlaksana dengan sempurna dan terdengarlah kata 'SAH' menggema di mesjid tersebut.
Alea di bawa kesana oleh Ibu dan Siska, Alea terlihat sangat cantik dan anggun. Gaun yang di kenakannya sangat pas di tubuh yang semampai itu, Raka menatap nya dengan penuh takjub dan juga terkesima.
"Ehemm, tahan" goda Alfans dengan terkekeh.
Raka langsung menundukan kepala nya malu, lalu dia melirik Alea yang sudah duduk di samping nya dengan sama-sama menundukan kepala.
Setelah rangkaian acara ijab qobul selesai, semua keluarga dan yang ikut serta disana langsung menuju ke gedung dimana resepsi akan di lakukan.
Raka dan Alea di mobil yang sama, keduanya duduk dengan rasa canggung namun membuncah bahagia.
"Loh, lalu Bunda dab Ayah?" tanya Alea kaget.
Raka menatap sang Istri dengan tersenyum lembut, dia lalu mengusap pipi Alea dengan lembut.
"Mereka akan ikut bersama Queen dan Siska" jawab Raka.
Alea mengangguk, dia juga sempat mendengar dari Siska bahwa sang mertua akan mengawasi mereka disana.
__ADS_1
Raka tak melepaskan genggaman tangannya pada Alea, hingga tak terasa mereka sudah sampai di gedung.
Raka menggandeng tangan Alea, lalu keduanya melangkah dengan senyuman di wajah keduanya.
Pasangan pengantin itu pun melangkah ke arah pelaminan dan melewati banyak nya tamu undangan yang sudah memenuhi gedung tersebut.
"Ck, kenapa mereka sangat serasi sekali"
"Bak sepasang raja dan ratu"
"Ini pernikahan yang pernah aku datangi dengan tema yang begitu elegant, namun menunjukan kemewahannya"
Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang di dengar oleh mereka di gedung tersebut, hampir semua nya berdecak kagum dengan keindahan dekorasi serta tatanan disana.
Acara kembali di lanjutkan dengan sungkem dan nanti nya akan poto-poto.
Di acara sungkem ini, Raka dan Alea memeluk Bunda mereka dengan derai air mata dan yang mana membuat para tamu undangan yang hadir penuh haru.
.
.
.
__ADS_1
.
.