Petualangan Si Pembawa Cahaya

Petualangan Si Pembawa Cahaya
CH. 11 - Philantropis


__ADS_3

Levin berjalan dengan Hernand untuk mengembalikannya ke si pengobat. Tubuh Hernand meronta-ronta mencoba untuk melarikan diri, tapi meskipun begitu tubuhnya lemah dan tenaganya tidak sebesar umurnya, Levinpun lalu mengkunci tangan Hernand dipunggungnya, sehingga membuat Hernand kesakitan jika dia bergerak.


"Ayolah, kau tahu kau tidak bisa kabur, bukankah kau?" tanya Levin.


"Da.. Dasar bodoh. Kau membiarkan si Safa itu menyerahkan hartanya kepada kerajaan. Aku tidak pernah melihat orang sebodoh kalian seumur hidupku." kata Hernand sambil berusaha mengambil nafas karena kelelahan, dia meronta-ronta kecil, lalu kesakitan dan akhirnya dia diam.

__ADS_1


"Aku rasa Safa akan dengan senang hati membagi hartanya yang terkubur di danau itu denganmu, jika kau tidak bertingkah bodoh seperti ini. Kau seharusnya menggunakan otakmu dibanding dengan perasaanmu." kata Levin sambil bernafas lega melihat desa itu didepannya. Hernand hanya terdiam kesal, wajahnya lalu terlihat pasrah dan kecewa.


"Akhirnya, kita sampai juga." kata Levin sambil berbelok ke rumah si pengobat, dan masuk ke dalam rumah itu. Si pengobat terlihat sedang mondar-mandir diruangan itu, wajahnya terkejut saat dia melihat Hernand.


"Hernand! Kemana saja kau! Aku tidak percaya kau masih berani menunjukkan batang hidungmu disini. Dan.. Dan apa yang terjadi kepadamu? Kenapa kau diikat?" tanya si pengobat itu bingung kepada Levin.

__ADS_1


"Aku rasa aku berhasil membawa bunga itu dan juga Hernand kepadamu, jadi mungkin kau harus memotong biayanya." kata Levin melanjutkan. Dia tersenyum hangat kepada si pengobat.


"Jangan khawatirkan tentang bayaranmu, tuan. Aku rasa bantuanmu lebih besar dari bantuanku." kata pengobat itu sambil menghaluskan tanaman itu, mencampurkannya dengan suatu cairan dan mengoleskannya di luka-luka si wanita.


"Sekarang kau bisa pergi, membawa Hernand ke sini sudah lebih dari cukup bagiku, yang aku butuhkan hanyalah sebuah kepastian apakah dia akan terus bekerja kepadaku ataukah tidak. Tapi sepertinya kau mendapatkan beberapa masalah saat mencarinya, kau juga pasti sangat lelah, aku rasa kau pantas untuk menadapatkan sebuah kompensasi lebih. Dan kau, Hernand! aku tidak ingin melihat kau menghilang lagi. Aku tidak peduli apa yang telah terjadi padamu, tapi yang aku butuhkan sekarang adalah tanaman-tanaman itu, maka dari itu pergilah cari tanaman-tanaman itu, tapi jika kau tidak kembali dalam satu hari, maka aku rasa aku harus mencari orang baru untuk menggantikanmu." kata si pengobat. Hernand terduduk lemas, wajahnya merah dan dia tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi di sekitarnya, dia terus memikirkan tentang harta itu dan Safa, pacarnya. Levin lalu membungkukkan badannya kepada si pengobat, dan berjalan ke arah wanita yang sedang terbaring tertidur karena obat bius.

__ADS_1


"Terimakasih banyak, tuan pengobat. Aku rasa kau harus berhati-hati terhadap apa yang akan dilakukan oleh Hernand selanjutnya, dia sedikit panas sekarang. Dan aku akan membawa wanita ini bersamaku ke penginapan, dia masih butuh waktu istirahat untuk segera pulih ke kondisinya. Semoga Hartlova membalas kedermawananmu." kata Levin, yang lalu dia merangkul wanita yang sedang tertidur itu keluar.


- End of Chapter :)


__ADS_2