
Alisa sampai di pusat perbelanjaan, alisa telusuri masing toko-toko yang ada di dalam mall, Alisa membeli pakaian serta makanan dan minuman.
setelah selesai berbelanja Alisa keluar dari toko dan mini market, tiba-tiba di tengah perjalanan Alisa melihat seorang ibu-ibu yang mirip sekali dengan mama Roseta tapi ibu-ibu itu di jaga ketat oleh bodyguardnya, Alisa mengikuti secara diam-diam namun tanpa di duga ada seseorang yang menepuk bahu Alisa sehingga membuat Alisa terkejut dan melayangkan pukulan pada orang tersebut
bugh...
"woy ******, ngapai lo bogem wajah gue, cih dasar cewe bar-bar"ucap seseorang itu
Seseorang itu adalah Dimas Teman masa kecilnya Alisa. Alisa terkejut melihat dimas, ia tak menyangka bertemu dengan dimas di negara S, jika Alisa bersama dimas Alisa selalu berdebat dengannya dan dimas selalu menyimak kebacotan Alisa.
"sorry gue kira lo penjahat yang mau culik gue"ucap Alisa santai tanpa rasa bersalah sama sekali
Dimas melongo mendengar ucapan Alisa yang begitu santai.
"Lo ya benar-benar deh, cih gue gak berani nyulik lo entar yang ada bokap lo nembak gue, iiikkhhh gue masih nyawa"ucap dimas
Alisa tertawa mendengar ucapan dimas.
"By the way, lo ada urusan apa di negara S? terus tadi gue lihat lo ngikutin ibu-ibu yang tadi lo mau maling ibu-ibu yang tadi yah. waah gue gak nyangka putri tunggal dari Om David Anderson mempunyi anak tukang mencuri. Ckckck..."ledek dimas
"cih bacot lo b**gs*t"sarkas Alisa
"hahaha... santai lili jangan ngegas sini barang belanjaan lo gue yang bawa dan gue yang akan antar lo pulang, gue gak suka penolakan"ucap dimas
"cihh,, dasar tuan pemaksa"ucap Alisa dengan malas
Dimas memanggil alisa dengan nama lili sedangka Alisa memanggil dimas dengan nama dimdim.
mereka berdua berjalan keluar dari mall menuju parkiran mobil, setelah memasukan barang belanjaan alisa di bagian belakang mobil, Dimas dan Alisa segera masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"habis ini lo mau kemana lili?"tanya dimas
"gue mau ke cafe"jawab Alisa
"ya udah gue antar ke tempat cafe yang begitu terkenal dengan pemandangannya"ucap dimas yang langsung tancap gas.
bruumm... brummm...
tiba di cafe dengan memakan waktu 1 30menit.
mereka berdua masuk kedalam cafe dan memilih tempat duduk dengan pemandangan yang bagus terdapat di lantai atas.
Alisa tampak tanjub dengan pemandangan di sana, tanpa di duga air mata Alisa jatuh.
tes..
'Lex, apakah kamu bahagia dengan pernikahan kamu dengan audy? jika kamu bahagia dengannya aku akan mencoba untuk ikhlas dan aku akan perlahan-lahan melupakan kamu dan melupakan semua kenangan tentang kita berdua'batin Alisa
tanpa Alisa sadari dimas yang sudah memperhatikan Alisa dari jarak jauh.
'lili lo pasti sedang menghadapi situasi yang sulit, gue gak suka lihat lo sedih, gue janji selama lo berada di negara S gue akan membuat lo bahagia dan melupakan kesedihan lo, gue lakuin ini semua karena gue udah jatuh hati sama lo waktu kita berdua masih kecil'batin dimas
dimas menghampiri Alisa dengan cara menyengol lengan Alisa.
bugh...
"woy melamun aja kerjaan lo, gimana pemadangannya bagus kan?"tanya dimas
"iya, Dimdim"jawab Alisa
__ADS_1
"ya udah sini duduk gue udah pesan makanan dan minuman favorit lo tinggal nunggu pelayan Antar"
"Hem.. thanks dimdim"ucap Alisa
mereka mulai mengobrol hingga makanan tiba.
Setelah selesai makan dimas membawa Alisa pergi ke sebuah taman yang begitu banyak bunga-bunga.
tiba di taman, dimas mencari tempat duduk yang nyaman untuk Alisa, mereka berdua duduk di tempat mereka masing-masing.
"Lili tadi gue gak sengaja lihat lo nangis, apa lo ada masalah? cerita aja ke gua nanti gue ngasih solusi yang terbaik buat lo"ucap dimas
Alisa membuang nafas kasar, alisa mulai menceritakan semuanya pada dimas karena Alisa tau dimas adalah pendengar yang baik.
"Sebenarnya gue ada alasan kenapa gue berada di negara S, gue ada masalah tentang hubungan gue, lo tau gak gue udah jatuh hati dengan seorang lelaki namanya Alexander, gue sama dia menjalin hubungan yang sehat tanpa ada *****-***** yang biasa dilakukan oleh orang yang pacaran, Alex selalu menjaga gue dan alex juga pernah berjanji ia akan menyentuh gue jika gue dan dia udah menjadi pasangan halal tapi ada satu kejadian yang buat gue kecewa sama dia, pagi itu gue sengaja bangun pagi agar gue bisa masakin bubut dan membuat minuman hangat untuk alex yang sedang sakit, gue bawa baki yang berisi bubur dan minuman hangat untuk gue bawa di kamarnya Alex, namun saat gue tiba di kamarnya Alex gue melihat pemandangan yang menjijikan, seketika gue shock bahkan baki yang gue pegang jatuh di lantai, gue teriak namanya sehingga membuat alex dan penghuni mansion bangun, gue emosi dan gue memukul Alex tanpa aba-aba, setelah gue memukul Alex gue pinjam mobil sahabatnya Alex, gue bawa mobilnya dengan sangat cepat tapi gue gak pulang kerumah bokap gue malahan gue pulang ke markasa utama gue, lo tau gak hati gue sakit dimdim, hikkss... hikkks... beberapa hari kemudian gue pulang ke rumah bokap gue secara diam-diam karena gue gak mau bokap gue melihat mata gue bengkak hidung gue merah, ketika pagi menjelang gue mendengar teriakan bundanya audy terus yang buat gue spechleas adalah audy hamil anaknya Alex, gue langsung shock dimdim, hati gue tambah hancur pikiran gue udah bleng dimdim, hikkss.. hikkss... akhirnya gue memutuskan untuk menjernihkan psikis gue di negara S daripada gue di sana akan tambah stres, hiikkss..hikss.. gue dah nyuruh asisten gue untuk menyelidiki kejadian menjijikan di vila Alex, dimdim apa menurut lo gue ini wanita paling bodoh yah? semakin gue benci Alex semakin pula cinta gue di alex tambah besar, apa yang harus gue lakukan dimdim?"jelas Alisa dengan tangisnya.
Dimas mendengar penjelasa Alisa langsung menarik Alisa kepelukannya, dimas memeluk Alisa dengan nyaman, dimas bisa merasakan tubuh alisa bergetar karena tangisnya, dimas mengelus kepala alisa memberikan sensasi yang nyaman.
"lili kalau lo masih cinta sama Alex lebih baik lo perbaiki hubungan kalian dulu, gue yakin alex di sana juga sangat terpuruk dengan kejadian ini, keputusan ada di tangan lo lili, udah yang berhenti nangisnya gue gak suka lihat lo nangis karena wajah lo jadi jelek kalau nangis seperti monyet, heheheh"ucap dimas dengan sedikit bercanda pada Alisa
Alisa langsung memukul dada dimas.
bugh..
"cih, sialan lo, gue lagi sedih-sedihnya malah lo sama-samain gue sama monyet, cih dasar dugong"
mereka berdua saling pandang dan tertawa terbahak-bahak.
'gue senang lihat lo ketawa lagi, gue harap lo bisa bahagia dengan pilihan lo, walau hati gue sakit tapi gue bisa menahannya'batin dimas.
__ADS_1
"udah malam nih, lo antar gue ke apartemen xxxx"ucap Alisa.
kemudian mereka berdua pergi dari taman tersebut.