Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 41


__ADS_3

Tepat jam makan siang Pandi kembali ke ruangan dimana Alfans berada, dia menunggu sang atasan yang baru saja menyelesaikan makan nya bersama dengan sang Istri.


"Maaf lama, Pan" ucap Delima lembut.


"Tidak apa, Nyonya" balas Pandi tersenyum ramah.


Alfans kemudian ikut bergabung bersama Istri dan asistennya.


"Bagaimana Pan?" tanya Al langsung to the point.


"Saya sudah menyelidiki nya dan mantan Suami nya tidak bermasalah sama sekali, bahkan dia selalu mengantarkan anak nya untuk menginap di Rumah sang Ibu kandung" jelas Pandi sambil menyodorkan berkas pada Alfans.


Alfans langsung menerima nya dan memeriksa dengan seksama.


"Tuan, bukankah Tuan x adalah Ayah dari Nona Sri Indah?" tanya Pandi dengan hati-hati.


Deg.


Jantung Delima serasa berhenti saat mendengar nama wanita itu, nama yang pernah Alfans ceritakan dulu setelah mereka resmi menikah.


"Kau benar, kenapa aku baru teringat ya. Tolong kamu berikan kasus ini pada Raull agar dia yang menangani nya" ucap Alfans dengan cepat.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi" pamit Pandi tersenyum lega.


"Mari, Nyonya" pamitnya pada Delima.


"Iya Pandi" balas Delima ramah.


Setelah kepergian Pandi, Alfans mendekati sang Istri dan memeluknya seraya mengusap lembut perut buncit Delima.


"Kamu tenang saja, aku sudah bisa membaca situasi nya dan mungkin ini tanda perasaan tak enak dua hari ini" jelas Alfans lembut.

__ADS_1


"Aku tidak apa jika memang kamu ingin menangani nya, namun kamu harus lebih berhati-hati. Entah kenapa insting ku mengatakan dia ingin mendekati mu kembali, Mas" ucap Delima dengan helaan nafas kasar.


Cup.


Alfans mengecup sekilas bibir ranum sang Istri, dia lalu menatap nya dengan tersenyum lembut.


"Aku tidak ingin membuat sesuatu yang nanti nya akan berakibat fatal, sayang. Dari sini saja aku sudah bisa menebak kalau dia memang ingin bermain-main dengan dukungan Ayah nya yang mempunyai jabatan" jelas Alfans lembut


Delima tersenyum, dia lalu merebahkan kepala nya di dada bidang sang Suami dengan memejamkan mata nya.


"Apa kamu lelah, hmm?" tanya Al penuh perhatian dan kelembutan.


"Tidak Mas, hanya entah kenapa ingin sekali bermanja" lirih Delima sambil menahan malu.


Alfans langsung saja terkekeh, dia dengan senang hati memanjakan sang Istri yang sangat dia cintai.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan?" tanya Al.


"Emm boleh, aku juga ingin ke Pantai dan berjalan kaki santai di pinggir nya" jelas Delima berbinar.


Delima mengangguk setuju, untung saja pekerjaan Al sudah selesai sebelum makan siang tadi dan akhir nya sekarang bisa berangkat piknik dadakan untuk bumil.


Setelah mengabari Ayah dan Raka, Alfans membawa Delima keluar dari gedung kantor nya. Nanti mereka bertemu langsung di lokasi.


"Mau kemana, Nyonya, Tuan?" tanya Pandi saat mereka bertemu di depan ruangan Al.


"Kami ingin pergi jalan-jalan, Pan. Titip kantor" jawab Alfans.


Pandi mengangguk seraya tersenyum, dia kemudian mengantarkan kedua majikannya sampai di halaman kantor.


Setelah kepergian mobil Al, Pandi melangkah masuk ke dalam namun langkah nya terhenti saat mendengar deru mobil yang berhenti.

__ADS_1


"Pandi" panggil seorang wanita yang baru saja keluar dari dalam mobil.


Pandi membalikan tubuh nya dan memasang wajah tanpa exspresi saat tahu siapa wanita yang sedang berjalan ke arah nya.


"Ya ada apa, Nona Sri Indah?" tanya Pandi datar.


"Apa Alfans ada di dalam?" dengan tak tahu malu nya dia menanyakan sang atasan yang untungnya sudah pergi.


"Baru saja keluar" jawab Pandi.


Wajah Sri langsung berubah kecewa, dia lalu pergi dari sana tanpa pamit ataupun berkata apa-apa.


"Tak ada kesopanan sama sekali, untung saja Tuan sudah pergi" gumam Pandi dengan kesal.


Pandi masuk dan menuju ke ruangan dimana Raul berada, dia dan Raull sudah harus waspada.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2