Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 39


__ADS_3

Randi melenggang mendekati ranjang pasien, dia kemudian duduk di samping ranjang tersebut.


"Bangunlah, Vin. Maafkan aku yang terlalu egois dan ambisius akan Delima" ucap Randi lirih.


"Aku mohon, bangunlah dan maafkan aku. Namun untuk melepaskanmu aku tak bisa Vin, jujur saja aku masih mencintaimu dan entah kenapa aku malah berambisi mendapatkan Delima kembali" gumam Randi kembali dengan memegang tangan Vini erat.


"Bangunlah, kita akan merajut kisah kita bersama berdua. Benar apa kata Ibu, karena hanya kamu yang mau bersamaku yang mand*l ini dan hanya kamu yang menerimaku apa adanya" ucap Randi.


Dia mengecup tangan Vini lembut, tersirat jelas penyesalan yang ada di mata nya. Entah kenapa dia baru sadar akan kesalahan yang mana membuat nya hampir kehilangan Istri nya.


-Flashback.


Ibu Vini menatap Randi dengan tatapan penuh kekecewaan yang mendalam.


"Jika memang kau sudah tak membutuhkan Vini sekira nya lepaskan saja dia, jangan kau ikat dengan pernikahan yang kamu sendiri mengabaikan dia sebagai seorang Istri dan kamu sendiri sibuk mengejar Delima" ucap Ibu Vini.


"Ibu tau, diantara kalian ada Raka namun seharus nya kau dan Vini berjuang untuk mendapatkan maaf dari mereka hingga Raka sendiri memaafkan kalian dan menerima kalian kembali" jelas Ibu Vini.


Deg.


Randi mematung mendengarkan ucapan mertua nya, dia lalu menatap Ibu mertua nya dengan tatapan sendu.


"Ibu benar, seharusnya aku dan Vini berjuang meminta maaf akan Delima dan Raka. Aku juga seharus nya tidak berambisi seperti ini, dan ini akan menyakiti Vini" gumam Randi.


"Ya memang benar, kamu jangan mengulangi kesalahan yang sama" ucap Ibu mertua dengab tersenyum.

__ADS_1


"Maafkan Randi, Bu" ucap Randi lirih.


Ibu mengangguk, dia mengusap lembut punggung menantu nya.


-Flashnow.


Hingga tak lama kemudian Ibu Vini datang kembali dan membawa makanan untuk Randi.


"Makan dulu, Nak. Biar Ibu disini yang nunggu" ucap Ibu Vini memberikan keresek di tangannya


"Terimakasih, Bu" balas Randi.


Randi langsung saja duduk di sofa, dia makan siang dengan sedikit tergesa karena tak ingin meninggalkan Vini barang sedetik pun.


Randi hanya tersenyum kecil, dia mengangguk dan menyelesaikan makan nya.


"Nak, bangunlah dan lihat bagaimana Suami mu sekarang. Ibu berharap kalian akan tetap bersama dan menjalani kehidupan rumah tangga hingga maut memisahkan" bisik Ibu Vini tepat di telinga sang Putri.


Ibu Vini mengusap lembut kening dan pipi Putri nya, dia merasakan sakit saat menatap Putri nya yang belum sadar juga padahal sudah melewati masa kritis.


"Bu" ucap Randi.


"Ya, Nak?" balas Ibu.


"Aku titip Vini dulu ya, ada meeting online sebentar" ucap Randi.

__ADS_1


"Pergilah, Ibu tidak akan kemana-mana juga" balas Ibu tersenyum.


Randi kemudian membawa laptop nya ke arah sofa yang ada di pojok ruangan. Dia akan meeting dan Ferdi sedang meninjau pekerjaan lainnya di lapangan.


**


Ferdi sendiri masih meninjau pembangunan Rumah yang di pesan oleh klien nya lewat Randi. Dan tepat sekali Rumah tersebut berhadapan dengan mansion mewah Delima.


"Itu bukannya Den Raka" gumam Ferdi saat melihat tubuh Raka yang ada di pos penjaga.


Lalu Ferdi mendekati nya dan benar saja bahwa itu Raka, Putra semata wayang nya Randi.


"Apa ini mansion Delima" tebak Ferdi dengan penuh terkaan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2