Pesona Alisa

Pesona Alisa
BAB 31


__ADS_3

tiba di markas


-------------------- RED DEVIL QUEEN ----------------------


"selamay datang queen"ucap mereka serempak


"hm"ujar alisa datar


"wah bagus juga markas lo"ucap jenny yang menganggumi semua yang ada di dalam markas alisa


"biasa aja"ucap alisa datar


"eh...eh... lo mau kemana al?"tanya jenny


"penjara lo mau ikut?"


"hah..!!! di sini ada penjara? massa sih? gue nggak percaya"


"serah, gue cabut lo di kamar gue aja"


"tapi gue nggak tau kamar lo di mana"


"nanti bi surti antar lo ke kamar gue"ucap alisa membalikkan badannya berjalan menuju penjara bawah tanah


jenny yang masih bingungpun tak banyak bicara, jenny mulai mengikuti langkah bi surti menuju kamar alisa yang berada di lantai 3


mereka menggunakan lift atas suruhan alisa, karena yang berhak menggunakan lift adalah keluarga,sahabat,serta bi surti karena alisa sudah mengganggap bi surti sebagai keluarganya.


trinng....


liftpun berhenti, jenny yang nampak kagum dengan hiasan dan arsitektur ruangan yang sangat bagus, yang bisa membuat siapa saja akan merasa tenang dan damai, di lantai 3 hanya ada dua kamar, kamar yang satu di tempati alisa sedangkan kamarnya yang satu adalah barang barang peninggalan mamanya.


jenny yang melihat satu kamar rahasia itu jenny langsung bertanya pada bi surti.


"bi yang satu itu kamar siapa?"tanya jenny


"oh kamar yang itu"tunjuk bibi


"iya"


"itu adalah kamar peninggalan almarhum nyonya rose, non selalu mengingatkan bibi untuk membersihkan barang barang yang ada di kamar itu, selain bibi tidak satupun yang berani masuk ke dalam kamar itu"jelas bibi yang membuat jenny merasa kagum sama alisa


"oh ya... andaikan tante rose masih hidup tante pasti bangga dengan alisa tapi, sayang tuhan sudah lebih dulu panggil tante rose, hiikkss.. tante rose orang yang paling baik hikss... semoga tante rose bisa tenang di alam sana, Aamiin"ujar jenny dengan raut wajah sedih


"sudah... sudah... jangan terlalu larut dalam kesedihan, bibi yakin nyonya sudah tenang di sisi tuhan, bibi berharap non alisa selalu mendapatkan kebahagiaan, mari kita lanjutkan lagi perjalannya"ucap bi surti yang masih menenangkan non jenny


"iyah bi, kamar alisa masih jauh ya bi?"tanya jenny


"tidak, kamarnya non alisa bersebelahan dengan kamar ini, empat langkah lagi kita sudah sampai"


ceklek...

__ADS_1


"ini kamar non alisa, silahkan masuk, kalo butuh apa apa hubungi bibi lewat telpon saja non biar nggak ribet tinggal pencet nomor satu langsung terhubung dengan telepon bibi"jelas bi surti


"iya bii makasih"


"sama sama bibi permisi, mau lanjut pekerjaan bibi yang tertunda" ucap bi surti yang langsu g di anggukan jenny


setelah bibi keluar dari kamarnya alisa, jenny menjelajahi kamar yang di tempati alisa, nuansa yang sangat adem rasanya jenny tidak ingin pulang ke rumah, berbagai foto kebersamaan alisa dan keluarganya penuh keharmonisan namun ada satu foto yang terselip diantara foto keluarga alisa yaitu foto masa kecil alisa dengan seorang anak kcil yang begitu tampan, jenny menyimpan foto itu dan ingin menanyakan tentang foto itu dengan alisa.


skiip


alisa tiba di dalam penjara bawah tanah


"bawah penghianat ke sini sekarang"ucap alisa datar


"baik bos"


sreeett


"b-bos maafkan saya bos, tolong kasihanilah saya bos"ucap penghianat


"cih, saya tidak sudi kasihani penghianat sepertimu BAWA PISAU"ucap alisa seraya menyuruh bawahan


"baik queen"


"katakan siapa yang telah membayar lo untuk menghianati kelompok lo HAH!!!"teriak alisa


aurah di dalam penjara terasa dingin dan sesak, para bawahan yang mendengar suara teriak alisapun, mereka semakin gemetar.


"ciih alasan"


"saya berani bersumpah saya di ancam bos"ucap penghianat itu


"ancaman apa sehingga membuatmu berani menghianati kelompok saya?" tanya alisa


"jika saya tidak menjadi mata mata mereka maka mereka akan membunuh istri dan anak saya, apa lagi anak saya saat ini sedang koma hiiks... hikkss... orang itu membayar saya dengan jumlah sangat banyak dan orng itu juga akan memfasilitasi semua biaya rumah sakit dan tunjangan saya di hari tua, saya sangat tergiur dengan itu sehingga saya nekat menjadi mata mata orng itu, tolong maafkaan saya, saya mohon jangan sakiti anak dan istri saya" ucap penghianat itu seraya bersimpuh di kaki alisa


"anda sudah tau saya selalu membantu bawahan saya sedang minta bantuan pada saya entah itu dalam bentuk materil atau non materil, saya menganggap anak buah saya seperti keluarga saya sendiri, asal kamu tau saya yang sudah melunasi biaya rumah sakit bukan mereka, kalo anda tidak percaya silahkan tanya sama istri anda"jelas alisa sehingga membuat penghianat itu diam seketika


"penghianat tetaplah penghianat dan saya tidak akan segan segan membunuh orang yang sudah berani menghianati saya dan kelompok saya"imbuh alisa yang mulai mengambil pisau dan mengores wajah penghianat


sreeett


"aaarghh ampun bos"


sreeeettt


"ambil air yang sudah di campur lemon lalu tuangkan ke wajah penghianat ini sekarang"ketus alisa pada bawahnya


"ini bos"


byuuurrr

__ADS_1


"aaaarrrggghhhhh saaakkiiitttt, ampuun bosss.... BUNUH SAYA BOSSSS SAYA TIDAK KUAT LAGI MENAHAN SAKITNYA BOOSSS"


"masukan dia kedalam penjara, saya masih belum puas bermain dengan penghianat"ucap alisa deng senyuman devilnya


para anak buah hanya bisa menganggukan kepalanya


"KALIAN SUDAH LIATKAN APA YANG AKAN TERJADI BILA KALIAN BERKHIANAT SAMA SAYA, JIKA KEJADIAN INI TERULANG KEMBALI KALIAN DAN KELUARGA KALIAN AKAN SAYA BANTAI HABIS HABISA, PAHAM"ancam alisa yang membuat para anak buahnya tidak bisa menelan salivanya


"Paham queen"jawab mereka serempak


"bersihkan semua ini"


alisa yang telah selesai bermain dengan penghianat tersebut


alisa melangkahkan kakinya menuju lift


tiing


lift yang sudah sampai di lantai 3, alisapun keluar dan berjalan menuju ruangan kenangan mamanya untuk sekedar membersihkan dirinya, karena di kamar alisa masih jenny dan alisa tau jika jenny melihat noda darah di pakaian alisa akan banyak pertanyaan yang di lontarkan jenny pada alisa, maka dari itu sebelum kembali kekamarnya alisa menyempatkan membersihkan dirinya di kamar peninggalan mamahnya.


jenny yang sudah jenuh karena alisa belum balik lagi kekamarnya, karena jenny yang sudah tidak sabar untuk menanyakan perih foto tersebut.


alisa telah selesai membersihkan badannya dan alisa kembali ke kamarnya, jarak dari kamar peninggalan mamanya dan kamar alisa yang empat langkah.


tokk...tokk...tok...


"jen bukain pintu"ucap alisa


"iya bentar ogeb"


cekleek


"gimana lo bentahkan di kamar gue"tanya alisa


"ciiih biasa aja, kamar lo ngga estetik sama sekali"jawab jenny


"serah"


"oh ya ada yang gue mau nanya sama lo"ucap jenny seraya memperlihatkan foto masa kecilnya dengan seorang anak laki laki


alisa yang nampak terkejut dan mengambil foto itu di tangan jenny


"foto itu adalaah............."


skiippp


dulu yah bestie nanti besok baru lanjut


semangat puasanya, semoga puasa kalian full sampai di hari kemenangan tiba


follow ig : tiken_red

__ADS_1


__ADS_2