
semua orang yang berada di dalam tokopun takjub dengan penjelasan fira.
manager sampai bingung harus berbuat apa biar bisa memisahkan mereka berdua, karena mereka berdua sama-sama pelanggan VIP, manager itu sindy adalah kekasih dari Tuan Tian dan manager juga tau Fira adalah langanan VIP tetap di toko tersebut.
tianpun menghampiri mereka, sindy yang melihat kedatangan tianpun langsung berbahagia karena sindy yakin tian pasti membelanya di bandingkan membela fira.
"sayang lihatlah wanita ini yang berpenampilan kumuh itu, dia tidak tahu malu mengambil barang milik orang lain"ucap sindy dengan nada manja pada tian
orang-orang yang berada di dalam toko tersebut nampak jijik dengan sindy.
Tian yang ingin menjawab ucapan sindypun terhenti karena fira memotong pembicaraan
"maaf kalau saya lancang, apakah tas ini anda sudah beli nona? sehingga anda mengakui kalau tas ini milik anda? walaupun penampilan saya terlihat kumuh tapi saya mampu membeli tas ini bahkan sampai pabrik-pabriknya saya bisa beli"potong fira
tian tertegun dengan ucapan fira.
"sebaiknya kita pindah toko saja kan di mall sini bukan hanya toko ini saja yang mengeluarkan tas ini masih banyak toko-toko brended yang lainnya"ucap Tian yang membuat sindy geram dan tak terima dengan ucapan tian
"Tidak bisa, tas ini aku yang ambil duluan sayang, kenapa kamu membela wanita kumuh ini HAH?"Sarkas sindy, sehingga membuat Tian malu dengan sikap sindy yang semena-mena
"Diam sindy"bentak tian sehingga membuat wajah sindy sedih
"saya mewakili sindy meminta maaf atas kericuhan yang dilakukan teman saya, untuk nona silahkan ambil tasnya, saya dan sindy akan segera pergi dari sini dan untuk pak manager saya akan mengantikan semua yang ada di toko ini, silahkan pak manager menghubungi asisten saya saja, saya permisi"jelas tian dan menarik lengan sindy agar bisa keluar dari toko tersebut
sindy semakin kesal dengan tian yang membela fira dan sindy akan membuat perhitungan dengan fira.
tian yang sudah tidak sangup dengan sifat sindy, akhirnya tian membawa pulang sindy di rumahnya
"aku gak mau pulang sayang, aku jalan-jalan bersama kamu"ucap sindy
"gak bisa sindy aku ada urusan yang harus aku selesaikan sekarang ini juga dan peringatkan sama kamu jangan coba-coba kamu cari perkara dengan nona yang tadi, Paham"ucap tian
sehingga membuat sindy melonggo dengan ucapan tian, sindypun bertanya-tanya apakah tian mulai membuka hati untuk wanita lain? sindy tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Terserah"ucap sindy yang mulai bete dengan tian
"sudah sampai silahkan turun"ucap tian datar
braak...
__ADS_1
sindy menutup pintu mobil tian sangat kuat sehingga membuat tian terkejut dan menggelengkan kepalanya.
...----------------...
Malampun tiba
Makanan dan bumbu-bumbu dapur yang sudah di siapkan Alex dan teman-teman.
acara barbequan dimulai, masing-masing di bagi tugas, bagian bakar-membakar dilakukan lelaki sedangkan memotong bahan-bahan dilakukan wanita.
Kevin bagian memotog daging,alex dan deren bagian menyiapkan pangang-pangang dan bara api sedangkan Alisa dan jenny bagian menyiapkan bumbu-bumbu barbeque. silvi,nara,dan lita bagian memotong sayur-sayur dan memotong bahan-bahan barbeque dan audy bagian menyiapkan minuman.
Acarapun di mulai dengan sangat bahagia, Alex duduk dengan Alisa,deren dengan jenny, sedangkan kevin bersama dengan silvi,nara,lita dan Audy.
Audy membagi minuman tapi ada satu minuman yang khusus ia buatkan untuk Alex, karena didalam minuman Alex sudah ada obat bius.
"wow, bumbu-bumbu barbequenya enak banget, gue gak nyangka lo dan jenny berbakat jadi chef mendadak"ledek kevin
"Bacot lo, nikmati aja gak usah komen yang gak jelas"sarkas jenny
"enak apaan, cih rasanya biasa saja"sinis silvi
"cih, gue hanya gak mau makanan ini mubazir, paham gak lo"sarkas silvi pada kevin
"santai dong, gue lihat-lihat kalian berdua cocok yah sebagai sepasang kekasih"ledek jenny
"gak sudi"ucap mereka berdua serempak
"wah.. jawabnya aja bersamaan apakah ini dinamakan takdir"ujar jenny yang membuah kevin dan silvi membuang arah saking malunya.
setelah Alex minun minuman yang diberikan audy, alexpun merasakan pusing dan meminta izin pada teman-temannya agar Alex bisa undur diri dari acara tersebut dan kembali kekamarnya.
"guys gue duluan yah, tiba-tiba aja kepala gue pusing"ucap Alex yang memegang kepalanya.
'bagus obat itu sudah mulai beraksi tinggal tunggu waktu yang tepat agar kita bisa berduaan Alex'batin audy dengan senyum smirk.
"gue antar lo kekamar aja"tawar kevin
"gak usah, lo lanjutin aja acaranya. Biar nanti alisa yang antar gue ke kamar gue"ucap Alex
__ADS_1
Alisapun memapah Alex secara perlahan, Alex yang masih memegang kepalanya yang sangat pusing.
tiba di kamar Alex, alisa langsung membaringkan Alex di ranjang king size miliknya, Alisa yang tidak tega meninggalkan Alex tapi Alex bersikukuh untuk menyuruh Alisa keluar dari kamarnya, karena Alex takut jangan sampai ia kelepasan Alex gak mau sampai itu terjadi.
Alisapun keluar dari kamar Alex dengan perasaan gelisah dan khawatir, alisa pergi kedapur dan memanggil bibi untuk selalu cek keadaan Alex. Bibupun mengiyakan ucapan Alisa.
Alisa kembali berkumpul dengan teman-temannya walaupun hatinya masih khawatir dengan keadaan Alex.
jenny yang melihat Alisa tidak fokus dengan acara barbequan, jenny menghampiri Alisa dan meninggalkan deren bersama kevin
"Al lo jangan melamun melulu entar lo kerasukan dedemit villa ini lagi, ikkhh ngeri"ucap jenny
"cih, gak mungkinlah justru dedemit yang takut sama gue"kekeh Alisa
"terserah lo aja, kenapa lo gak nemenin Alex?"tanya Jenny
"gue sebenarnya mau nemenin Alex tapi malah dia nyuruh gue keluar dari kamarnya karena dia takut khilaf"jawab Alisa
"benar juga sih kata Alex, yaudah kalau gitu lo berdoa aja semoga Alex cepat sembuh"ucap jenny
Acara barbaequanpun selesai.
mereka kembali kekamarnya masing-masing, sementara Audy tidak langsung pergi ke kamarnya melainkan mengecek situasi di dalam villa, agar rencananya bisa berhasil.
setelah dirasa aman, audy kembali kekamar dan segera berganti pakaian lingerienya warna pink (merah muda) tapi ditutupi dengan kameja dan celana pendek.
tidak lupa juga Audy memakai parfum agar wangi parfumnya menempel dibadan Alex.
tidak lupa juga Audy memakai lipstik warna merah terang.
Audy yang melangkah menaiki tangga tidak sengaja berpapasan dengan bibi, bibipun heran dengan penampilan audy
"non Audy mau kemana?"tanya bibi
"i-ini bi, aku mau cek kondisi Alex tapi gak lama kok lepas itu aku balik lagi di kamar aku"jawab audy
"baiklah kalau gitu sekalian bibi titip obat untuk den Alex, bibi permisi"ucap bibi yang di anggukan Audy
bibipun tidak merasa curiga apapun pada Audy
__ADS_1