Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 43


__ADS_3

Setelah pulang dari Resto, Al membantu Delima yang hendak mengganti pakaiannya. Delima merasa seperti wanita lemah dan bepenyakitan jika sudah bersama Al, dia akan selalu siaga dan membantu apapun agar dirinya tidak kesusahan.


"Mas, aku ini sehat dan masih bisa sendiri" ucap Delima lembut.


"Tidak sayang, kamu itu selalu butuh bantuan ku. Jadi, terima beres saja seperti saat kita membuatnya ada di rahim kamu" bisik Alfans dengan senyum nakal nya.


Buk.


"Kenapa mesu* sekali sih Suami aku" kekeh Delima menampar lengan Suami nya yang akan hinggap di da*a.


Alfans sontak langsung tergelak, dia memeluk Delima yang sedang duduk bersandar di ranjang.


"Sayang, kenapa kamu selalu membuat aku gemes banget sih. Rasanya ingin memakanmu" celetuk Alfans menguselkan kepala nya di da*a Delima.


"Kode ini mah" cebik Delima.


Al terkekeh sambil memandangi wajah Delima, dan Delima hanya bisa mengangguk pasrah saja.


Cup.


"Kau memang terbaik Mama anak-anak" bisik nya penuh kemenangan.


Dan malam itu pun terjadilah pertempuran sengit Suami-Istri yang sedang menggelora, peluh keringat membasahi keduanya yang mana tidak mengganggu sama sekali kegiatan mereka. Malah membuat mereka menjadi untuk segera mencapai puncak nirwana.


**

__ADS_1


Hari demi hari terlewati begitu saja, begitupun dengan perubahan Randi yang di rasakan oleh Vini.


Setelah 2 bulan di rawat dan melakukan terapi, hari ini Vini keluar dari Rumah sakit dengan keadaan sehat. Mereka melangkah ke arah mobil dimana sudah ada Ferdi disana.


"Langsung ke Rumah Mbak Delima saja, Mas" ajak Vini.


"Baiklah, kita akan meminta maaf dan memulai semuanya dengan damai tanpa ada bayang-bayang masalalu. Semuanya biarkan bahagia dengan semestinya" balas Randi lembut.


Vini mengangguk, kemudian Ferdi melajukan mobil nya ke arah mansion Delima.


Dia sudah memastikan bahwa itu adalah hunian Delima dan memang benar.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, dan sepanjang jalan jantung Vini berdegup dengan kencang. Dia merasakan cemas berlebih karena takut di tolak oleh Delima.


"Tenang saja, sayang. Aku tahu Delima itu baik, kita saja yang jahat karena telah mengkhianati dia" ucap Randi.


Randi memeluk Vini agar Istri nya tenang, dia juga merasakan hal sama seperti Vini. Raka, dialah orang yang paling Randi takuti tidak memaafkannya.


Ayah Deni pun belum sempat menemui mereka, masalah di perusahaan mengakibatkan dirinya harus fokus pada perusahaan dan bahkan Delima serta Alfans pun ikut membantu nya.


Raka sendiri sibuk dengan urusan sekolah nya, dia sedang mendaftar di sekolah menengat atas favorit di Kota tersebut.


*


Mobil tiba di luar pagar mansion megah, Randi keluar dan menghampiri post penjaga.

__ADS_1


"Maaf Pak, apa Bu Delima nya ada?" tanya Randi.


"Nyonya Delima dan yang lainnya tadi pergi ke Rumah sakit x karena Nyonya merasakan perut nya sakit" jelas penjaga dengan sopan.


"Oh baiklah, terimakasih Pak" balas Randi.


Randi langsung saja masuk kembali ke dalam mobil dengan tergesa.


"Ada apa Mas?" tanya Vini bingung.


"Fer, ayo putar balik ke Rumah sakit tadi. Delima akan melahirkan dan semuanya berada disana" ucap Randi pada Ferdi.


"Kita temui mereka disana saja ya, sayang" ucap Randi pada Vini.


Vini mengangguk, dia tersenyum saat Randi memeluk nya kembali.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2