
Esok pagi nya, Alea dan Raka mengantar Queen dan Siska serta orangtua nya ke Bandara.
Bukan hanya orangtua Raka saja yang akan ikut bersama Queen dan Siska, tapi keluarga Alea pun akan ikut serta untuk beberapa saat disana.
Raka sengaja mengeluarkan mobil kesayangan Ayah nya untuk mengantarkan mereka ke Bandara, agar tidak memakai 2 mobil.
Sesampai nya di Bandara, kedua keluarga itu langsung ke tempat yang khusus.
Alfans sengaja membawa mereka menaiki jet pribadi nya, agar mereka nyaman dan tidak terganggu.
"Kalian berdua baik-baik ya, dan jangan membuat Alea terlalu lelah dengan pekerjaan" ucap Delima pada Raka.
"Siap Bun" balas Raka patuh.
Alea memeluk Delima dengan erat, lalu ia beralih pada Alfans dan menyalami kedua nya dengan takzim.
"Nak, jadilah istri baik dan penurut" bisik Ibu Alea dengan lembut.
"Iya Bu, kalian juga baik-baik disana. Jangan lupa kabari kami ya" balas Alea menatap mertua dan orangtua nya.
"Nak Raka, kami titip Alea ya. Jangan sungkan untuk menegur nya kalau salah" ucap Bapak Alea.
Raka mengangguk dengan pasti, dia memeluk Bapak mertua dan juga Ibu mertua nya bergantian.
Setelah selesai berpamitan, Alfans mengajak semua nya masuk ke dalam pesawat.
Dan Raka memutuskan mengajak Alea untuk langsung pulang.
"Kamu lelah, sayang?" tanya Raka lembut.
"Hmm, iya Mas. Kamu ngerjai aku semalaman" jawab Alea sedikit kesal.
Hehe.
Raka cengengesan saja, dia memegang tangan Alea dan mengecup nya berkali-kali.
__ADS_1
Hening.
Raka menoleh ke arah sang Istri, dan dia langsung saja tersenyum kecil saat melihat Alea yang sudah terlelap begitu saja di tempat duduk nya.
"Ck, menggemaskan sekali sih lagi tidur juga" gumam Raka dengan terkekeh.
Hingga perjalanan mereka pun terhenti karena sudah sampai.
Raka menggendong tubuh Alea dan membawa nya ke dalam kamar, dia dan Alea akan istirahat sejenak sebelum makan siang nanti.
*
Raka ikut berbaring di samping Alea, dia memeluk Alea dengan hangat dan erat.
Sampai keduanya terlelap begitu saja dengan damai nya.
Namun, Raka kembali menggeliat karena suara perut Alea yang berbunyi.
"Ini jam berapa, kenapa Alea sudah lapar kembali" gumam Raka mengerjapkan mata nya.
"Pantes sudah mau jam 12 siang, padahal baru sebentar aku tidur" gumam Raka.
Cup.
Cup.
Raka mengecup kening, pipi dan juga bibi* Alea.
'Eunghh'
Lenguh Alea karena terganggu oleh aksi nakal Raka.
"Mas, aku masih ngantuk" gerutu Alea dengan kesal.
"Bangun sayang, ini sudah siang" ucap Raka lembut.
__ADS_1
'Hmmm'
Alea hanya berdehem saja, lalu dia menggeliat pelan dengan membuka mata nya perlahan.
*
Setelah makan siang, Alea dan Raka memilih bersantai di gazebo belakang.
Alea duduk bersandar di dada bidang Raka, keduanya sambil menikmati camilan.
"Mas, jam berapa Bunda dan yang lainnya akan tiba disana?" tanya Alea.
"Mungkin besok, sayang" jawab Raka.
"Kenapa?" tanya Raka yang melihat raut wajah Alea yang seperti kebingungan.
Huh.
Alea membuang nafas perlahan, kemudian dia duduk dengan benar di hadapan sang Suami.
"Aku khawatir sama Bapak dan Ibu, mereka kan baru pertama kali naik pesawat" jelas Alea.
"Kamu tenang saja, sayang. Disana banyak orang yang akan membantu jika mereka butuh sesuatu" ucap Raka menenangkan.
Huh.
Alea menganggukan kepala nya, dia berharap Ibu nya baik-baik saja.
.
.
.
.
__ADS_1
.