
Setiba nya Alfans di mansion, dia sudah melihat mobil milik Raka yang sudah terparkir indah di halaman tersebut.
"Nah itu mobil Bang Raka" ucap Queen dengan antusias.
"Iya, berarti mereka sudah tiba" balas Delima.
Kemudian mereka melangkah memasuki mansion, Queen langsung menghambur ke Alea yang saat itu sedang duduk santai di ruang keluarga.
"Mbakku" teriak nya dengan langsung memeluk Alea.
'Sstttss'
Alea meringis karena Queen langsung duduk di sampingnya dengan kaki yang satu naik ke pangkuan Alea.
"Queen" tegur Raka dengan segera.
"Ehehhee maaf Mbak" ringis Queen dengan menurunkan kaki nya.
"Tidak apa, kamu dari mana?" tanya Alea lembut.
Queen menunjuk ke arah belanjaan yang sedang di angkut oleh para pelayan.
"Buat apa Bun belanja sebanyak itu?" tanya Raka penasaran.
"Kita akan bbq malam ini dan selebihnya buat stock makanan disini" jawab Delima dengan tersenyum.
"Kenapa Bunda repot-repot, Alea dan Bang Raka bisa membeli nya besok Bun" ucap Alea tak enak.
Delima hanya tersenyum saja, dia tidak merasa di repotkan sama sekali.
"Ada 2 jam untuk istirahat, ayo kita istirahat terlebih dulu" ajak Alfans.
__ADS_1
"Iya Ayah" patuh mereka.
Kemudian Delima, Alfans dan Queen pergi ke kamar nya masing-masing.
Begitupun dengan Raka dan Alea, kedua nya juga masuk ke kamar Raka yang ada di lantai dasar.
"Masih nyeri?" tanya Raka saat melihat Alea meringis ketika berjalan.
"Enggak Bang, hanya ngilu saja" jawab Alea lirih dengan wajah memerah.
Raka terkekeh, dia lalu menggendong Alea dan menidurkannya di ranjang.
"Katanya harus sekali lagi, baru deh sembuh" bisik Raka dengan mengeratkan pelukannya pada Alea.
"Bang, nanti yang lain nungguin" gerutu Alea saat tangan Raka sudah tidak bisa di kondisikan.
"Tidak akan sayang, masih ada waktu" lirih Raka dengan serak.
Setelah itu, Raka langsung saja menyerang Alea dengan penuh lembut dan cinta.
**
Tepat jam makan malam semua sudah berkumpul, awal nya keluarga Alea juga di ajak oleh Delima, namun mereka menolak karena harus persiapan untuk besok keberangkatan Adik Alea.
"Nak, kamu disini saja sama Bunda. Bantuin buatin bumbu untuk sambal Ikan dan daging" ucap Delima pada Alea.
"Nah bener tuh, Mbak. Aku, Abang dan Ayah yang akan memanggang semua itu" timpal Queen dengan menunjuk ke arah nampan yang berisi penuh persiapan bbq.
"Baiklah Bun" balas Alea tersenyum.
Kemudian Alea berjalan dengan perlahan ke arah gazebo yang mana sang mertua sudah ada disana.
__ADS_1
Delima menggelengkan kepala melihat Putra nya yang hanya cengengesan saat di tatap oleh nya.
"Kau bringas juga, Boy" bisik Alfans dengan terkekeh.
"Biar cepat jadi babby gemes, Yah" kelakar Raka dengan tawa kecil.
"Ayo kita panggang itu, lihat Adikmu sudah mulai" ajak Alfans pada Raka.
Raka mengangguk, dia lalu meninggalkan Bunda dan Istri nya yang sudah asyik meracik bumbu.
Delima memberikan beberapa bumbu untuk Alea bersihkan dari tangkai dan kelopak nya, kemudian dia sendiri membersihkan yang lainnya.
"Nak, nanti kapan-kapan main ke sana ya" ucap Delima.
"Pasti Bun, Alea pasti akan mengajak Bang Raka kesana untuk menengok kalian semua" balas Alea lembut.
"Semoga secepat nya ada kabar baik dari kalian ya, sayang" ucap Delima dengan tersenyum.
Alea yang mengerti pun hanya menganggukan kepala dengan mengaminkan ucapan sang mertua.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1