
"sebaiknya kita juga keluar juga, kan udah ada bokapnya silvi"ucap jenny dan mengajak kevin dan daren agar keluar dari ruang UKS
sementara di kantin
alisa yang masih menangis dipelukan Alex, Alex masih sabar menunggu Alisa selesai menangis, tanpa Alex duga Alisapun tertidur pulas di pelukan Alex
Alex yang tak tega membangunkan Alisa, alex mengambil handphone di sakunya dan menelpon supirnya untuk menjemput.
Alex paling tidak suka melihat kesedihan di wajah Alisa
mereka bertiga yang baru sampai dan disusul lita dan nara juga baru tiba di kantin
"woy Lex, bokapnya silvi nyuruh Alisa segera menghadap"ucap Nara
"lo gak lihat Alisa lagi tidur HAH"sentak Jenny
"DIAM"ucap Alex dan menatap tajam Nara dan Lita
mereka berdua yang melihat tatapan Alex langsung nyali mereka menciut, mereka berdua ketakutan dan segera pergi dari sana
"Lex sebaiknya lo bawa Alisa pulang aja, biar nanti ini jadi urusan kita bertiga"ucap kevin
"Hem"ucap Alex
Alex langsung mengendong Alisa ala bridal style menuju parkiran karena supir Alex sudah menunggu dari tadi.
"kapan yah gue di gendong seperti itu oleh pangeran gue"ucap jenny tanpa diduga mendapatkan lirikan dari daren
daren sudah lama menaruh hati pada jenny tapi dia tidak bisa mengungkapnya karena takut jenny menolak cintanya
__ADS_1
"ya sudah sini biar gue aja yang gendong lo, anggap ada gue adalah pangeran lo"goda kevin sehingga membuat daren menatap tajam pada dirinya namun kevin acuh dengan tatapan daren
"cih, gak usah, minggir lo"sinis jenny
"jangan coba-coba lo mendekati jenny"bisik daren
"bilang aja lo cinta sama jenny dasar gengsi"batin kevin
...----------------...
sementara di mansion Tuan David
Tuan david yang baru tiba di mansionnya mencari keberadaan Alisa.
tak diduga tuan david malah bertemu dengan mayang
"eh.. mas udah pulang sini tasnya biar nanti saya yang bawa kekamar, mas pasti capek, ya udah aku bikinin wedang jahe ya agar badan kamu gak capek lagi"cerca Mayang yang sengaja cari perhatian pada Tuan David
"bukannya tadi Alisa lagi keluar ya, haduh anak zaman sekarang sukannya keluyuran, itulah mas terlalu memanjakan Alisa, lihat tuh si Audy dia tidak pernah keluyuran, aku udah peringatan sama Alisa agar gak keluyuran lagi tapi anakmu itu suka membangkang mas, dari pada kamu mikirin Alisa mendingan kamu bersih-bersih aja mas nanti aku siapkan makanan untukmu"jelas Mayang sehingga membuat tuan David sedikit percaya dengan ucapannya
"selangkah lagi kamu akan jatuh di pelukanku mas David"batin Mayang
"ya sudah saya permisi ke atas, tolong buatkan makan malam"
Tuan davidpun langsung melangkah pergi kekamarnya.
mayang nampak bahagia sangat karena sudah membuat cerita bohong mengenai Alisa
...----------------...
__ADS_1
Tiba apartemen Alex, Alex merebahkan badan Alisa di tempat tidur king size miliknya.
Alex tak tega melihat wajah Alisa yang berlarut dalam kesedihan, Alex meninggalkan Alisa berbaring di kamarnya sedangkan Alex pergi kekamar sebelah untuk membersihkan diri.
tak lupa Alex menyuruh bibi untuk mengantikan pakaian seragam Alisa dengan pakaian tidur
"bi, tolong gantikan pakaian Alisa ya, saya mau bersih-bersih dulu oh ya bi jangan lupa siapkan makan malam"ucap Alex
"Baik den, bibi permisi"ucap bibi Nani yang di anggukan Alex
...----------------...
sementara silvi yang sudah dilarikan di rumah sakit akibat memar di wajah dan badannya
silvipun siuman
"eghk... gue dimana? kok dirumah sakit?"ucap silvi yang baru siuman dan melihat kiri kanan
ayah dan ibunya silvi melihat putri semata wayangnya sudah bangun
"Alhamdlilah kamu udah sadar Nak, ibu khawatir"ucap ibunya silvi
"aku kenapa dirumah sakit yah ibu, kong badan-badan aku remuk semua"tanya silvi
"kamu habis bertengkar dengan Alisa"ucap ayahnya silvi
silvipun memulai dramanya
"hiikks.. hikks.., ayah ibu sakit, aku ingin Alisa dituntut dan masukan dia kepenjara Ayah, hiikkss... aku juga mau wajah aku kembali mulus lagi tanpa ada noda di wajah, aku ingin Alisa dihukum seberat- beratnya Ayah"jelas silvi karena dia yakin alisa akan dipenjara seumur hidup dan dia bisa berdekatan dengan Alex tanpa ada hambatan apapun
__ADS_1
"kamu tenang saja Nak, ayah akan membuat perhitungan sama anak ingusan itu"geram ayahnya Silvi.