
"siap bi yang datang malam-malam gini"tanya Alisa
"Anu non, yang datang den Alex"jawab bi inem
"haiiissh... bibi usir saja tamu yang tidak penting tuh"ucap Alisa berlalu pergi meninggalkan papanya dan bi inem
tuan David menghela nafas panjang HAH
"ya sudah bi tolong bilang sama Alex tunggu aja di ruang tamu, biar nanti saya dan Alisa menemuinya"ujar tuan David
"baik tuan, saya permisi"
tuan david segera menyusul Alisa di kamarnya
Braakkk...
Alisa menutup pintu dengan sangat kuat
braakkk...
"nak, buka pintunya sayang, ada hal yang papa mau bicarakan sama kamu"bujuk tuan David
"Gak mau, papa pasti mau nyuruh aku kan untuk bertemu dengan Alex"
"kali ini tolong bantu papa nak, papa mohon papa janji papa akan mengabulkan apapun keinginan kamu nak, yang penting kamu harus mendengarkan penjelasan papa dulu"
__ADS_1
Alisa yang mendengar penuturan papanya di balik pintu kamarnya.
namun sesaat kemudian Alisa membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan papanya masuk
ceklek
"makasih nak" ucap tuan david yang di anggukan Alisa
"apa yang papa mau jelaskan sama aku?"tanya Alisa
"jangan bilang papa mau jodohkan aku dengan Alex?"tanya Alisa lagi yang langsung to the point
"sayang, papa hanya ingin kamu memiliki calon suami yang baik,pengertian,dan menerima kamu apa adanya"jawab tuan David
"tapi pah, aku gak suka sama Alex, papa tau sendiri gimana traumanya aku pah, hikks... hikkss... aku tidak mau jika nanti aku mencintai seorang pria yang aku cintai terus tiba-tiba ada musuh yang tahu kelemahan aku bisa jadi musuh itu memanfaatkan kelemahan aku pah, papa gak ingat kejadian 20tahun lalu? kejadian yang menewaskan mama? sampai sekarang papa saja belum bergerak mencari dalang kematian mama"jelas Alisa yang membuat tuan David diam membeku
"Nak, maafkan papa, papa tidak akan memaksakan kamu lagi, kamu benar papa harus bergerak secepatnya untuk menemukan dalang kematian mama kamu, tapi papa mohon kamu mau ya bertemu dengan Alex"
"terserah papa"
"ya sudah kalo gitu kamu siap siap aja, papa keluar dulu"
Alisa yang nampak frustasi, disatu sisi dia juga cinta sama Alex tapi disisi lain dia takut jika nanti ada musuh yang tahu kelemahannya
sementara di ruang tamu
__ADS_1
"den ini bibi bawakan cemilan dan minuman"ucap bi inem sembari meletakan mapan yang diisi makanan dan minuman
"terima kasih bi"
"sama-sama den, silahkan di minum bibi permisi kebelakang"
mayang dan audy yang baru tiba di mansion tuan David
Audy yang kegirangan melihat Alex yang sedang duduk di ruang tamu
"bunda lihat deh ada Alex di rumah kita"ucap Audy kegirangan
"kamu ini seperti cacing kepanasan saja kalo melihat Alex"ledek Mayang
"issh, apa-apaan sih bun, bukannya senang malah ledek aku"
"ya sudah tunggu apa lagi, sana kamu temani calon suami idaman kamu"
cupp...
setelah mencium pipi kiri dan pipi kanan bundanya, Audy langsung berjalan menuju ruang tamu
"hai Alex, kamu sudah lama di sini?"tanya Audy basa-basi
"iya"jawab Alex datar
__ADS_1
Audy yang melihat raut wajah Alex yang datar nan dingin itu membuat Audy bingung harus memulai pembicaraan dari mana
sementara Alisa yang masih bingung pakaian apa yang harus dia kenakan, Alisa yang masih memilih dan memilah pakaian yang yang simpel namun terlihat berkelas.