
Levin berlari keluar dengan cepat, otot-otot kakinya yang kuat sejak lahir berayun-ayun dengan lihai. Levin memegangi perutnya yang sejak kemarin belum menemukan makanan. Dia lalu membuka pintu kedai itu dan menemukan tiga orang tadi sedang menunggunya di sebuah kereta kuda.
"Cepat, naiklah!" teriak orang yang berjanggut merah, dia duduk di dalam gerobak kereta, sedangkan satu dari mereka duduk di depan untuk mengontrol si kuda. Levin lalu loncat ke kereta itu.
"Kalian punya air minum? Aku belum sempat untuk sarapan tadi, tenggorokanku sekarang terasa seperti terbakar." tanya Levin kepada dua orang disebelahnya, sementara kereta sudah melaju dengan kecepatan yang cukup cepat.
"Tentu saja. Kami sudah membawa perbekalan makanan kami. Tentu saja perbekalan ini sekarang milikmu juga, sekarang kau adalah salah satu dari kami." kata orang disebelah si janggut merah. Dia lalu membuka sebuah karung yang berisi berbagai jenis makanan, dia juga menyodorkan sebuah kardus berisi botol-botol susu dan air putih. Levin lalu membawa dan meminum air putih itu.
"Aku akan menceritakan semuanya, dimulai dari awal. Kalian makanlah sambil mendengarkan, kita memang butuh energi ekstra untuk melakukan pekerjaan ini. Pertama-tama aku akan memperkenalkan nama kami bertiga. Namaku adalah Gordon Slightre, lalu orang disebelahku, nama dia Erand Trollson, dan orang yang sedang menyupiri kereta ini namanya Don Forester. Kami adalah anggota dari Clan pemburu besar bernama The Ratacore." kata orang yang berjanggut merah bernama Gordon itu, dia lalu membuka tutup botol susu dan meminumnya sampai habis, dia menyimpan botol itu kembali ke dalam kardusnya.
"Dua hari yang lalu kami bertiga mendapat kontrak dari pusat untuk memburu seekor beruang yang meresahkan para pedagang di hutan Libero, hutan besar dekat kerajaan Livermore. Kami pergi ke hutan itu, dan sebelumnya kami menanyakan terlebih dahulu kepada warga yang melihat beruang itu, dimana mereka terakhir melihatnya, mereka berkata bahwa setelah beruang itu menyerang, para pedagang itu lalu memanahnya dan beruang itu lari ke arah sungai Ico, sungai yang diklaim sebagai sungai iblis karena banyaknya orang hilang disana." Gordon membuka mulutnya dengan lebar untuk meregangkan otot-ototnya. Dia lalu melanjutkan.
__ADS_1
"Saat kami bertiga pergi kesungai itu, kami melihat si beruang berada di dekat air terjun yang besar, menurut legenda Livermorian, air terjun itu adalah tempat dimana para iblis berkumpul dan menculik seratus orang setiap tahunnya sebagai tumbal, banyak para petualang dan pencari harta pergi mendekati air terjun itu, dan tidak ada satupun dari mereka yang pernah kembali. Sehingga air terjun itu dijauhi oleh orang-orang sekitar karena ke angkerannya. Waktu itu kami bersembunyi di balik pepohonan dan mengamatinya disana, aku membalut anak panahku dengan racun kalajengking agar langsung melumpuhkan beruang itu dengan seketika." kata Gordon sambil mengeluarkan sebuah busur dari kotak peralatannya dan mengacungkan sebuah botol berisi cairan berwarna kecoklatan ke arah Levin.
"Saat aku menarik tali anak panahku dan membidiknya dari kejauhan, aku terkejut saat melihat sebuah sosok hitam panjang keluar dari air terjun itu dan menarik tubuh si beruang dengan sangat cepat ke dalam air terjun. Sosok itu sangat besar dan menghilang dalam waktu yang sangat singkat, saat itu kami lalu lari terbirit-birit karena syok dan takut sosok itu akan menarik kami juga kedalam gua air terjun. Kami lalu kembali ke pusat, dengan panik kami menceritakan kejadian itu kepada kepala clan Ratacore, alhasil semua orang disana mentertawakanku dan berkata bahwa aku hanya menghayal dan hanya menutup-nutupi ketidakmampuanku untuk memburu beruang itu. Saat itu kami dipermalukan oleh semua orang di clan. Setelah itu anakku, Harold, yang juga merupakan seorang anggota clan itu lalu mengajak orang-orang di clan yang mengejek kami pergi ke air terjun itu untuk membuktikannya. Aku melarangnya dengan keras, tapi dia tetap bersikukuh dan berkata dia akan memburu sosok itu dan membersihkan namaku, dia membawa kelompoknya dan pergi bersama puluhan orang ke tempat mengerikan itu." Gordon lalu menundukan kepalanya, dia memegangi kepalanya dengan ekspresi pilu.
"Dia pergi kesana sejak kemarin, dan dia belum juga pulang. Aku mengkhawatirkan yang terburuk, aku takut bahwa legenda itu memang benar. Tapi anakku bukan orang yang lemah! Aku yakin sekarang dia sedang menyelidiki makhluk itu disana, a.. Aku yakin dia..." Gordon lalu menangis lagi, dia mengusap matanya dan menggerak-gerakan mulutnya berusaha untuk menahan tangis.
"Lalu, apa yang kau butuhkan dariku? Kenapa kalian mencari orang sepertiku untuk membantu kalian ke tempat itu? Kalian akan mencoba untuk membantu kelompok itu dan menyelamatkannya kan?" tanya Levin sambil memakan roti dengan rakus. Seseorang yang bernama Erand Trollson lalu mengelus-ngelus punggung Gordon, dan dia meneruskan perkataan Gordon.
"Kami semua kehilangan keluarga kami dikelompok itu, aku kehilangan adikku Ander, Gordon kehilangan anaknya Harold, dan si Toabi itu kehilangan anaknya juga, Nara. Kami bertiga lalu dia beri kontrak untuk memburu makhluk yang dia sebut ular besar itu, meskipun aku yakin mahluk itu bukanlah ular. Dia lalu memohon kepada kami untuk menyelamatkan anaknya hidup-hidup, dia mengirim kami bertiga kesana karena dia percaya bahwa kamilah yang memulai semuanya dan yang mengetahui tentang mahluk itu lebih banyak, meskipun kenyataanya tidak begitu. Kami lalu meminta dia menulis pemburu lain dikontraknya sebagai bantuan, tapi dia menolak, dia berkata bahwa ini adalah misi rahasia dan dia tidak ingin mengorbankan pemburu lain. Ketololan yang jelas! Kami tidak percaya ternyata kami memiliki ketua yang begitu linglung!" kata Erand sambil mengepalkan tangannya, sementara si kusir, Don Forester, wajahnya fokus mengendarai kuda yang sedang dia kendalikan, sepertinya dia tidak bisa mendengar percakapan mereka bertiga karena jarak dan angin yang menerpa telinganya membuat dia tuli.
"Alasan kami merekrutmu adalah untuk membantu untuk mengoperasikan sebuah alat yang kami pasang di air terjun itu. Alat itu adalah alat jebakan yang dimiliki oleh clan kami untuk memburu para Troll yang sering bersembunyi di gua, alat itu hanya bisa dioperasikan oleh tiga orang yang mempunyai kekuatan saja. Kami sudah merakit alat itu di air terjun dengan sembunyi-sembunyi kemarin. Kami lalu menunggu makhluk itu untuk datang keluar, tapi sia-sia saja, tidak ada tanda-tanda mahluk itu. Kami memancing mereka keluar dengan cara berteriak dan melemparkan ayam dari atas air terjun, tapi tetap saja dia tidak keluar. Kami lalu memikirkan tentang sebuah umpan, seseorang yang cepat yang dapat memancing makhluk itu keluar dan lari dengan sekencang-kencangnya. Dan itulah tugasmu kawan, saat kami memberi aba-aba, kau larilah di tepian air terjun itu dengan kencang, dan saat makhluk itu keluar untuk menangkapmu kami akan menarik tuas dari tiga arah dan pisau di alat itu akan membelah makhluk itu menjadi dua." lanjut Erand.
__ADS_1
"Tapi, jika mahluk itu masih tidak menampakan dirinya. Terpaksa kau harus berdiam diri di tengah sungai agak dekat dengan terowongan air terjun itu, bagaimanapun kita harus mendapatkan kepala makhluk itu, meskipun itu akan membunuh kita semua." kata Gordon dengan tegas, sedangkan wajah Levin menjadi tegang, dia tidak menyangka dia harus melakukan hal itu dan membahayakan dirinya.
"Apa! Maksudmu aku hanya sebuah umpan? Lalu bagaimana jika makhluk itu masih tidak ingin keluar? Apakah aku harus masuk ke air terjun itu dan berteriak disana agar dia dapat keluar?" kata Levin dengan kesal, dia tahu dia tidak bisa membatalkan kontraknya.
"Ide bagus, tapi kau harus loncat keluar saat kau selesai berteriak." kata Gordon.
"Si.. Sial. Aku rasa.. Kita harus kembali dan melupakan semuanya." kata Levin dengan jantungnya yang berdebar-debar ketakutan.
"Kita sudah menandatangani kontraknya, semuanya harus diselesaikan atau kita akan jadi buruan clan The Ratacore itu. Kau tahu, ini adalah sebuah formalitas, sebuah kontrak yang dibuat dengan kertas merah harus diselesaikan dengan sukses bagaimanapun caranya, atau kepala kitalah yang akan jadi taruhannya." kata Gordon dengan tegas.
- End of Chapter :)
__ADS_1