
pesawat jet milik devan pribadi baru tiba.
devan yang mendapatkan keberadaan Alisa yang masih berada disekolahpun bergegas menuju sekolah Internasional.
devan menghubungi david agar bertemu dengan Alisa di sekolah
Tuan David yang mendapatkan notif dan devan langsung bergegas pergi sekolah
mr.paredes dan firapun ikut
sedangkan di ruangan kepsek.
tok.. tok...
"masuk"
ceklek...
"permisi pak saya sudah memanggil Alisa atas perintah bapak"ucap Lita
"duduk"
Alisa yang acuh dengan tatapan kepsek tidak menakutkan
diruangan kepsek sudah ada 2 orang polisi,pengacara dari keluarga silvi,silvi,iren (ibunya silvi),lita,nara,jenny,dan Audy yang sebagai saksi.
"astaga bestie kenapa masalahnya jadi serumit ini"bisik jenny
Alisa tidak menanggapi celotehan sahabatnya (jenny).
"jadi anda siswa yang bernama Alisa?"tanya kepsek
"iya"jawab Alisa singkat
"heh.. jadi anak itu yang sopan terhadap orang tua, apa orang tuamu gak mengajarkan sopan santun menghormati orang yang lebih tua"ketus iren (ibunya silvi)
Alisa hanya diam dan mengepalkan tangannya
"asal kamu tahu, siswa yang kamu pukul itu anak saya, kamu ini hanya siswa disini bukan preman pasar, kamu gak tau tata krama yang ada di sekolah ini"sarkas kepsek
"hiks... hikss... sudah ibu ayah jangan memarahi Alisa lagi, aku gak apa-apa hiks... hiks..."drama silvi
"dasar ratur drama"gumam jenny
"gak apa-apa gimana kamu itu sudah babak belur Nak, gak seharusnya kamu membela anak miskin dan gak tau diri itu"sinis iren (ibunya silvi)
"tapi...."
"gak ada tapi-tapian, ibu akan selalu menjadi garda terdepan kamu"ucap iren yang mencoba menenagkan silvi
__ADS_1
"kamu udah lihatkan, anak saya yang sudah kamu pukul sampai babak belur tetap dia masih membela kamu, harus kamu sadar diri, kamu itu sudah miskin atau jangan-jangan kamu juga gak ada orang tua, saya kalo jadi ibu kamu saya akan malu mempunyai anak gak guna seperti kamu"jelas iren (ibunya Silvi
jenny yang sudah tidak sanggup mendengar celotehan yang memojokan sahabatnya jennypun angkat bicara
"maaf ya ibu bapak, saya sebagai sahabatnya Alisa tidak terima ocehan-ocehan yang gak ada akhlak dari mulut kalian"geram Jenny
"lo bela terus sahabat lo yang gak tau diri itu, harusnya dia jangan diam aja, ngomong dong, memangnya dia bisu? gakkan, dasar miskin"sarkas lita
"gak adil banget lo bela sahabat lo yang benar-benar jadi tersangka utama disini"imbuh Audy yang sengaja membakar suasana
"saya memukul dia karena dia sudah lancang menghina mamanya, saya sebagai anak tidak terima jika mama saya dihina dan saya gak akan takut di penjara"jelas Alisa
"memangnya lo ada bukti atau ada saksk yang mendengarkan silvi menghina mama lo"tanya nara
"ada, gue sebagai saksi dari Alisa, mau apa lo dedemit"sinis Jenny
"cih dasar anak gak tahu diri, udah miskin belagu lagi, kenapa orang tua kamu gak datang? pasti mereka malukan mempunyai anak preman seperti kamu cih"sinis iren (ibunya silvi)
"udahlah pak polisi langsung aja jebloskan ia kepenjara bila perlu sampai membusuk dipenjera"
"saya sebagai kepala sekolah di sekolah internasional mengeluarkan siswa yang bernama ALISA dengan secara tidak terhormat dan kamu tidak akan lulus ujian kelulusan tahun ini"ucap kepsek dengan percaya diri.
tiba-tiba dari luar pintu
braak...
"jangan coba-coba ada yang menangkap anak saya"ucap Tuan David
"Tu-tuan David, Tu-tuan devan"ucap kepsek terbata-bata
termasuk dua petugas polisi dan pengacara yang terkejut dengan kedatangan dua orang yang paling berpengaruh siapa lagi kalo bukan Tuan David dan Tuan Devan
"Anda siapanya Anak sialan ini! atau jangan-jangan anda ini sugar daddynya anak sialan ini, cih masih sekolah tapi sudah jual dir*"cibir iren pada Alisa yang tidak henti-hentinya
valecia yang sudah diliput rasa emosipun berjalan menghampiri iren yang sudah berani memfitnah ponakan kesayanganya.
Tuan david,devan,richard,mr. paredes,dan fira yang melihat wajah merah valecia yang bisa berdiam dan bergidik ngeri.
begitupun dengan orang yang sudah lancang menghakimi Alisa, apalagi jenny yang sudah gemetar melihat raut wajah dari auntynya Alisa
"astga istriku sudah menjadi macan betina"batin devan
"al gue takut lihat wajah seram aunty lo"bisik
"diam dan menikmati drama ini"ucap Alisa yang dengan senyum smirk
"ini baru tante gue"batin Alisa
"wajah seram kak valecia seperti Almh. istriku"batin Tuan Richard
__ADS_1
Tanpa menunggu aba-aba, valecia melayangkan tangannya diwajah iren dengan sangat keras
Plak..
plak...
tamparan yang begitu keras dipipi kiri dan pipi kanan iren, darah segar menetes di sudut bibir iren
"KURANG AJAR BERANI-BERANINYA ANDA MENGHINA DAN MEMFITNAH PONAKAN SAYA!! ADA PIKIR ADA SIAPA DENGAN LANCANGNYA BERBICARA SEPRTI ITU, HARUSNYA ADA SADAR DIRI UMUR ANDA UDAH TUA, ANDA HARUS BANYAK-BANYAK BERTOBAT, ANDA KIRA SAYA TAKUT DENGAN ANDA,, HAH... BRENGSEK"Teriak valecia
"DENGAN LANCANGNYA KAMU MENAMPAR SAYA! KAMU GAK TAU SIAPA SUAMI SAYA! SUAMI SAYA ADALAH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH YANG BERGENGSI INI DAN ASAL ANDA TAU, SUAMI SAYA JUGA BERTEMAN BAIK DENGAN PEMILIK SEKOLAH DAN JUGA SUAMI SAYA BERTEMAN DENGAN PENGUSAHA KAYA RAYA DI NEGARA INI, ANDA KIRA SAYA TAKUT HAH!! PONAKAN DAN TANTENYA SAMA-SAMA BODOH GAK ADA OTAK"Hardik iren yang tak terima dengan tamparan valecia
"MISKIN AJA BELAGU, CUIH"Imbuh Iren dan meludah di kaki valencia
"BRENGSEK, LANCANG SEKALI ANDA MELUDAHI KAKI SAYA, ANDA HARUS BERTANGGUNG JAWAB"geram valecia
devan mendekati istrinya yang sulit mengontrol emosinya, perlahan memeluknya belakang
"sayang sudah yah, kamu jangan marah lagi kan kasiang baby diperut kamu"ucap devan lembut pada sang istri
perlahan-lahan emosi istrinya kembali membaik
"sayang lihat kaki aku di ludahi"rengek valecia
"aku gak suka lia wanita gila itu"lanjut valecia
"kamu tenang aja sayang, nanti aku dan david yang membereskan semua ini"
"Al itu tante lo ya seperti anak kecil aja"biskk jenny
"sumpah itu bukan tante gue"jawab Alisa
"cih dasar"
aron/kepsek (ayahnya silvi) melihat istrinya meringis kesakitan akibat tamparan keras dari nyonya valecia
Aron menghampiri nyonya valencia dan memohon
"Ma-maaf nyonya atas sikap kurang ajar istri saya"ucap aron yang penuh permohonan
"mas kenapa memohon dengan perempuan ini! dia yang sudah berani menampar aku mas, dan kamu masih membela dia?"hardik iren
Aron yang sudah malas berdebat dengan istrinya.
"mendingan kamu diam saja, kamu gak taukan siapa mereka ini"bisik aron
"pak polisi kenapa diam saja! tangkap anak sialan itu pak"geram iren
"maaf bu,pak, sebaiknya kalian memecahkan masalah ini secara kekeluargaan dulu, kami permisi"ucap salah satu polisi tersebut
__ADS_1
"Loh gak bisa gitu dong pak"