Petualangan Si Pembawa Cahaya

Petualangan Si Pembawa Cahaya
CH. 10 - Harta Karun Besar


__ADS_3

"Apa-apaan ini? Kenapa kau mengijinkan orang ini masuk ke rumah ini kakak?" tanya Safa kepada Hernand sambil menunjuk ke arah Levin.


"Semuanya sudah terbongkar, Safa, kau tidak bisa menipu siapapun lagi sekarang." kata Levin sambil berdiri. Dia lalu berjalan ke arah Safa, dan menggeledah dua saku jaket Safa yang besar. Dia lalu mengacungkan secarik kertas keatas. Ekspresi Safa lalu berubah menjadi takut.


"A.. Apa-apaan ini? Tolong jelaskan kepadaku Safa!" kata Hernand sambil menatap Safa dengan bingung.


"Kertas ini, adalah sebuah petunjuk untuk sesuatu yang penting." kata Levin sambil mengamati kertas yang bertuliskan aksara lama itu.


"Entahlah, mungkin kertas itu menunjukkan letak harta karun yang sebenarnya. Apapun itu kertas ini menunjukkan sesuatu yang lebih besar dari harta yang kau temukan di danau itu. Aku tidak tahu dari mana Safa mengetahuinya. Yang jelas waktu Safa mengendap-ngendap keluar di malam hari, dia pasti sedang mencari seorang penerjemah yang mungkin dia pernah dengar sebelumnya, dia tidak ingin kau mengetahuinya maka dari itu dia pergi dengan sembunyi-sembunyi. Safa mungkin menyembunyikan kertas itu saat kau mengganti celanamu, dia tidak bisa pergi keluar mencari penerjemah waktu itu karena kau pasti akan curiga. Malam itu Safa pergi keluar dan pulang dengan wajah yang mengecewakan, menandakan bahwa dia tidak bisa menemukan penerjemah itu. Dia lalu mendekati pot diluar, dan menyembunyikan kertasnya disana. Dia berencana untuk pergi keluar lagi besok hari untuk mencari penerjemah itu, tapi dia belum bisa menemukan alasan apapun untuk pergi dari rumah. Safa memanfaatkanku untuk pergi keluar, saat aku pergi ke danau, Safa beralasan akan membuntutiku, tapi kebenarannya dia pergi keluar untuk mencari si penerjemah." kata Levin, yang lalu dipotong oleh Hernand.


"Tu.. Tunggu dulu. Aku.. Maksudmu Safa melakukan ini karena dia ingin mencari dan menyimpan harta itu untuk dia sendiri?" tanya Hernand sambil menatap tajam ke arah Levin.


"Yah, Safa berada disampingmu sekarang. Kenapa kau tidak menanyakannya secara langsung saja kepadanya?" kata Levin sambil melihat ke arah Safa. Safa lalu mengangkat kepalanya yang dari tadi tertunduk bisu.

__ADS_1


"Aku.. Keluar bukan untuk mencari penerjemah." ucap Safa dengan suara pelan.


"Percaya atau tidak, harta karun yang ditemukan oleh Hernand itu adalah harta yang dikubur oleh keluarga buyutku, The Fretha. Saat aku masih kecil, ayahku Toram Fretha pernah bercerita tentang ayahnya kakekku yang merupakan seorang komander perang di kerajaan Livermore. Waktu itu kerajaan itu subur dan makmur, para penduduknya berbahagia karena tidak ada peperangan dengan kerajaan manapun. Meskipun begitu kakek buyutku adalah orang yang sibuk, tempatnya bekerja selalu menerima kontrak pekerjaan diluar kerajaan, atau bisa dibilang dia adalah seorang mercenary atau tentara sewaan. Banyak pekerjaan yang dia lakukan yang berjasa bagi orang lain, tapi hanya satulah yang dia anggap paling berpengaruh bagi hidupnya, yaitu saat dia membantai para Viking yang meresahkan perairan Livermore."


"Waktu itu dia ditugaskan oleh kerajaan untuk menyerang para Viking yang sedang merampok dan menyekap para pegawai tambang di dekat perairan. Dia menyerangnya secara langsung karena dia tahu bahwa para Viking terkenal dengan kelicikannya, yaitu membom dan membunuh semua sekapannya, sehingga dia berani untuk mengambil resiko bahwa para pegawai yang disekap akan langsung dibunuh saat dia menyerang para Viking itu secara langsung. Dia dan tentaranya lalu membantai para Viking itu secara langsung di dalam tambang itu. Terdapat lima ratus lebih orang yang mati dalam peperangan, termasuk para pegawai tambang, terdapat sebuah kapal Viking yang sangat besar di tepian pantai di dekat tambang itu, yang lalu ayahnya kakekku memasukinya, dan menemukan jutaan keping emas berkilauan di salah satu ruangan di kapal itu, para tentara itupun lalu membawanya ke kerajaan untuk diserahkan kepada raja." Safa lalu menarik nafas yang panjang, dan mengeluarkannya dengan cepat.


"Kerajaan lalu memberi dia sebuah kompensasi atas pekerjaannya dan perbuatannya yang jujur, kerajaan memberinya satu ribu keping emas. Ayahku berkata bahwa ayahnya kakekku lalu menyembunyikan emas-emasnya di dalam sebuah peti yang tersembunyi di sekitar kerajaan Livermore, dia juga berkata bahwa sebuah peti kecil berisi dua puluh lima keping emas di kubur disekitar danau Dalas, dan secarik kertas yang berisi petunjuk letak ribuan keping emas lainnya." kata Safa, dia menjelaskan semuanya dengan wajah murung.


"Kau tidak akan percaya padaku Hernand, aku tahu sifatmu. Kau pasti akan berfikir bahwa aku mengatakan kebohongan dan mencoba untuk merampas emas yang kau temukan di danau itu. Untuk itulah aku mengajakmu untuk pergi ke Laberos kota intelektual itu, untuk menerjemahkan teks itu dan mencarinya bersama-sama." kata Safa. Hernand lalu terdiam.


"Lalu, kemana kau pergi malam itu, jika tidak ke seorang penerjemah?" tanya Levin.


"Tentu saja kerumah ayahku. Aku kesana untuk bertanya dan memintanya untuk menerjemahkan teks ini. Tapi dia berkata dia tidak bisa melakukannya, dia malah berkata kepadaku untuk menjauhi harta itu dan melupakkannya. Untuk itulah aku berencana untuk pindah dari rumah ini, agar dia tidak mengetahuiku berusaha mencari harta itu." jelas Safa.

__ADS_1


"Lalu, kenapa kau menahan dirimu disini? Kenapa kau bilang padaku untuk tinggal disini untuk hari-hari terakhir?" tanya Hernand dengan nada agak marah.


"Bodoh, aku sudah bilang kepadamu bahwa rumah ini mempunyai banyak kenangan. Dan... Ayahku... Aku tidak bisa meninggalkannya. Untuk itulah aku tadi keluar rumah dan berencana untuk melihatnya untuk terakhir kalinya. Akan tetapi ayahku, aku rasa yang dia katakan memang benar. Aku harus memikirkan baik-baik apa yang aku harus perbuat dengan harta itu. Ayahku berkata untuk menyerahkannya kepada kerajaan yang sekarang ini lebih membutuhkannya daripada aku. Dia berkata bahwa jika seseorang yang mempunyai terlalu banyak harta, dia tidak akan menggunakan harta itu, tapi digunakan olehnya. Untuk itulah aku akan menyerahkan surat ini ke kerajaan dan melupakannya untuk seumur hidupku, dan hidup disini, dirumah ini sampai aku mati." kata Safa sambil tersenyum pilu. Hernand lalu bangkit berdiri, matanya terbelalak marah menyala-nyala.


"Apa! Apakah kau bodoh! Ribuan emas itu adalah hak mu bodoh! Ribuan emas itu dapat membuat kita kaya! Kenapa kau..." Levin lalu berdiri dan membanting Hernand kelantai yang sedang membawa sendok tanaman dan menghampiri Safa. Meskipun umurnya jauh berbeda, Levin mempunyai kekuatan lengan yang sangat kuat.


"Aku rasa kau benar Hernand." kata Levin sambil meletakan kedua tangan Hernand ke belakang. Hernand meronta-ronta, tapi genggaman Levin lebih kuat.


"Bahwa emas itu memang hak Safa. Maka dari itulah hanya dia yang dapat menentukan kemana emas-emas itu harus pergi." kata Levin, sambil mengikat tangan Hernand dengan akar-akar tanaman Vervel biru yang kuat. Levin lalu memberikan surat itu kepada Safa.


"Lakukanlah apa yang kau kehendaki dengan kertas ini. Aku rasa aku dapat mempercayai ceritamu. Dan kau, Hernand, kau masih mempunyai satu urusan lain. Yaitu pergi ke si pengobat di desa dan menjelaskan semuanya. Atau penjaga penjaralah yang akan kau ajak bicara karena percobaan pembunuhan menggunakan sendok tanaman." kata Levin, yang lalu dia merangkul Hernand keluar rumah


- End of Chapter :)

__ADS_1


__ADS_2