Pesona Alisa

Pesona Alisa
Bab 89


__ADS_3

Bukan hanya Tuan David saja yang merasa khawatir dengan putrinya tapi, Nyonya Velia juga merasakan apa yang tengah Tuan David rasakan.


Nyonya Velia mengambil telpon gengamnya mencari nomor ponakanya, Ia menghubungi nomor ponakannya berulang kali tapi hasilnya nihil, Ia pun menangis sejadi-jadinya. Sementara Tuan Devan yang masih berada di dalam kamar mandi Ia terkejut mendengar isakan tangisan istrinya, Ia bergegas mengambil handuk dan melilit tubuh di bagian bawahnya. Ia membuka pintu kamar mandi dan segera menghampiri istrinya. Tuan Devan memeluk istrinya yang tengah bersedih, Ia bingung kenapa istrinya menangis. Apakah ini hormon kehamilannya? atau ada seseorang yang mencoba menerornya?.


"Sayang kamu kenapa menangis?"tanya Tuan Devan seraya menenangkan sang istri


"Aku kepikiran Alisa, udah sebulan ini Alisa belum memberikan kabar padaku, terakhir ia memberikan kabar 2minggu yang lalu, aku mencoba menelpon ke nomornya tapi nomornya tidak aktif, hiikkss.... hiikksss... aku takut Alisa kenapa-kenapa di negara sana sayang, kamu tau sendiri Alisa ke sana tanpa ada pengawalan sama sekali, hikkss... hikkss... perasaan aku mengatakan Alisa sedang tidak baik-baik saja sayang, hiikkss... hiiikksss.... Aku gak mau sampai Alisa dalam bahaya, tolong kamu mencari dimana tempat tinggal Alisa di negara S dan juga kamu cari cari tahu keadaan Alisa di sana bagaimana Mas, Hiikkss., hikksss... Aku gak mau kehilangan Alisa Mas"ucap Nyonya Velia dengan tangisannya.


Tuan devan menarik nafas panjang dan membuang nafasnya secara perlahan. "kamu tenang aja sayang, Mas akan menyelidiki semuanya sekarang yang penting kamu yang tenang ya, kasian baby yang di dalam perut kamu kalo kamu sedih nanti babynya ikut sedih sayang, kamu gak usah memikirkan apapun urusan Alisa biar nanti jadi urusan Mas dan David, sebaiknya kamu istirahat saja Mas segera menelpon David" ucap Tuan Devan dengan nada lembut, tak lupa Tuan Devan menghapus air mata sang istri dan membaringkan sang istri di kasur milik mereka.


dengkuran halus terdengar, Tuan Devan perlahan-lahan turun dari kasurnya dan mengambil handphone di meja, Ia langsung mencari nama kontar Adik iparnya, Ia bergegas menelpon


tut.. tut..


"David, apakah kamu sudah mengetahui keadaan Alisa di negara sana?"tanya Tuan Devan


"Sudah"jawab Tuan David


"Bisa gak jawaban kau jangan sesingkat itu cih, coba kau jelaskan"jengkel Tuan Devan


"Nanti setelah rapat selesai saya akan pulang ke mansion dan menceritakan semuanya, saya harap kaka saya tidak boleh tau keadaan Alisa"ucap Tuan David

__ADS_1


"Baiklah"


Panggilan di akhiri secara sepihak oleh Tuan David


'dasar adik ipar gak ada akhlak'kesal Tuan Devan.


setelah selesai menelpon, Tuan Devan menaruh handphonenya kembali dan menaiki tempat tidurnya, Ia berbaring di samping istrinya sambil memeluk istrinya dari arah belakang.


...----------------...


"Kamu tunggu sebentar yah sayang, Tante akan menyuruh asisten Tante membayar biaya pengobatan Alisa dan juga setelah operasi Alisa akan dipindahkan keruangan VIP"ucap Tante Renata yang mencoba menenangkan Mama Rose


Raut wajah cemas dari mama Rose dan tante Renata ketika melihat Dokter keluar dari ruangan UGD.


"Dokter bagaimana keadaan putri saya Dok? saya mamanya Dok"tanya Mama Rose dengan menggunakan bahasa inggris.


"Putri anda baik-baik saja putri anda hanya terluka di bagian bahu, Putri anda belum sadar karena pengaruh obat bius, mungkin sekitar 1 jam putri anda akan sadar"jawab Dokter itu menggunakan bahasa inggris.


"Thank you Dok"ucap Mama Rose


"You're welcome Madam"ucap Dokter seraya pergi meninggalkan Mama Rose dan Tante Renata

__ADS_1


Alisa di pindahkan keruangan VIP, Ruangan yang sangat luas.


...----------------...


Alex yang tiba-tiba mendapatkan telepon dari informannya.


"Hallo Bos, saya sudah berhasil menemukan Nona Alisa tapi ada kabar buruk Bos tentang Alisa"ucap Informan tersebut


"Jelaskan secara detail"


"jadi begini bos, Pertama Nona Alisa berkelahi dengan pria berjas hitam Nona Alisa tidak sendiri melawan mereka malahan Nona dibantu seorang pria Bos, saya juga tidak tahu pria itu siapa. mereka berdua menang melawan pria berjas, setelah itu Nona Alisa menghampiri seorang ibu-ibu, Nona terus memeluk ibu-ibu itu bos, namun di saat bersamaan ada peluru nyasar mengenai bahu Nona dan Nona di larikan ke rumah sakit yang terkenal di negara S bos, hanya itu yang bisa saya sampaikan bos"jelas informan itu secara panjang kali lebar


Alex geram karena ada pria lain yang mencoba mendekati calon Istrinya, Alex mengepalkan tangannya sampai buku buku Alex memutih, Alex emosi ada seseorang yang mencoba melukai Alisa, tidak bisa dipungkiri lagi Alex membunuh orang yang telah berani menyakiti calon Istrinya.


"Cari tahu identitas tentang pria lain saat bersama Alisa dan cari tahu juga siapa yang sudah berani mencelakai Alisa, anda tenang saja saya akan memberikan anda bonus 3x Lipat jika pekerjaan anda selesai"ucap Alex


"Baik bos say siap melaksanakan perintahmu"


tut..


Alex mematikan telepon secara sepihak

__ADS_1


__ADS_2