Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 52 S2


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Rak dan keluarga nya duduk di ruang keluarga. Queen masih tetap menempel pada Alea dan membuat Raka menghela nafas kasar.


"Sejauh mana hubungan kalian, Nak?" Tanya Alfans.


"Kami sudah menjalin hubungan udah 3 tahun dan tahun ini ke 4" jawab Raka setenang mungkin.


"Wah udah lama?" Tanya Delima.


Alea hanya menganggukan kepala nya, dia masih terlalu gugup.


"Cepatlah ke jenjang yang serius, karena itu lebih baik" saran Alfans.


Raka tersenyum, restu dari orangtua nya sudah ia kantongi. Bahkan jauh sebelum ini, Raka sudah meminta Alea dengan baik-baik pada orangtua nya dan dia sudah di restui.


"Paman, bolehkah ku berpendapat?" Tanya Alea takut.


"Hei tenanglah, kita sudah jadi keluara sekarang" ucap Delima tersenyum.


"Benar apa kata Mama, santai aja Kak" timpal Queen.


Alea mengangguk, dia lalu menghembuskan nafas lega dan lebih santai.


"Pendapat apa, Nak?" Tanya Alfans


"Bolehkah jika aku bekerja lebih dulu, aku ingin membuat orangtua ku lebih baik" ucap Alea.


"Tentu saja, Nak. Kami hanya akan melamar mu lebih dulu dan selebihnya kalian yang akan menentukan" balas Al tersenyum.


"Terimakasih, Paman" ucap Alea bahagia.


"Kepercayaan adalah nomor satu dalam hubungan, apapun masalah nya kalian harus bisa saling terbuka dan santai. Insya Allah dengan begitu kalian akan aman damai" ucap Delima lembut.

__ADS_1


"Iya Ma, Abang akan mendengarkan semua nasihat kalian" balas Raka tersenyum.


Alea hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum.


Hari semakin malam, Raka berpamitan untuk mengantarkan Alea karena sudah terlalu malam.


Delima dan Al pun mengangguk, hanya Queen yang mengantarkan kepergian mereka sampai ke depan.


**


Raka menggenggam tangan Alea selama di perjalanan, dia merasakan sangat bahagia karena orangtua nya sudah merestui mereka.


"Aku bahagia sekali, Dek" ucap Raka melirik sekilas pada Alea.


"Bukan hanya Abang, aku pun sama bahagia nya. Tunggu aku sampai membuat keluarga ku bisa di pandang layak ya, dan saat itu tiba aku akan segera menerima ajakan nikah dari mu" balas Alea tersenyum.


"Tentu saja, sayang. Bekerja lah dengan giat, aku tau kau tak akan menerima bantuan dariku" kekeh Raka.


"Beli sesuatu dulu ya buat Ibu sama Bapak dan Adek kamu" ucap Raka menghentikan mobil nya di pinggir jalan.


"Jangan terlalu banyak" tegas Alea.


"Iya sayang" balas Raka tersenyum.


Kemudian mereka turun dan mendekati gerobak yang jualan martabak, ada juga makanan lainnya disana.


Raka membeli beberapa makanan untuk keluarga Alea dan Alea hanya bisa pasrah saja.


Setelah selesai, Raka dan Alea kembali masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.


Hingga tak berselang lama mereka sampai di Rumah sederhana milik Alea.

__ADS_1


"Ayo masuk dulu" ajak Alea.


Raka mengangguk, dia sekalian akan pamit pada calon mertua nya.


"Kalian sudah kembali?" tanya Bapak ramah.


"Iya Pak, Maaf kemalaman ya" jawab Raka tak enak.


Bapak hanya menganggukan kepalanya dengan senyuman di wajah nya.


"Pak, Buk, Raka langsung pulang ya dan ini ada sedikit makanan untuk kalian" pamit Raka sopan.


"Ya ampun Nak Raka kenapa selalu repot bawa makanan" ucap Ibu tak enak.


"Tidak apa Bu, di makan ya" balas Raka tersenyum.


Raka menyalami kedua orangtua Alea, setelah nya dia pulang karena sudah malam. Alea mengantar nya sampai di depan mobil.


"Hati-hati" ucap Alea lembut.


"Iya Sayang" balas Raka.


Mobil melaju dengan sedang dan Alea pun langsung masuk ke dalam Rumah.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2