
Hingga siang Raka dan keluarga nya masih betah di bibir pantai, bahkan mereka menyalakan api untuk bakar ikan dan jagung.
Queen begiyu menikmati kebersamaan mereka sebelum nanti kembali sibuk dengan sekolah nya yang hanya beberapa bulan lagi.
"Kapan Abang akan membawa teman itu?" tanya Delima.
"Awal nya besok, namun kita kan masih disini dan Abang akan membawa nya nanti setelah kita di Rumah" jawab Raka tersenyum.
"Baiklah, Nak. Mungkin lusa kita sudah kembali karena Papa ada pekerjaan yang mendesak" ucap Alfans pada kedua anak nya.
Raka mengernyitkan kening nya, setahu dia sang Papa sudah pensiun.
"Ini masalah di kantor Papa, dan hanya Papa yang bisa mengatasi nya karena masih tanggung jawab Papa. Nanti kalau Queen sudah ambil alih baru Papa pensiun sungguhan" jelas Alfans saat melihat tatapan Raka.
"Oke Pa, namun ingat jangan terlalu lelah" balas Raka lembut.
Alfans mengangguk, dia merasakan bahagia saat anak-anak nya sangat mempedulikan dia dan juga sang Istri. Bahkan tak segan mereka membatalkan janji jika dari salah satu dari orangtua nya yang sakit.
Setelah puas bermain di pantai, Raka dan keluarga nya kembali ke Villa untuk makan siang. Delima dan Alfans tidak basah karena memang tidak menceburkan diri ke air.
"Ma, Pa, kalian duluan saja makan dan jangan menunggu kami. Kami mungkin lama karena akan membersihkan diri dulu" ucap Raka sebelum masuk ke kamar nya.
"Yasudah Nak, kami akan duluan makan siang. Nanti kalian langsung saja ke meja makan" balas Alfans.
Raka dan Queen mengangguk, kemudian mereka berdua masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Sedangkan Al dan Delima langsung ke meja makan untuk makan siang berdua saja.
🌸
__ADS_1
Raka memilih berdiam diri di gazebo belakang Villa, dia melihat ponsel nya dan langsung menekan nomor yang memang sudah sangat dia ingin hubungi.
"Assalamualaikum" sapa Raka dengan lembut.
"....."
"Lusa aku akan kembali dari sini, mungkin ke esokannya akan langsung menjemputmu dan mengenalkan kamu pada Mama dan keluarga ku" jelas Raka dengan senyuman di wajah nya.
"....."
"Baiklah, aku tutup dulu telepon nya ya" ucap Raka.
Tut.
Raka menutup telepon nya saat mendengar balasan dari sebrang sana. Dia bahkan masih saja tersenyum dengan menatap layar ponsel nya.
"Ehemmm" dehem Alfans yang berada di belakang Raka.
"Papa" kaget Raka dengan mengelus dada nya.
Al terkekeh, kemudian dia duduk di samping Putra sulung nya.
"Apakah itu calon menantu Papa?" tanya Alfans santai.
"InsyaAllah Pa, doakan saja ya" jawab Raka.
Alfans mengangguk, dia kemudian menepuk pelan punggung Raka.
"Bagaimana kalau sepulang dari sini kita semua ke makam Ayah, Opa dan Oma" ajak Alfans.
__ADS_1
"Tentu saja Pa, aku juga sudah rindu dengan mereka. Nanti aku juga akan bertemu dengan tante Vini" ucap Raka tersenyum.
"Ya itu juga sama Bunda mu, Nak" balas Alfans.
Yaps, selama ini Delima maupun Al tidak pernah melarang Raka untuk menemui Vini. Bahkan Delima juga tidak membenci nya selepas apa yang pernah terjadi pada nya, dia bahkan berteman dengan Vini namun tak sedekat dulu.
"Oh iya, kemana Queen dan Mama?" tanya Raka.
"Mereka sedang istirahat, Nak" jawab Alfans.
"Raka, jika suatu saat nanti kamu menikah dengan wanita manapun pilihan mu, ingatlah satu hal bahwa Ibumu juga sama seorang wanita. Jadi kamu tidak akan mungkin tega menyakiti nya ataupun membuat dia bersedih, apalagi kamu mempunyai Adik perempuan. Papa hanya ingin kau menjadi pria yang bertanggung jawab, jadikanlah masalalu Mama dan Ayah mu pelajaran" jelas Alfans.
"Ya Papa benar, aku selalu belajar dari setiap kejadian. Aku tidak akan mungkin membiarkan wanita yang aku sayangi menangis, jikapun dia menangis itu adalah air mata kebahagian" balas Raka yakin.
Alfans tersenyum, dia menepuk pelan pundak Raka dan beranjak dari sana.
Begitupun dengan Raka, dia membalas senyuman Papa nya dengan hangat.
Raka pun ikut beranjak dari sana karena hari sudah mulai sore, dia akan beristirahat sejenak sebelum nanti akan jalan-jalan bersama dengan Queen.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.