Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 48 S2


__ADS_3

Sore hari nya, keluarga kecil Delima sudah siap unruk berangkat ke Puncak. Mereka akan menggunakan mobil yang muat untuk berempat dan beberapa barang yang di bawa.


Raka sendiri yang akan menyetir dengan di temani oleh Queen di samping nya.


Delima dan Alfans hanya bisa mengangguk pasrah saja, tadi nya mereka akan menggunakan sopir tetapi Raka dan Queen menolak tegas.


"Apa semua nya sudah siap?" tanya Alfans.


"Sudah Pa, ayo berangkat" jawab Queen semangat.


"Yasudah ayo" ucap Alfans.


Kemudian mereka memasuki mobil, tak lupa juga penjaga dan beberapa pelayan ikut serta di mobil belakang yang di sopiri oleh anak buah Alfans.


Mobil perlahan melaju meninggalkan bangunan yang begitu megah. Raka melajukan nya dengan kecepatan sedang saja, dia tidak akan buru-buru karena nanti akan malam di jalan saja.


"Huh aku sudah sangat rindu dengan suasana Indonesia, apalagi sejuk nya Villa" ucap Raka tersenyum.


"Kenapa memang nya disana Bang? Bukannya seru ya, bertemu cewek-cewek cantik yang menggoda" olok Queen dengan tertawa kecil.


"Bukannya senang, yang ada malahan Abang takut melihat mereka yang terkesan sangat agresif" ucap Raka bergedik ngeri.


Haha. Tawa Queen langsung pecah saat melihat wajah sang Abang yang terlihat ngeri. Sedangkan Al dan Delima hanya tertawa kecil saja.


"Apa kabar nya wanita yang sexy itu, Bang?" tanya Delima terkekeh.


"Sudah pulang ke Negara nya Ma, hih Abang risih sekali" jawab Raka.


"Ehem, apa belum ada calon mantu buat Mama dan Papa nih" goda Alfans santai.


Uhuk.


Raka tersedak ludah nya sendiri saat sang Papa membahas masalah pasangan, dia lalu menatap Mama dan Papa nya lewat kaca tengah.


"Kenapa lirik-lirik gitu, kalau memang ada kenalin lah jangan di sembunyiin gitu" celetuk Delima.


"Nanti ya kalau Abang sudah benar-benar kerja, malulah masa bawa cewe belum ada pekerjaan" ucap Raka dengan cengiran nya.


"Wah wah Queen bakalan dapat Kakak ipar nih" celetuk Queen dengan heboh.

__ADS_1


Raka hanya tersenyum kikuk saja, dia lalu menatap Papa dan Mama nya yang sedang menatap dia seolah meminta kejelasan.


"Ehehe nanti saja Raka jelasin ya" ucap Raka cengengesan.


"Mama tunggu" balas Delima tegas.


Raka mengangguk patuh.


Obrolan mereka kembali berlanjut hingga mobil yang di kemudikan Raka berhenti tepat di halaman masjid besar dan di seberang nya ada Restoran.


Raka sengaja berhenti disana karena memang sudah memasuki waktu magrib.


**


Tepat jam 9 malam mereka sampai di Villa, udara yang sejuk menyambut mereka dengan temaram cahaya bulan.


Raka menghirup udara segar disana dengan tangan yang di rentangkan.


Beberapa pelayan kesana kemari membawa perlengkapan mereka selama di Villa itu.


"Selamat datang, Tuan dan Nyonya" sapa pengurus Villa yang di tugaskan oleh Delima.


"Baik Tuan besar" balas nya patuh.


Queen memeluk Mama nya dengan erat, dia tidak terbiasa dengan cuaca dingin yang di bilang sejuk oleh Raka.


"Abang, nanti aku minta jagung bakar ya. Disini dingin sekali" celoteh Queen dengan masih memeluk Delima.


"Hei ini itu udara alami, sejuk lagi" ucap Raka seraya duduk di samping sang Papa.


Huh.


Queen hanya mendengus, dia merapatkan kembali pelukannya pada sang Mama agar hangat.


Raka dan Alfans langsung saja memulai menyalakan api untuk membakar jagung. Mereka sengaja akan mengerjakan sendiri dan tak ingin di ganggu oleh siapapun dalam acara keluarga ini.


"Uhh aku senang berkumpul kembali dengan kalian, aku selalu rindu moment ini jika di Negara orang itu" ucap Raka dengan helaan nafas kasar.


"Kita akan terus begini sampai nanti kamu memiliki keluarga sendiri sayang" balas Delima lembut.

__ADS_1


"ya Abang, karena Queen juga akan melanjutkan belajar disini saja dan gak mau jauh dari Mama" timpal Queen.


"Kau kan memang tidak bisa jauh dari Mama, Queen" ledek Raka dengan memberikan jagung yang siap di bakar pada Alfans.


"Biarin" balas Queen menjulurkan lidah nya dengan tawa renyah.


Raka hanya mendengus saja. Semenjak sang Adik hadir, hari-hari nya lebih menyenangkan namun dia juga sudah pasti harus merelakan sang Mama dikuasai sang Adik, tetapi dia tak pernah marah ataupun cemburu.


Malam semakin larut, keluarga Delima pun beranjak masuk ke dalam Villa dan ke kamar nya masing-masing untuk istirahat.


Namun tidak dengan Raka, dia masih menikmati udara sejuk disana dengan duduk di teras depan.


Drrt.


Ponsel nya bergetar singkat yang pertanda ada pesan masuk.


Raka melihat nya dan terbitlah senyum nya dengan sangat manis seperti Delima. Dia langsung saja membalas pesan tersebut dan bergegas masuk ke dalam.


"Sebentar lagi, tunggulah aku" gumam Raka dengan bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2