Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 49 S2


__ADS_3

Ke esokan pagi nya, Raka sudah pergi joging di sekitaran Villa dengan semangat. Bahkan dia tidak menghiraukan keluarga nya yang masih bergulung selimut karena udara sangat dingin.


"Hufh, lebih baik aku kembali ke Villa" gumam Raka saat dia sampai di persinggahan jalan.


Raka kembali ke Villa dengan segera, bukan hanya karena sudah agak siang dia juga sangat lapar.


**


Sedangkan di Villa, Queen dan Delima baru saja selesai menata makanan hasil masakan berdua.


Semalam, Delima melarang pelayan untuk memasak karena dia sendiri yang akan melakukannya. Para pelayan hanya melakukan bersih-bersih saja dan menikmati liburan.


"Ma, apa Raka belum kembali dari joging nya?" tanya Alfans.


"Belum kayak nya, Pa. Mungkin sebentar lagi" jawab Delima.


Hingga tatapan mereka melihat ke arah pintu utama dan masuklah Raka yang baru kembali.


"Abang, ayo kita sarapan nanti kita berenang di Pantai belakang" ucap Queen dengan semangat.


"Ayo Queen, wah wah ada sambal dan lalaban" celetuk Raka dengan bahagia.


"Ya ampun, sudah pernah hidup di Amerika juga ternyata tak lupa dengan sambal dan lalaban" olok Queen dengan duduk di samping sang Mama.


"Sudah-sudah, ayo makan" ucap Alfans tersenyum.


Mereka kemudian memulai sarapan nya dengan lahap, apalagi masakan buagan Delima sangat enak.

__ADS_1


Setelah sarapan selesai, Queen dan Raka langsung beranjak ke Pantai yang ada di belakang Villa.


"Ahh menyegarkan sekali" ucap Queen setelah dia terpapar matahari


"Ayo sini berendam" ajak Raka yang sudah berada di dalam air laut.


Dengan segera Queen pun langsung menceburkan diri kesana, keduanya menikmati masa-masa liburan dengan bebas.


"Bagaimana sekolah kamu, Dek?" tanya Raka.


"Baik Abang, semuanya biasa saja karena aku masih mengaku anak orang sederhana" jelas Queen.


"Memang nya belum dapat temen yang tulus? Apa mereka gak curiga?" tanya Raka kembali dengan serius, karena dari kecil Queen memang menyembunyikan status nya yang ternyata orang terpandang.


"Ada sih Bang, dia orang sederhana banget dan anak beasiswa. Bahkan aku pernah ke Rumah nya, dia anak orang tak punya Abang" jelas Queen dengan helaan nafas kasar.


"Apa itu orang yang kamu bantu lewat Mama , Papa?" tebak Raka.


"Teruslah berbuat baik agar kelak kamu menerima hasil nya, sayang" ucap Raka dengan lembut.


"Nanti deh aku kenalkan dia pada kalian, karena dia juga mempunyai Kakak yang sedang dalam perjalanan pulang setelah selesai mengenyam pendidikan di luar negeri" jelas Queen.


"Wah benarkah sayang? Apa dia juga karena beasiswa?" tanya Delima yang baru saja tiba bersama Al.


Queen kembali mengangguk, dia beringsut mendekati sang Mama dan duduk di sebelah nya.


"Ya, Ma. Kakak nya juga mendapatkan beasiswa dan kata nya sih dia sudah pulang. Dan kabar bahagia nya dia akan menjadi karyawan Abang yang memang sudah dia impikan untuk bekerja disana" jawab Queen tersenyum.

__ADS_1


"Ehemm, bagaimana kenalannya dengan teman Abang dulu" ucap Raka lirih sambil duduk di hadapan ke tiga orang itu.


Ehh.


Kaget Delima dengan di iringi kekehan Alfans dan Queen, mereka lalu melihat wajah Raka yang nampak malu-malu.


"Bawalah ke hadapan kami, kami tidak akan melihat dia dari kasta ataupun derajat. Sekalipun dia anak pemulung tetapi dapat membuat kamu bahagia maka kami akan meresteui nya" jelas Alfans dengan tegas.


"Itu juga berlaku untukmu kelak, Queen" timpal Delima.


"Ya Pa, Ma. Besok aku akan menjemput nya dan membawa kemari. Kebetulan dia juga baru pulang bareng sama Abang kemarin" balas Raka tersenyum.


"Wahh Queen akan dapat Kakak ipar nih, Ma, Pa" celetuk Queen dengan girang.


Raka hanya terssnyum kecil, dia bahagia karena memang secepat nya ingin mengenalkan wanita pujaan hati nya yang sudah hampir 3 Tahun ini bersama.


Delima maupun Al memang tidak membatasi mereka dalam berteman ataupun memiliki pasangan. Mereka hanya ingin kedua nya bahagia tanpa ada kepura-puraan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2