
"Ehemmmm" dehem Alfans yang langsung membuat Delima serta Alea kaget.
"Ya ampun kalian bikin kaget saja, kapan kalian pulang?" tanya Delima tersenyum.
"Sudah sejak tadi, kalian saja yang tidak menyadari kami ada disini" gerutu Alfans.
Delima dan Alea hanya tertawa kecil, kemudian mereka langsung saja ke ruang makan karena Queen dan Siska pulang nya nanti sore.
"Wih enak nih, makasih sayang" ucap Raka dengan berbinar setelah melihat makanan di atas meja.
"Ada sayur asem juga" timpal Alfans.
Alea mengangguk saja, kemudian dia menyiapkan makanan untuk Raka seperti Delima untuk Alfans.
Kemudian mereka berempat makan dengan hening dan sangat lahap.
Tak lupa juga Alea dan Delima membagi dua hasil masakannya untuk di dapur belakang, khusus untuk pelayan dan penjaga.
*
Setelah selesai makan siang, Alea berpamitan pada Delima dan Alfans untuk pulang. Karena semua persiapan sudah hampir selesai dan Alea tinggal menunggu waktu nya tiba saja.
Selama di perjalanan, Raka tidak melepaskan genggaman tangannya dari Alea. Bahkan dia terlihat sangat posesif sekali, namun hal itu tak membuat Alea risih sama sekali.
"Lea, aku sangat bahagia sekali" ucap Raka.
"Ini adalah mimpiku sejak kecil, sejak dimana menyaksikan sendiri bagaimana Papa menyakiti Bunda dan berakhir menikah dengan Ayah" jelas Raka.
Alea diam mendengarkan, dia tidak akan menyela sama sekali.
__ADS_1
"Saat itu aku berpikir untuk mendapatkan Istri yang sederhana dan juga apa adanya. Karena aku sendiri juga awal nya dari sana dan bisa sukses seperti ini adalah milik orangtua ku" jelas nya kembali.
"Raka, aku tahu kamu adalah Pria baik dan karena itu aku memilih mu. Kalau aku melihat kekayaan, sudah sejak lama aku mengincar orang-orang berduit" balas Alea dengan terkekeh.
"Aku sangat mencintaimu, Alea" ucap Raka dengan mengecup punggung tangan Alea.
"Aku juga mencintai mu, Raka" balas Alea lirih dengan senyuman yang mengembang tulus.
Raka tersenyum, dia terus saja menggenggam tangan itu dengan hangat.
Hingga sampailah mereka di depan Rumah sederhana milik Alea.
"Oh iya, kapan kalian akan pindah?" tanya Raka sebelum turun.
"Kalau tak ada halangan kemungkinan lusa, soalnya Rumah itu juga sudah selesai tadi tukang nya memberitahu" jawab Alea.
Lalu keduanya keluar mobil, Raka akan menyapa calon mertua nya terlebih dahulu sebelum kembali lagi bekerja.
Tap.
Tap.
Terdengar derap langkah dari dalam Rumah, lalu munculah kedua orangtua Alea.
Raka menyapa dan menyalami keduanya dengan takzim.
"Nanti malam singgahlah kemari, Nak. Kita makan malam bersama" ajak sang Bapak.
"Baik Pak, nanti sepulang kerja Raka akan kesini" balas Raka dengan sopan.
__ADS_1
"Kalau begitu Raka pamit ya, Bu, Pak, Lea" pamit Raka pada mereka.
"Hati-hati, Nak" balas Bapak, Ibu.
Sedangkan Alea mengantar ke dekat mobil setelah Raka menyalami kembali orangtua nya.
"Hati-hati di jalan nya" ucap Alea setelah Raka masuk ke dalam mobil.
"Siap sayang" balas Raka tersenyum.
Alea hanya membalas senyuman nya, dan dia melambaikan tangan saat Raka sudah mulai melajukan mobil nya.
"Nak, ayo kita siapkan bahan buat nanti malam" ajak Ibu.
"Ayo Bu, Pak di belakang ada singkong gak?" tanya Alea.
"Itu sudah Ibu kupas, kamu tinggal olah saja" jawab Ibu menunjuk wadah yang sudah penuh dengan singkong.
Alea mengangguk, dia akan membuat keripik singkong kesukaan Raka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.