
Tubuh Levin masih gemetar, tempat itu menjadi hening untuk sementara. Perasaan takut memaksanya untuk segera berlari menjauh dari tempat itu, tapi perasaan takut itu juga membuatnya terpatung susah untuk bergerak. Dia lalu memutuskan untuk mundur dengan pelan ke arah hutan dibelakangnya dan mengamati danau itu disana.
Levin terduduk di bawah salah satu pohon disana. Matanya tidak terlepas dari danau itu, matanya itu selalu terpaku ke arah sana. Dia merasakan gelisah terhadap sekelilingnya, dia merasakan kehadiran mahluk lain dibelakang dan dipinggirnya, sehingga membuatnya merasa tidak aman dan menengok kanan kiri gelisah.
"A.. Apakah yang barusan aku lihat tadi? Apakah itu nyata?" tanya Levin kepada dirinya sendiri, jantungnya masih berdegup dengan kencang. Pikirannya terus memaksa Levin untuk segera pergi.
Levin berusaha untuk mengontrol dirinya, dia berdiri dan mengambil nafas yang panjang dan menghembuskannya dengan pelan. "Aku mempunyai baju baja dan pedang yang kuat, aku tidak akan membiarkan rasa takutku mematahkannya." tegas Levin dalam hati, dia lalu terdiam sejenak, dan melangkah maju mendekati danau itu kembali dengan pelan.
Dia mendekati dan menatap danau itu kembali. Tangannya memegang gagang pedang itu bersiap-siap, posturnya terlihat seperti seorang Samurai yang tengah memasang kuda-kuda.
Beberapa menitpun berlalu, Levin masih dalam kuda-kudanya. Tidak ada tanda-tanda kehadiran mahluk itu. Bahkan, Levin sangat yakin bahwa danau itu tidak terlalu dalam sehingga bisa menyembunyikan seekor monster besar disana. Dia lalu kebingungan, dia melambai-lambaikan tangannya keatas, mendekati danau itu lebih dekat dan berteriak disana, tapi mahluk itu belum juga muncul.
Dia teringat kepada naga waktu dia berada di air terjun Ico, dia melakukan hal yang sama disana dan mahluk itu tidak keluar juga. "Apakah mungkin mahluk ini menyadari bahwa aku adalah sang Sagmorat dan memancingku untuk masuk kesana seperti naga waktu itu? Dan juga mungkinkah mahluk itu menyimpan kristal Calemiara? Tapi bukannya kristal itu terletak di kap..." mata Levin lalu terbelalak saat dia ingat kepada sesuatu, dia membawa peta disakunya dengan cepat dan merentangkannya.
"Kapital New Vamor dikelilingi oleh air! Kapital itu terletak di danau yang sangat besar dan mengalir ke laut dan danau-danau kecil lainnya. Jangan-jangan..." Levin terkejut saat melihat air di danau itu terhambur keluar dan membuatnya terpelanting kebelakang menjatuhkan peta itu. Air-air itu berhamburan ke atas dan membasahi Levin yang terjatuh, matanya melihat ke depan dimana mahluk itu meloncat keluar danau dan terbang keatasnya.
Mahluk itu besar dan panjang membentang ke atas, dia memiliki tubuh mirip lele dan kepala ikan emas, tubuhnya sangat panjang bagaikan ular dan tenggelam kebawah. Kepalanya yang besar menatap ke arah Levin, mulutnya membuka tutup dengan cepat seolah-olah sedang bernafas.
Levin dengan cepat meraih peta itu dan memasukannya ke saku sambil berdiri. Dia membawa pedangnya dan mengacungkannya ke atas. Dengan cepat mahluk itu mengayunkan kepalanya ke arah Levin sehingga membuatnya terpelanting jauh dan hampir membuatnya tercebur ke danau.
Levin bergegas untuk berdiri dan meraih pedangnya yang terlepas terlempar ke tanah. Dia membawanya dan memasang kuda-kuda bungkuknya kembali. Mahluk besar itu mengayunkan kepalanya kebawah dan membanting ke tanah, Levin meloncat ke kiri menghindarinya, dia terjatuh dan berusaha untuk berdiri kembali.
__ADS_1
Kepala mahluk itu masih terbaring ditanah, lehernya yang panjang mencoba untuk menarik kepalanya yang besar. Dengan cepat Levin berlari menyimpan pedangnya diperut mencoba untuk menusuk mahluk itu. Dia meloncat kedepan dan menacapkan pedang itu ke mata kiri si mahluk yang bulat besar, dengan refleks mahluk itu menarik kepalanya ke atas dan membuat Levin terbang dan terbanting ke air di danau, pedang itu masih menancap di mata si mahluk.
Mahluk itu masuk ke danau dan menggeliat-geliat disana, membuat air di danau itu bergelombang dan melampung-lampungkan tubuh Levin. Levin mencoba untuk berenang kembali ke daratan, dia mendayung-dayungkan tangannya dengan susah payah sementara si mahluk itu sedang berputar-putar dibawahnya.
Levin menggenggam rumput dan menarik dirinya ke atas dengan sekuat tenaga. Dia merayap menjauhi danau itu sambil terbatuk-batuk, tubuhnya lemas dan kepalanya pening. Dia membalikan badannya ke danau untuk melihat ke arah mahluk itu, mahluk itu sudah menghilang.
Tubuh Levin terasa sangat lemas, dia kehilangan pedang berharganya yang menancap di mata kiri mahluk mengerikan itu. Levin memegang lututnya dan berusaha untuk berdiri dengan gemetar, dia lalu memalingkan wajahnya kembali ke danau itu yang menyepi.
Waktu itu rasa semangat Levin menggebu-gebu di dadanya, perasaan takut yang tebal sekarang sudah memudar sepenuhnya. "Aku bisa merasakannya! Entah kenapa aku bisa merasakan kristal itu di dalam tubuh mahluk itu. Yang pasti aku harus membunuhnya dan mengambil kristal itu." ucap Levin dalam hati, dia mencoba untuk bernafas dengan lambat agar energinya cepat pulih.
"Aku tidak mengerti apapun tentang makam iblis itu. Tapi aku tidak peduli sekarang. Yang akan aku lakukan adalah membunuh mahluk-mahluk kejam sepertimu dan membawa kristal itu. Apapun konsekuensinya." kata Levin ke arah danau itu. Sesuatupun lalu bergerak disana, mahluk itu mulai menampakan dirinya kembali di atas permukaan air.
Pedang itu terlihat masih tertancap dalam di mata si mahluk. Kepala mahluk yang tadinya menjulang ke atas sekarang menjadi lebih dangkal kebawah, matanya seperti biasa menatap ke arah Levin dan mulutnya selalu membuka tutup. Mahluk itu lalu membungkukan kepalanya, Levin bisa melihat dengan samar sebuah benda berkilauan di kening mahluk itu. Levin lalu mengerti, mahluk itu mencoba untuk memberikan isyarat kepada Levin.
Levin lalu bisa mendengar sesuatu dikepalanya, pertama-tama suara itu hanyalah sebuah bisikan yang mengerikan yang lebih lama menjadi semakin jelas. "Aku tahu bahwa kau adalah sang Sagmorat," kata suara itu dalam kepala Levin. "Tapi aku tidak mengerti kenapa kau menyebutku sebagai mahluk kejam. Aku tidak pernah membunuh orang-orangmu dan binatang lain sebelumnya, kenapa kau menyebutku kejam Sagmorat?". Lanjutnya.
"Orang-orang disuatu desa terkena sebuah wabah sesaat mereka pulang dari sini. Mereka berkata bahwa danau ini adalah asal-usul wabah itu, dan hanya kau lah yang berbahaya disini. Kau bahkan menyerangku sebelum aku menyerangmu terlebih dahulu, itu membuktikan bahwa kau adalah mahluk yang berbahaya." ucap Levin dalam hatinya sambil menatap kembali mahluk itu.
"Tidak semua orang bisa melihatku, Sagmorat. Hanya orang-orang terpilihlah yang bisa melihatku dengan mata telanjang. Seorang manusia misterius berjubah selalu datang ke danau ini dan menaburkan sesuatu yang berbahaya kedalam air sehingga membuatnya beracun. Dia tidak bisa melihatku sebelumnya, aku yang berusaha untuk melindungi danau ini lalu menampakan diriku ke orang itu dan mengusirnya dari sini. Tapi orang itu tetap muncul dan aku harus mengusirnya kembali karena membahayakan ikan-ikan disini dan para peternak. Pertama kali aku melihatmu aku berfikir kalau kau adalah orang itu dan aku menyerangmu, tapi setelah kau berkata tentang kristal itu dan menuduhku sebagai mahluk kejam aku lalu menyadari kalau kau adalah sang Sagmorat yang telah diramalkan, dan kau menginginkan kristal Calemiara dariku, penjaga makam Llemas." ucap mahluk itu di dalam kepala Levin.
"Llemas, aku pernah mendengar legenda tentang mahluk itu. Kau adalah mahluk mengerikan yang menghantui seluruh perairan di New Vamor dan menakut-nakuti warga, tapi legenda mengatakan kau tidak pernah menimbulkan satupun korban. Jika alasanmu adalah untuk melindungi danau ini dan menakut-nakuti orang yang memberi sesuatu ke air didanau, lalu kenapa kau di legendakan sebagai mahluk berbahaya mengerikan yang suka menakuti warga?" tanya Levin.
__ADS_1
"Aku tidak menakuti warga. Aku hanya menampakan diriku kepada orang-orang yang mempunyai niat jahat dan mencoba untuk menghentikan mereka. Aku tersiksa oleh niat jahat seseorang, dan merasa senang saat melihat orang lain yang mempunyai niat baik dalam perjalanannya, sehingga aku selalu menakuti orang-orang jahat itu. Aku merasakan seseorang dengan niat baik datang kedanau ini, aku lalu naik ke atas untuk melihatnya dan aku menemukanmu. Waktu itu aku tidak mengerti kenapa kau bisa melihatku, tapi saat itu niatmu berubah dan aku menyerangmu karena aku pikir bahwa kau adalah orang misterius itu yang mencoba untuk membunuhku dengan pedangmu, karena tidak ada yang bisa melihatku selain orang itu. Tapi ternyata kau bukanlah dia, kau adalah si pembawa cahaya yang dianugerahkan oleh para dewa untuk melihat ketujuh iblis dan penjaganya, dan aku adalah salah satu dari sekian penjaga makam para iblis yang dapat kau lihat." ucap mahluk raksasa itu. Levin mengangguk kecil, dia lalu baru sadar bahwa dia ternyata kebasahan dan dia ingat kalau dia menelan sedikit air disana saat tercebur.
"Tu.. Tunggu dulu.. Jika air ini adalah air yang berbahaya, apakah aku juga terkena dampaknya karena tadi aku tercebur kesana? Apakah aku juga akan terkena penyakitnya?" tanya Levin panik, suara dalam kepalanya lalu berubah menjadi suara-suara bisikan yang mengerikan kembali, suara itu menjadi tidak jelas karena perasaan-perasaan yang kuat.
Levin menenangkan dirinya dengan melakukan jurus tenangnya, menarik nafas dan menghembuskannya dengan pelan. Sedikit demi sedikit suara itu menjadi jelas kembali.
"Orang misterius itu menaburkan sejenis bubuk yang berbahaya dengan dosis yang tidak terlalu banyak, sehingga zat itu hanya tersebar ke air danau dengan sedikit. Itu menyebabkan zat itu lemah dan berefek dengan waktu yang agak lama. Aku tidak yakin kapan penyakit itu akan menumbangkanmu, yang jelas kau harus segera mencari penawarnya dan menyembuhkan dirimu sendiri." ucap mahluk berwujud ikan itu sambil berenang mendekati Levin dan mengasongkan pedangnya. Levin lalu mencabutnya dengan perlahan, mahluk itu sedikit bergerak-gerak karena kesakitan.
"Adakah penawarnya? Apakah aku bisa mendapatkannya?" tanya Levin dengan wajah penuh harap.
"Benda yang ditaburkan kesini adalah benda yang mengandung sihir. Benda itu tidaklah berbahaya, hanya sebuah perantara yang akan melarutkan sihir itu keseluruh air didanau, mungkin hanya semacam tanah liat atau bubuk pasir. Beruntungnya sihir itu adalah sihir yang lemah, meskipun berbahaya intensitas sihir di benda itu tidaklah terlalu kuat. Aku rasa kau sudah tahu, bahwa untuk melawan sihir kau harus menggunakan sihir kembali. Maka dari itu carilah seorang dukun atau penyihir, aku yakin hanya dengan pemberian sugesti kecil sihir itu akan menghilang sebelum sihir itu menguat di otakmu."
"Su.. Sugesti? Kau tahu Llemas, aku adalah seorang penyihir. Aku belum pernah mengobati diriku sendiri dengan sihirku, tapi apakah aku bisa mencobanya?" tanya Levin
"Aku tidak tahu, kenapa kau tidak mencobanya? Sihir itu hanyalah sebuah sugesti yang distimulasi dengan sakit fisik. Semakin kau berfikir kalau kau mempunyai penyakit, semakin jelas dan menyebar penyakit itu. Kau hanya perlu meyakinkan dirimu untuk yakin bahwa kau tidak mempunyai penyakit apapun, dan mengabaikan rasa sakit yang datang seolah-olah rasa sakit itu tidak pernah ada. Itulah apa yang dilakukan penyihir-penyihir besar di masa lalu untuk mengobati sihir dan sakit mentalnya, mereka mendistraksi perasaan mereka dan mengubahnya menjadi perasaan lain." ucap mahluk itu. Rasa panik Levin lalu memudar sepenuhnya, dia berkata bahwa hal itu adalah hal yang mudah untuk dilakukan, dia hanya perlu mendistraksi dirinya dan meyakinkan dirinya bahwa dia tidak mempunyai penyakit apapun.
"Kalau begitu, apakah hal itu juga berpengaruh kepada para penduduk desa lain yang terkena sihir ini?"
"Aku tidak tahu, jika mereka kehilangan kesadarannya karena sihir yang menguat di otaknya. Akan sulit untuk memberi sugesti dan melemahkan sihir itu. Sihir itu semakin kuat jika kepercayaanmu tentang keberadaannya semakin kuat, itulah bagaimana semua sihir bekerja. Jika kau adalah seorang penyihir, maka kau akan bisa melakukan sesuatu untuk mengobati penyakit mereka dengan sihirmu." mahluk itu berhenti berbicara sejenak, dia lalu melanjutkan.
"Jika kau ingin mengobati orang-orang di desa itu, aku akan berterimakasih kepadamu. Karena itulah ritualmu untuk membebaskanku dari dunia ini dan memberikanmu kristal Calemiara yang aku bawa. Aku adalah orang yang terkutuk, Levin. Aku dikutuk oleh dewa Calemia karena kejahatanku di masa lalu, dia menjadikanku mahluk mengerikan ini dan mentugaskanku untuk menjaga kristal yang merupakan makam iblis sekaligus kepingan pedang ini ditubuhku. Dewa Calemia mentakdirkan bahwa seseorang akan datang dan mengklaim kristal ini. Dewa Calemia berkata bahwa aku akan terbebas dari siksaan ini saat dia berhasil melakukan sebuah ritual yang akan merubah orang-orang di semua penjuru kerajaan New Vamor yang keras dan selalu mempunyai niat jahat. Aku yakin inilah ritual yang Dewa Calemia maksud, kau harus menyelamatkan para penduduk desa itu dan menghentikan orang misterius yang memulai semuanya. Lakukanlah itu Sagmorat, bebaskanlah aku dan bawalah kristal ini bersamamu." ucap Llemas secara telepati di dalam kepala Levin.
__ADS_1
- End of Chapter :)