
asisten richard yang mendengrkan pertikaian yang terjadi di loby perusahaan itu bergegas melihat pertikaian itu.
"STOP!!!"teriak asisten Richard geram atas staf perusahaan yang melakukan semena mena pada nona Alisa
"bapak tenang saja saya akan mengusir bocil ****** ini keluar dari perusahaan"ucap resepsionis santai
asisten Richard yang emosi dengan penuturan kata wanita itu, karena wanita itu sudah melewatai batas, yang membuat asisten Richard tersulut emosi karena wanita itu menghina nona Alisa dengan sebutan BOCIL J*L*NG.
"CUKUUP!! KALIAN BERTIGA SUDAH GILA HAH!! KALIAN TIDAK TAU SIAPA PEREMPUAN YANG KALIAN TAHAN!! DIA ADALAH NONA MUDA ALISA ANAK DARI BOS PERUSAHAAN KALIAN, PAHAM"Teriak asisten Richard dengan nada ketus dan penekanan
mereka bertiga terkejut dengar penjelasan asisten Richard bahkan mereka bertiga mulai ketakutan termaksud resepsionis wanita itu yang badannya sudah mulai panas dingin,gemetar,serta wajah pucat pasi.
"Lepaskan nona muda, apa kalian bertiga mau di pecat!"tanya asisten Richard dengan suara lantang
"maafkan kami tuan, kami tidak tau jika wanita ini anaknya bos David, tolong jangan pecat kami"ucap satpam
"iya tuan tolong maafkan saya yang sudah lancang mengatakan hal buruk tentang nona, tolong jangan pecat saya tuan hiikkss... hikkss"ujar wanita itu
"cih dasar wanita drama"ketus Alisa
wanita resepsionis itu adala grace, grace sangat marah dengan ejekan Alisa rasanya dia ingin membunuh Alisa saat ini juga.
"nona maafkan saya nona, kasihanilah saya nona hiiks...hikss"ucap Grace seraya bersimpuh di kaki Alisa
"saya tidak sudi memaafkan wanita angkuh seperti anda"ketus Alisa yang membuat Grace mengepalkan tangannya
Alisa berlalu pergi meninggalkan Grace yang bersimpuh di lantai dengan tangisannya.
"Uncle, saya harap tidak ada lagi staf di kantor papa yang sifatnya angkuh dan tidak tahu diri"jelas Alisa
"baik nona, mari saya antarkan nona di ruangan Tuan David"
__ADS_1
"tidak usah Uncle sebaiknya Uncle urus saja resepsionis dan kedua security itu"ucap Alisa yang beranjak dari loby perusahan namun di cegah oleh pemuda itu.
siapa lagi kalo bukan Alex
"ngapain lo disini?"tanya Alisa memincingkan matanya
"ngikutin lo lah sekalian gue mau nyapa camer gue"jawab Alex enteng
yang membuat Alisa berdecih dengan jawaban Alex
"Minggir"usir Alisa
"ikut"
Alex yang mengekori Alisa dari belakang sehingga membuat Alisa kesal, asisten Richard dan asisten Jhon hanya bisa menahan tawanya.
mereka berdua memasuki lift
lift berhenti di lantai 10
tok.. tok...
"masuk"sahut Tuan David
cekleek....
"loh Al kamu kok bisa sama Alex datang ke kantor papa?"tanya Tuan David
"Makhluk astral ini yang selalu ngikutin Al pah"lirih Alisa dengan nada ketusan pada Alex
"assalamu alaikum... Om"salam Alex pada Tuan David seraya mencium punggung Tuan David
__ADS_1
"Walaikum sallam Nak"David membalas salam Alex. "silahkan duduk"sambung Tuan David
"terima kasih om, om maaf atas kelancangan Alex yang sudah berani mengikuti setiap gerakan Alisa"Jelas Alex.
"iya tidak apa apa, om tidak akan marah justru om sangat bangga dengan sikap gentelman nak Alex"ucap Tuan David
"Pah apa-apaan sih pah, harusnya papa marah dong sama makhluk astral ini"kesal Alisa
sehingga tanpa Alisa sadari Alex gemas dengan tingkah Alisa
"Nak Alex ada yang ingin om tanyakan sama Nak Alex"
"silahkan om saya akan menjawab semua pertanyaan om"
"baiklah, jika suatu saat nanti nak Alex mengetahui identitas Alisa yang sebenarnya, Apakah Nak Alex akan meninggalkan Alisa?"tanya Tuan David
Alex menarik nafas panjang dan menghembuskan secara pelan HAH
"jawaban Alex tidak, karena Alex tidak akan pernah meninggalkan Alisa baik buruknya Alex akan menerima dengan lapang dada"jawab Alex, seketika membuat Tuan Alex bangga
"Ini pertanyaan terakhir om, Apakah Nak Alex mencintai Alisa?"tanya Tuan David lagi
mendengar pertanyaan papanya, Alisa semakin kesal Alisa berdiri dan ingin memotong pembicaraan sebelum Alex menjawab pertanyaan papanya.
"STOP IT PAH.. PA......"
Alex yang sudah memotong pembicaraan Alisa yang membuat Alisa menatap tajam Alex
"Om sejujurnya Alex mencintai Alisa tapi...."lirih Alex pada Alisa
"..... Alex takut jika cinta Alex hanya bertepuk sebelah tangan karena Alex tau Alisa tidak mungkin mencintai Alex, kalo boleh juju Alex ingin mempersunting Alisa Om, Om semenjak Alex pertama kali bertemu dengan Alisa, Alex merasa nyaman hanya melihat wajah Alisa walaupun wajah Alisa nampak dingin dan datar namun tak membuat Alex berhenti untuk mencintai Alisa, om bolehkah Alex mempersunting Alisa?"sambung Alex
__ADS_1
penjelasan Alex membuat Alisa membeku di tempatnya termaksud Tuan David yang sedari tadi menyimak penjelasan Alex