
Pandi mendudukan dirinya di hadapan Raull, dia beberapa kali menghela nafas kasar.
"Ada apa, Pan?" tanya Raull menghentikan kerjaannya.
"Berkas yang sedang kau pelajari itu adalah milik Sri Indah, kau tau bukan" jelas Pandi.
Hah.
Raull sontak saja langsung terkejut, dia kemudian melihat nya dan benar saja disana tertera nama nya.
"Bagaimana dia bisa tahu bahwa Tuan Al mempunyai kantor ini?" tanya Raull.
"Ini semua pasti berkat Ayah nya, dan aku yakin bahwa Ayah nya juga mendukung anak nya untuk mendekati Tuan Al" jawab Pandi kesal.
"Kau tenang saja, Tuan Al itu bukan Pria sembarangan dan aku yakin bahwa dia juga tidak akan memberi celah sedikitpun untuk seseorang masuk ke dalam kehidupannya yang sudah bahagia bersama dengan Nyonya Delima" jelas Raull.
Pandi hanya mengangguk, kemudian kedua nya membahas pekerjaan kembali dengan serius.
**
Sedangkan di Pantai, Raka dan Delima sangat asyik bermain air di pinggir Pantai. Alfans dan Opa Deni hanya tersenyum kecil saja melihat kelakuan kedua nya yang sudah bisa di bilang tidak kecil lagi.
"Ayah, apa Ayah tidak ingin menemui Randi?" tanya Alfans.
"Jujur, Ayah sangat merindukan dirinya, Nak. Namun rasa kecewa masih ada hingga sekarang" jawab Opa Deni.
Alfans tersenyum, dia lalu menatap Pria di sebelah nya dengan lembut.
"Cobalah berdamai dengan masa lalu, aku yakin bahwa Randi juga sudah berubah dan sangat merindukan Ayah" ucap Alfans.
__ADS_1
"Mungkin besok Ayah akan menemui nya, sekalian mau ke makam Bunda kalian" balas Opa Deni akhir nya patuh.
Alfans mengangguk, dia kemudian menghampiri Istri dan Putra sulung nya yang masih asyik bermain air.
"Sayang, ayo pulang dulu ini udah sore" ajak Alfans.
"Yah Papa, padahal masih seru" rengek Raka dengan manja.
"Abang, kasihan Mama udah kedinginan dan tak baik bagi kesehatan kalau terlalu lama" ucap Alfans lembut.
Raka langsung mengangguk, dia kemudian membersihkan diri ke kamar mandi.
"Tolong bantu, Mas" ucap Delima mengulurkan tangannya pada sang Suami.
"Besok lagi main nya ya, sayang" balas Alfans terkekeh kecil.
Setelah nya, mereka berangkat pulang dari Pantai. Alfans akan mengajak mereka makan malam di Resto terlebih dulu, mumpung mereka masih di luar.
Tiba di Restoran, Alfans dan yang lainnya langsung masuk dan memesan beberapa makanan.
"Alfans" panggil seseorang dengan sumringah.
Al hanya diam dan memandang nya biasa saja.
"Apa kabar Alfans? Apa kamu tak rindu denganku? Bagaimana dengan kasus ku?" tanya nya dengan beruntun.
"Maaf, silahkan hubungi Raull jika ingin tahu" jawab Alfans singkat padat dan datar
"Loh kenapa bukannya kamu pengacara kondang di setiap Kota ini" ucap Sri.
__ADS_1
Al menghela nafas jengkel, dia lalu berdiri dari duduk nya dan menatap Sri dengan tajam.
"Maaf, saya sudah cuti untuk menemani Istri saya melahirkan. Jadi, silahkan anda pergi karena menganggu acara makan malam saya bersama dengan Istri saya" jelas Alfans penuh tekanan.
Deg.
"I istri?" beso Sri dengan mata melotot.
Delima, Ayah dan Raka hanya diam saja, mereka salut akan ketegasan Alfans yang mana itu baik untuk hubungan nya dengan Delima.
Alfans mengangguk mantap, dia kemudian duduk dengan mengusap lembut kepala Delima.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1