Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 53 S2


__ADS_3

"Siska, apa kau tahu bahwa Bang Raka adalah Abang nya Queen?" tanya Alea saat sudah di dalam Rumah.


Uhuk uhuk uhuk.


Siska langsung saja tersedak makanan yang sedang dia nikmati, sang Ibu pun langsung memberikan air minum untuk Putri kedua nya.


"Kakak, jangan bercanda" ucap Siska.


"Hais, buat apa Kakak bercanda Dek. Queen memang adik nya Bang Raka" balas Alea.


"Berarti selama ini Queen berpura-pura menjadi anak miskin?" tanya Siska dengan helaan nafas kecewa.


"Ya seperti nya begitu, dulu juga Bang Raka melakukan hal itu. Mereka melakukan hal itu guna untuk mencari teman dan pasangan yang tulus pada mereka, karena Bang Raka pernah di manfaatkan oleh kawan nya karena dia kaya raya" jelas Alea.


"Kamu jangan marah pada Queen, karena Kakak yakin dia juga melakukan hal itu ada alasannga. Coba kamu tanyakan dulu dan setelah tahu jangan pergi dari samping nya, kamu harus bisa membuktikan bahwa kamu juga bisa sukses dan layak berteman dengan Queen pada orang-orang di luaran sana" jelas Alea kembali.


Siska menganggukan kepala nya, dia juga yakin bahwa Queen wanita baik dan pasti semua ada alasannya.


"Bagaimana orangtua nya, Raka?" tanya Ayah Alea.


"Alhamdulillah, mereka baik-baik Ayah. Mereka sangat welcome dan tidak sombong" jawab Alea tersenyum.


"Syukurlah Nak, kami bahagia kalau kalian bahagia" ucap Ibu lembut.


Alea dan Siska menganggukan kepala nya, kemudian mereka kembali menikmati makanan dari Raka tersebut.


Setelah selesai, Alea kembali ke kamar nya begitupun dengan yang lain.


"Hufh, aku harus bisa sukses agar nanti nya tidak membuat malu Mama dan Papa" gumam Alea dengan helaan nafas.


"Aku harus segera tidur, besok adalah hari pertama aku bekerja" ucap Alea kembali dengan semangat.


***


Ke esokan pagi nya, Alea bangun lebih pagi dan dia langsung membantu sang Ibu menyiapkan dagangan untuk keliling.

__ADS_1


Hingga hampir jam 6 barulah Alea bergegas siap-siap, dia tidak ingin sampai telat di hari pertama nya bekerja.


"Sudah siap, Kak?" tanya Siska masuk ke kamar sang Kakak.


"Sudah Dek, Kakak pergi dulu ya" jawab Alea tersenyum.


Siska menganggukan kepala nya, dia kemudian menemani sang Kakak sampai di depan Rumah.


"Hati-hati, Nak" ucap Ayah dan Ibu nya.


"Siap Ayah, Ibu" balas Alea.


Alea pergi dengan menggunakan motor matic milik mereka semua, awal nya motor itu selalu di pakai Siska untuk kuliah dan hari ini Alea lah yang memakai.


Dulu Alea dan Siska bekerja sama untuk membeli motor, meski bekas dan terbilang jelek namun mereka tidak masalah selagi bisa di pakai.


Motor melaju dengan kecepatan sedang, karena jarak dari Rumah nya cukup jauh jadi Alea berangkat pagi sekali.


*


Sedangkan Raka, saat ini dia baru saja tiba di perusahaan dan sudah di tunggu oleh Asisten sang Opa.


"Tuan muda, akhir nya anda terjun juga" bisik nya dengan senyuman senang.


"Iya Paman, aku akan menggantikan Paman dan Paman bisa pensiun" balas nya dengan terkekeh.


Kemudian kedua nya melangkah ke ruangan dimana Raka nanti nya akan bekerja. Tak lupa juga sang Paman menelpon HRD untuk membawa karyawan baru yang akan menjadi Asisten Raka nanti nya.


"Bagaimana dengan komplotan itu, Paman?" tanya Raka setelah dia duduk di kursi kebesarannya.


"Mereka semakin menjadi, dan sudah saat nya kita membasmi nya" jawab sang Paman.


Raka menganggukan kepala nya, hingga terdengarlah pintu di ketuk.


"Masuk" teriak Paman.

__ADS_1


Ceklek.


Masuklah kepala HRD dan seorang wanita, Raka langsung menahan senyum nya saat melihat wajah kaget sang Wanita.


"Alea, kamu akan menjadi Aisten pribadi Tuan muda Raka" ucap Kepala HRD.


"Ba baik Pak" balas Alea gugup.


Mereka berbincang sebentar dan akhir nya Kepala HRD bersama Paman pamit dari sana.


Raka menghampiri Alea yang masih terbengong.


"Huh, melamun saja ayo bekerja" goda Raka dengan terkekeh kecil.


"Ck"


"Kenapa kamu tak bilang kalau kamu yang akan jadi CEO nya" ucap Alea dengan gerutuan.


"Karena aku tak ingin kau keluar dari sini, sudahlah sayang ayo bekerja sama dengan ku untuk membuang hama" balas Raka tersenyum.


"Baiklah, Bang" pasrah Alea.


Raka dan Alea lalu duduk berhadapan, mereka membahas masalah keuangan dan beberapa proyek yang dana nya di gelapkan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2