
Tante renata,asistennya serta pasukannya memulai rencana untuk menghancurkan orang-orang yang telah merusak kebahagiaan ponakannya.
tahap awal rencana adalah memusnahkan mafia yang berkerja sama dengan mayang dan suaminya.
renata berjanji pada dirinya sendiri akan membuat ponakannya bertemu dengan suami dan anaknya.
malampun tiba, mereka telah sampai di villa milik daddynya Alex.
mobil mereka terparkir dengan rapih, Alex turun duluan kemudian berjalan membukakan pintu mobil untuk Alisa, silvi dan Audy melihat perlakuan Alex yang begitu romantis pada Alisa, mereka berdua iri melihat keromantisan Alex dan Alisa.
sampai didepan pintu, Alex mengetuk pintu dan bibi ratih membukakan pintu.
"selamat datang den dan non, mari silahkan masuk"ucap bibi ratih
"terima kasih bi, oh ya bi kenalkan ini Alisa calon istri Alex dan yang di belakang Alex adalah teman-teman Alex"ucap Alex yang di anggukan bibi ratih
"oh ya satu lagi, tolong antarkan calon istri Alex di kamar atas yang sudah di sediakan dan untuk kalian silahkan pilih kamar mana saja"
bibi ratih mengantarkan Alisa di lantai 2 yang hanya terdapa 3 kamar yaitu, kamar kiri adalah kamar Alex,kamar di bagian tengah adalah kamar Alisa dan di kamar bagian kanan adalah kamar jenny, sedangkan lantai bawah ada 4 kamar untuk tamu.
"Lex bisa gak kamar aku dekat dengan kamar kamu soalnya aku takut sendiri"ucap Audy
"sorry audy kamar di samping kamar gue sudah ditempati Alisa calon istri gue jadi sebaiknya lo pilih aja kamar yang berada di lantai satu bila perlu kamar lo bisa berdekatan dengan kamar daren atau kamar kevin"jelas Alex yang membuat audy menggepalkan tangannya
"ya sudah kalau gitu kamar aku di samping daren aja"ucap audy
"Gak boleh"Sarkas deren dan jenny secara bersamaan
semua nampak terkejut dengan jawaban deren dan jenny.
"kok gak boleh, ya udah kalau gitu kamar gue dekat kevin aja, dan kamu kevin gak boleh nolak karena ini pilihan aku"sinis Audy
"Terserah"ucap kevin yang malas debat
'si bangs*t main nyosor aja di pacar gue'batin nara
karena nara sudah jatuh cinta dengan kevin tapi nara tidak berani mengungkapkannya pada kevin.
__ADS_1
mau tak mau kevin harus ikhlas kamarnya berdekatan dengan audy
...----------------...
Tante sudah menyiapkan rencana yang begitu matang tinggal menunggu momen untuk membongkar kejahatan mereka.
Tian yang masih terkejut dengan penjelasan asistennya kini pikiran ia tidak tenang, ia bingung harus mulai darimana untuk menceritakan tentang adik dari ibunya.
yang tian khawatirkan adalah kesehatan ibunya yang akan kembali drop,tian tidak mau melihat ibunya terbaring lagi di rumah sakit.
sementara tian masih bingung dengan pikirannya, tiba-tiba seorang wanita datang ke kantor tian, ia menghampiri ruangan tian walaupun di pintu tian sudah ada tulisan 'busy' namun wanita itu tetap ngeyel ingin bertemu dengan tian.
wanita itu adalah mantan kekasih tian yang belum bisa move on dari tian, nama wanita itu adalah sindy, sindy sangat terobsesi dengan tian,karena tian adalah sumber uang tanpa tian ia tidak bisa membeli barang-barang brended, tian sudah beberapa kali menolak sindy tapi sindy selalu mengancam tian dengan bunuh diri.
tianpun pasrah kembali dengan sindy tapi bukan sebagai kekasih tapi sebagai teman, sindy pun tidak memperdulikan itu karena bagi sindy tian merupakan sumber uang yang sangat menguntungkan.
braak...
"haii sayang, I'm back"ucap sindy yang menghampiri tian yang sedang memijit kepalanya.
tian tidak menjawab sama sekali ucapan sindy, sindypun memasang raut wajah sedih namun tian tidak peduli sama sekali.
"kok sayang tau, iya aku mau beli tas brended yang keluaran terbaru, kamu mau yah temani aku beli tas sekalian kamu yang membayar, boleh"ucap sindy dengan manja, sindy sengaja mengelus rahang tian bukan hanya itu saja sindy sengaja mengoda tian agar tian terangsang namun sama sekali tian tidak tergoda.
"sore nanti kita pergi berbelanja, sebaiknya kamu pulang saja, habis ini aku ada meeting penting"bohong tian, biar bisa menghindar dari sindy
sindypun mengiyakan ucapan tian, sindy mencium pipi dan bibir tian kemudian keluar dari ruangan tian, sindypun melaimbaikan tangannya pada tian tapi tian mengacuhkannya.
'dasar jal*ng, gue harus segera mendapatkan wanita yang mau jadi istri gue, biar gue bisa terbebas dengan sindy si wanita ular berbisa'gumam tian.
...----------------...
sementara itu di villa.
di balkon kamar Alisa terdapat pemandangan yang sangat indah, ada danau dan pepohonan yang begitu sejuk.
Alisa mulai menata pakaiannya di lemari yang sudah disiapkan, setelah selesai menata pakaiannya Alis langsung membersihkan dirinya, karena badannya sudah mulai lengket.
__ADS_1
begitupun dengan Alex dan teman-teman yang lainnya mereka mulai membersihkan diri mereka.
Audy selesai membersihkan dirinya, kemudian audy menelpon bundanya untuk menanyakan langkah selanjutnya.
tut... tut...
"halo sayang, gimana kabar kamu nak?"tanya mayang di seberang sana
"aku baik-baik aja bund, terus gimana langkah selanjutnya bund aku udah gak sabar memiliki Alex seutuhnya"
mayangpun menjelaskan rencana selanjutnya pada audy dan audy memahami rencana tersebut, audy tidak mau menunggu terlalu lama lagi, audy hanya menunggu malam tiba pada saat acara barbeque.
...----------------...
sorepun tiba
Tian menjemput sindy dan membawa sindy pergi ke mall untuk membeli tas brended, sindy sangat senang dengan perlakuan tian.
sindypun membayangkan jika nanti dia jadi istri tian dia akan menghabiskan uang tian untuk keperluan pribadinya.
sampai di toko yang terdapat tas-tas brended, sindypun mulai mencari tas keluaran baru sedangkan tian hanya bisa duduk dan menunggu.
bukan hanya mereka berdua saja di tempat itu tapi ada juga fira yang mau berbelanja di tempat itu, 2tahun sekali fira hanya bisa membeli tas brended keluaran terbaru walaupun fira adalah anak orang kaya tapi ia selalu menghemat uang dalam pengeluarannya.
tiba-tiba fira dan sindy mengambil tas keluaran terbaru secara bersamaan, sindypun tidak mau mengalah begitupun dengan fira, mereka berdua terus berdebat.
"gue yang duluan ambil tas ini"ucap sindy
"gak saya yang duluan ambil tas ini, mendingan kau saja ambil tas yang lain"ucap fira
"memangnya lo mampu beli tas ini HUH!! penampilan lo gak cocok untuk membeli tas brended yang mahal ini, penampilan sudah seperti orang miskin aja belagu, cih"sinis sindy
karena fira hanya mengenakan pakaian dres merah maron,tas yang bukan brended,rambut terurai dan sepatu flat.
fira yang tidak terima dengan penghinaan ini langsung saja menjawab ucapan sindy.
"apakah dengan penampilan saja bisa di nilai orang itu kaya atau tidak? kamu pikir dengan penampilan sederhana seperti saya ini tidak bisa membeli tas brended seperti itu? bahkan saya juga bisa beli tas dengan sekalian pabrik-pabriknya, bila perlu mulut kau yang tidak berpendidikan seperti itu saya bisa membeli dan melemparkan mulut kau di laut yanh sangat dalam"jelas fira sehingga membuat sindy diam membisu.
__ADS_1
Tian yang takjub dengan penjelasan fira, tian terpesona dengan wajah dan penampilan fira yang begitu sederhana, tatapan tidak bisa lepas dari wajah fira.