Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 55 S2


__ADS_3

Queen dan Siska duduk di kursi Taman, mereka menikmati udara siang dengan angin sepoy-sepoy.


Dan, Queen langsung saja bercerita pada Siska tentang semua nya. Queen tak menutupi apapun lagi pada nya, bahkan alasan dia berpura-pura.


"Emm jadi begitu ya" ucap Siska menghela nafas kasar.


"Tapi, aku kok jadi minder ya Queen" celetuk Siska kembali.


Pletak.


"Apa yang kau bilang hah, kau berjanji tetap akan menjadi sahabat ku satu-satu nya" kesal Queen dengan mendaratkan jitakan di kepala Siska.


"Ish kebiasaan mu itu gak hilang, iya iya aku gak bakal pergi aku hanya ingin lebih giat lagi belajar agar bisa sukses seperti Kakak ku dan nanti nya kamu akan bangga padaku" ucap Siska dengan wajah tengil nya.


Queen tersenyum, dia lalu memeluk Siska dengan erat.


"Aku yakin, kalian akan sukses dan membanggakan semua orang, termasuk Ayah dan Ibu mu" balas Queen lembut.


Siska hanya menganggukan kepala nya, dia lalu mengajak Queen untuk pulang karena sudah hampir sore hari.


"Boleh mampir dulu gak?" tanya Queen.


"Ayo, kayak sama siapa aja" jawab Siska.


Queen membeli beberapa makanan dan masakan dari Resto cepat saji, meski sudah di larang Siska namun dia keukeuh ingin memberikan Ayah dan Ibu Sika makanan.

__ADS_1


Dan Siska? Dia hanya bisa pasrah saja.


Mereka berdua sampai di Rumah Siska, Ayah dan Ibu nya hanya di buat geleng-geleng karena melihat banyak nya belanjaan Queen. Memang bukan satu kali atau dua kali Queen membawa makanan banyak, bahkan setiap Queen ke Rumah Siska sudah pasti membawa banyak makanan.


"Nak, kenapa selalu merepotkan" ucap Ayah tak enak.


"Tak apa Ayah, Ibu. Aku senang kok membawa nya dan ini juga bukan dari uang Mama, Papa ku, ini aku murni uang jajan yang di kumpulkan" balas Queen tenang.


"Heh selalu saja itu alasan mu" cibir Ayah dengan mengacak rambut Queen karena gemas.


"Hehe" Queen hanya cengengesan dan meletakan makanan tersebut di meja yang ada di dapur.


Siska membantu Ayah nya yang akan berjualan keliling, dia hanya akan ikut jika sedang free saja di Rumah.


"Ayah, ayo aku bantu jualan" celetuk Queen dengan semangat.


"Ayah ayolah, aku kan dulu juga sering bantu Ayah jualan rujak kenapa sekarang tidak boleh" rengek Queen dengan wajah memelas.


"Nak, sekarang Ayah tahu siapa kamu sebenarnya dan Ayah tak ingin membuat Tuan putri ini kelelahan" ucap Ayah lembut.


Queen hanya menghela nafas kasar, ini nih alasannya kenapa dia tak mengaku pada keluarga Siska. Bahkan Mama dan Papa nya pun tahu bahwa dia sering ikut berjualan keliling atau mangkal bersama Siska dan Ayah nya.


Queen menundukan kepala nya dan mengangguk dengan lesu, dia lalu masuk ke dalam Rumah.


Siska, Ayah dan Ibu menghela nafas.

__ADS_1


"Baiklah ayo, Ayah akan mangkal di dekat Taman" ucap Ayah yang tak tega.


"Ayah" ucap Ibu dan Siska.


Ayah hanya menganggukan kepala, dia tak tega melihat wajah murung Queen.


"Yeay ayo Siska kita akan membuat dagangan Ayah laris manis" teriak Queen dengan bahagia.


Siska menganggukan kepala nya, kemudian mereka berangkat bersama dengan Ayah.


Queen berteriak sepanjang jalan bersahutan dengan Siska, dia sangat menikmati keseharian nya walaupun tahu bahwa ada beberapa penjaga yang selalu mengikuti nya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2