Pesona Alisa

Pesona Alisa
BAB 44


__ADS_3

"I-iyah pah, tapi papa janji tidak ada seorangpun yang bisa datang di taman ini kecuali Alisa dan Papa saja yang bisa, Pah sampai kapan sih dua nenek sihir itu ada di rumah kita? memangnya papa belum cukup bukti untuk menjebloskan tante mayang ke penjara? apa papa nggak mau butuh bantuan Alisa? Alisakan banyak koneksi papa"celoteh Alisa yang membuat tuan david bingung mau jawab yang mana


"Nak, kamu bisa nggak tanya satu-satu? papa bingung harus jawab yang mana"jawab tuan david


"haiiissh... papa kan tinggal jawab aja apa susahnya sih"kesal Alisa


di saat perbincangan hangat ponsel tuan david berdering


drrttt... drrrrttt... drrrttttt....


"telpon dari siapa pah?"tanya Alisa


"anak kecil nggak usah kepo mendingan kamu siap-siap aja karena sebentar lagi calon suami kamu datang menjemput kamu"ujar tuan david yang selangkah pergi meninggalkan Alisa


"iissshh... apa-apaan sih Alisa nggak punya calon suami"teriak Alisa


tuan david yang mendengar teriakan Alisa hanya bisa menutup kuping sebelahnya dengan tangan sedangkam di telinga yang satu masih ada handphone yang menempel ditelinganya


"haiisshh... anak itu teriakan udah seperti singa mengaum"gerutu tuan david


"ada apa?"tanya tuan david di telpon

__ADS_1


"........"


"APA!!!!! cari mereka sekarang"


"........"


"siaalll!!! ternyata mereka cukup cerdik juga"ucap tuan david


".... kalo gini caranya mendingan saya meminta bantuan pada Alisa saja"


tanpa pikir panjang tuan david bergegas kembali ke taman, setelah berada di taman tuan david tidak menemukan keberadaan Alisa.


karena tidak menemukan Alisa, tuan david mencari Alisa di dalam kamarnya


"baru naik 5 anak tangga saja saya sudah ngos-ngosan, lagian siapa sih yang naruh tangga di sini"gerutu tuan david


Alisa yang selesai bersemedi di dalam kamarnya, Alisapun keluar dan melihat papanya sudah ngos-ngosan di tangga


Alisa yang panik takut papanya kenapa-kenapa bergegas berlarian ke bawah


tak.. tak... tak...

__ADS_1


"PAPA!!! papa kenapa? papa sakit? wajah papa kok pucat? ayo kita keruma sakit pah, Alisa nggak mau papa kenapa-kenapa"ucap Alisa yang terlihat panik dan khawatir


"hossh... hosssh... kamu tenang saja Nak, papa nggak kenapa-kenapa, papa hanya lelah saja naik anak tangga ke 5"ucap tuan david


"haiiishhh papa ini, buat aku khawatir aja aku kira jantung papa kumat lagi"ledek Alisa pada papanya


tuan david yang mendengar ucapan Alisapun langsung menatap tajam Alisa


"sejak kapan papa ada riwayat jantung? kamu nyumpahin papa yah? untung kamu anak semata wayang papa kalo nggak...."


"kalo ngga kenapa pah?"ucap Alisa yang menatap tajam kembali pada papanya


"ni anak, orang tua lagi bicara itu jangan dulu di potong dosa tau, dengar dulu lanjutan papa, ekhmm kalo nggak kamu akan papa kutuk jadi anak singa"


"lah bukannya aku ini udah jadi anak singa kesayangan mama dan papa? kan dulu waktu mama masih hidup juga mama selalu panggil aku anak singa, haiiisshh papa.. papa... ckckckck.. udah tua pelupa lagi"ledek Alisa


"hey... papa itu masih muda tau kamu nggak lihat wajah papa masih baby face hah? kamu ini kalo bicara jangan asal nyablak, haiiisshhh..."ucap tuan david yang tidak terima dikatain tua oleh anaknya sendiri..


"maaf tuan, non, didepan ada tamu"ucap bi inem


siapa sih yang datang malam malam gini, nggak sopan banget batin Alisa

__ADS_1


dasar bocah, jemput anak saya di jam segini, hadehh batin tuan david


__ADS_2