Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!

Perselingkuhan, Suami Dan Sahabatku!
Bab 54 S2


__ADS_3

Hingga jam istirahat pun tiba, Alea dan Raka masih memeriksa berkas yang masih banyak.


Tok.


Tok


"Masuk" teriak Raka mengalihkan pandangan pada pintu.


Ceklek.


Masuklah Paman dengan paperbag di tangannya, dia menyimpan nya di atas meja depan sofa.


"Makanlah dulu, nanti kerja lagi" ucap Paman dengan tegas.


"Baik Paman, apa Paman sudah makan?" tanya Raka sambil menutup berkas.


Paman menganggukan kepala nya, dia lalu pamit kembali untuk pulang.


Setelah sang Paman pulang, Raka mengajak Alea untuk menikmati makanan yang ada di meja lebih dulu.


"Mas, ini kita rugi banyak jika tidak langsung di usut" ucap Alea beranjak dari hadapan berkas.


"Besok kita akan langsung urus semua nya, jadi sekarang kita bereskan dulu pekerjaan ini" balas Raka lembut.


"Kalau telat saja masuk kesini , sudah habis perusahaan ini" kekeh Alea sambil menyiapkan makanan untuk Raka.


"Makan dulu, nanti kita bereskan semua nya agar cepat selesai" ucap Raka.


Alea menganggukan kepala nya, kedua nya makan siang dengan tenang dan sesekali Raka bertanya pada Alea.


**

__ADS_1


Sedangkan di ruangan yang lain, berkumpul hampir 5 orang yang sedang ketar-ketir.


"Bagaimana kalau semua nya terbongkar dan kita harus siap masuk ke dalam penjara" ucap kepala marketing.


"Ck tenang saja, kita melakukan ini sudah 2 tahun dan aman-aman saja" kesal kepala keuangan.


"Ayo bubar, nanti ada yang curiga" ucap yang lainnya.


Mereka membubarkan diri dan keluar dari ruangan kepala keuangan, perasaan mereka masih gundah dan gulana karena CEO yang asli sudah turun tangan.


"Aku yakin akan tamat riwayat kita" gumam salah seorang dari mereka.


"Ssttt diamlah" ucap kepala marketing.


Mereka lalu berpisah dan masuk ke dalam ruangan masing-masing dengan wajah tegang. Tidak bisa di pungkiri bahwa mereka memang sangat gelisah.


*


"Ck, ternyata mereka berkhianat" gumam Raka saat melihat siapa saja yang membuat ulah.


"Maaf Pak, ini yang harus anda tanda tangani" ucap Alea dengan profesional.


"Simpanlah, dan kau coba cek berkas ini" balas Raka sambil memberikan berkas kerja sama dengan perusahaan X.


Saat Alea akan kembali ke meja nya, Raka memegang tangan Alea.


"Pakailah ini, supaya semua orang tahu bahwa kamu adalah milikku" ucap Raka sambil menyematkan cincin berlian di jari manis Alea.


"Terimakasih" balas Alea dengan tersipu malu, bahkan wajah nya memerah karena bahagia dan penuh haru.


"Kembali lah bekerja" ucap Raka.

__ADS_1


Alea mengangguk, kemudian mereka kembali bekerja dengan benar. Alea memeriksa berkas kerja sama tersebut dengan teliti dan benar saja bahwa pihak klien membuat kecurangan.


"Ck, mereka seperti nya berkomplotan" gumam Alea dengan gelengan kepala.


**


Sedangkan Queen, dia janji bertemu dengan Siska dan menjelaskan semua nya. Tadi pagi Siska menelponnya dan merajuk karena Queen berbohong dengan dirinya.


Queen dan Siska bertemu di pedagang bakso langganan mereka yang ada di Taman tak jauh dari Rumah Siska.


"Queen" teriak seorang gadis dengan melambaikan tangannya.


Queen pun dengan segera menghampiri nya, dia duduk di hadapan Siska dengan tersenyum kecil dan Siska memasang wajah kesal.


"Makan bakso dulu ya, nanti ngomel nya" kekeh Queen.


"Sudah aku pesankan" ucap Siska ketus.


Queen hanya tersenyum kecil dan menganggukan kepala nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2