Petualangan Si Pembawa Cahaya

Petualangan Si Pembawa Cahaya
CH. 13 - Persetujuan


__ADS_3

Levin berjalan melewati lorong itu menuju kedai minuman. Dia melihat tiga orang disana, mereka sedang duduk dan mengobrol. Salah satu dari mereka lalu berdiri saat melihat Levin dan menunjuknya.


"Kau, kesini sebentar." kata orang tua berjanggut merah yang terlihat kuat dan gagah itu sambil melambai-lambaikan tangannya. Levin lalu menghampirinya.


"Adakah yang bisa aku bantu tuan?" tanya Levin sambil membungkukkan badannya. Kedua orang disebelahnya lalu sedikit kagum dengan sikap sopan Levin.


"Duduklah, percakapan ini akan memakan sedikit waktu." kata orang tua itu sambil melihat kebelakang memastikan kursinya masih berada di tempatnya, dia lalu duduk. Sedangkan Levin agak curiga dengan orang-orang yang berada dihadapannya, pintu kedai itu terlihat tertutup rapat dan tidak ada kehadiran orang lain disana, termasuk si bartender.


Levin lalu duduk, dia memegangi pegangan pedang yang terselip di ikat pinggangnya. Dia berjaga-jaga dan melihat ke arah tiga orang itu dengan tajam.


"Ada apa? Apakah kalian mengenalku tuan-tuan?" tanya Levin, sambil memperhatikan gerak-gerik tiga orang dihadapannya dengan seksama, dia menajamkan kesadarannya dan berhati-hati.


"Tidak, kami tidak pernah mengetahuimu sebelumnya. Kami hanya mendengar tentang seorang pendatang bersenjata datang dan menginap di desa ini, kami membutuhkan dia. Jangan khawatir, kami bukan penjahat, kami hanya akan menawarkanmu sebuah pekerjaan, yang mungkin kau akan tertarik kepadanya." kata orang berjanggut merah itu sambil tersenyum dan mengelus-elus janggutnya yang lebat kebawah. Levin lalu mengangkat alisnya.


"Orang yang bersenjata bukan berarti dia itu kuat kan? Apakah kau yakin kau sedang mencari orang yang tepat, seorang anak kecil berumur tujuh belas tahun tuan?" tanya Levin. Seseorang yang sedang duduk ditengah lalu angkat bicara.


"Ya, apakah kita membutuhkan orang seperti dia? Bukankah dia terlalu muda untuk pekerjaan ini?" tanya orang itu.


"Aku rasa kita tidak punya pilihan lain Erand, ini adalah sebuah misi rahasia dan kita tidak punya banyak waktu untuk mencari orang lain, lagipula kami tidak membutuhkan kekuatannya." kata seseorang yang berada di sebelah kirinya. Orang yang berjanggut merah lalu membungkukkan badannya kedepan.


"Dengarkan aku tuan muda. Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat penting bagi kami. Kami tidak tahu kepada siapa lagi kami harus meminta tolong, karena pekerjaan ini sangatlah rahasia. Pekerjaan ini sangatlah berbahaya, tapi tentu saja kami akan membayar mahal jika kau sudi untuk membantu kami." orang berjanggut merah itu lalu mengeluarkan sebuah kantung kecil di dalam pakaiannya yang tebal, dia menaruhnya di meja dan membuka tali yang mengikat kantung itu, terdapat koin-koin emas didalamnya.


"Terdapat tiga puluh keping emas murni dalam kantung itu. Jumlahnya tidak sedikit bukan? tapi jika kau menginginkannya, kau harus bersedia bekerja untuk kami." kata orang berjanggut merah itu dengan nada membujuk.


"Bolehkah aku mengetahuinya, pekerjaan apa yang kalian maksud itu?" tanya Levin.


"Tergantung, jika kau bersedia untuk bekerja kepada kami maka kami akan memberitahumu, ketahuilah bahwa pekerjaan itu sangatlah sensitif dan rahasia sehingga kami tidak boleh membicarakannya kepada siapapun tanpa persetujuan terlebih dahulu. Tapi jangan khawatir, pekerjaan yang kau lakukan adalah pekerjaan yang mulia, kau akan menjadi seorang pahlawan, hidup ataupun mati." kata orang berjanggut merah itu sambil melihat kebawah, terlihat sekilas ekspresi sedih diwajahnya, dia lalu mencoba untuk fokus kembali kepada pekerjaannya sekarang.

__ADS_1


"Aku rasa waktu semakin menipis ketua, kita harus mempersingkat obrolan ini." kata orang yang paling kiri sambil melihat ke arah jendela yang sedikit terbuka kepada orang tua yang berjanggut merah.


"Aku tidak tahu, aku rasa aku sedang sibuk mengurus urusanku. Aku takut kalian harus mencari orang lain untuk menggantikanku." kata Levin, orang berjanggut merah itu lalu berdiri, merapatkan kedua telapak tangannya dan menunduk memohon kepada Levin.


"Kumohon tolonglah! Nasib ribuan orang sekarang sedang bergantung padamu! Kami akan membayarnya dua kali lipat jika kau mau, tolonglah!" orang itu memohon kepada Levin, sedangkan temannya mencoba untuk mencegahnya.


"Ka... Kau tidak harus melakukan ini ketua. Aku yakin pemuda itu akan menandatangani kontraknya segera. Jangan terlalu berlebihan." kata salah satu orang dari mereka. Wajah orang berjanggut merah yang sedih sekarang berubah menjadi agak marah.


"Kau tahu seberapa pentingnya misi ini kan? Kau.. Kau tidak akan mengerti perasaan seseorang saat keluarganya sedang disiksa dan dalam ambang kematian. Kau lebih baik diam!" teriak orang berjanggut merah itu sambil mengeluarkan air mata, tubuhnya yang tinggi kekar sekarang terlihat lemah dan menyedihkan dengan air mata dipipinya.


"Adik perempuanku juga sedang disekap disana! Begini juga aku merasakan sakit yang dalam tapi kau tidak mengetahuinya!" balas temannya, sedangkan yang satunya lagi mencoba untuk memisahkan mereka berdua.


Wajah Levin lalu berubah, dia mengetahui bahwa mereka sedang mempunyai masalah yang lebih serius dibanding dengan apa yang dipikirkannya sebelumnya, dia lalu terbangun dan berteriak. "Baiklah! Aku akan melakukannya! Kita tidak punya waktu bukan? Maka dari itu sekarang beritahu aku apa yang harus aku lakukan." orang-orang itu langsung berhenti berkelahi, ketua dari mereka, orang yang berjanggut merah lalu mengeluarkan kertas dan pena dari sakunya dengan buru-buru dan menempelkannya di meja.


"Baiklah, kalau begitu." kata orang itu sambil mencoba untuk tenang, dia lalu tersenyum terpaksa.


"Kau harus menandatangani dulu kontrak ini, dan dengan melakukan itu menunjukkan bahwa kau akan menyelesaikan tugasmu sampai tuntas, jika tidak kau akan diburu oleh kami. Ini hanyalah sebuah formalitas, kau tandatangani saja." kata orang itu, Levin lalu kebingungan, dia menggaruk lehernya.


"Kau tulis saja namamu disini. Tunggu, jangan-jangan kau juga tidak bisa menulis?" tanya si orang berjanggut merah sambil mengangkat alisnya.


"Aku pernah diajarkan untuk membaca oleh kakakku, aku hanya bisa sedikit membaca tapi tidak untuk menulis, maaf." kata Levin sambil mengerutkan wajahnya.


"Kalau begitu, baiklah. Kau tinggal sebutkan saja namamu, aku akan menulisnya di kertas yang kosong lalu kau menirunya dikontrak itu." kata orang berjanggut merah itu sambil bersiap untuk menulis, Levin memberitahu namanya dan orang itu lalu menulisnya di kertas, setelah itu Levin menirunya di kontrak.


"Semuanya sudah selesai, sekarang kau akan bekerja dengan kami, Levin. Aku akan menjelaskan pekerjaanmu nanti dikereta, sekarang kau ikut kami, waktu kita hanya sedikit." kata orang berjanggut merah itu sambil berjalan ke arah pintu keluar, Levin lalu mencegahnya.


"Tunggu dulu! Beri aku waktu beberapa menit! Kau tahu dimana pemilik kedai ini?" tanya Levin.

__ADS_1


"Ya, dia ada diruangan sebelah, kami membayarnya untuk memberi kami privasi untuk beberapa saat, memangnya kenapa?" tanya orang yang berjanggut merah. Levin lalu berlari ke pintu dimana si bartender berada.


"Tunggu dulu disana, aku akan kembali dalam beberapa menit, lebih baik siapkan dulu kereta kalian dan tunggulah di pintu depan, dan juga, aku akan menyimpan kantung emas ini bersamaku sekarang." orang-orang itu lalu mengangguk dan melangkah ke luar kedai.


"Tuan, apakah kau menjual makanan disini?" tanya Levin kepada si Bartender. Bartender itu lalu menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku hanya menjual minuman dan cemilan-cemilan kecil, aku hanya mempunyai beberapa buah-buahan untuk dijual disamping minumanku. Tapi aku mempunyai beberapa roti dan susu bersamaku, tadi aku beli untuk diriku sendiri." kata si Bartender.


"Kalau begitu aku beli semua makanannya dan susunya dengan dua keping emas ini, jadi aku akan membayar empat keping emas, dengan bayaran penginapanku semalam. Bagaimana?" tanya Levin.


"Du. Dua keping emas? Aku ragu darimana kau bisa mempunyai banyak keping emas seperti itu. Tapi baiklah, tunggu sebentar." kata si Bartender sambil berjalan ke arah lemari, dia memasukkan beberapa jenis buah-buahan dan roti di keranjang, dia lalu menyerahkannya kepada Levin.


"Ini dia empat keping emas, tuan pemilik kedai. Terimakasih banyak." kata Levin sambil berlari ke arah ruangannya, dia berlari sambil membawa keranjang melewati lorong-lorong itu dengan cepat. Dia lalu masuk ke ruangannya.


Dia membuka pintu dan melihat Clea yang sedang terbaring melamun, dia dengan spontan melihat ke arah Levin dan lalu berusaha untuk duduk.


"Clea kau tidak mengunci pintunya? Oh iya, kau kan sedang terluka." kata Levin sambil berjalan ke arah Clea. Clea menepuk jidatnya.


"Kau pasti lapar kan? Aku membawa makanan untukmu." kata Levin sambil menyimpan keranjang itu di ranjang Clea. Dia lalu melihat kedalam keranjang itu.


"Sial, hanya ada tiga roti saja dikeranjang ini. Aku rasa aku akan memberikan semuanya untuk Clea saja, aku harap ini cukup." kata Levin dalam hati.


"Clea, aku akan pergi keluar, aku tidak tahu kapan akan kembali, mungkin agak lama. Aku ingin kau menyimpan emas-emas ini bersamamu, jika diperlukan pakailah. Dan juga, jagalah dirimu baik-baik." Levin lalu melangkah ke arah pintu, Clea yang belum mengatakan sepatah katapun lalu memegang tangan Levin untuk mencegahnya.


"Tunggu! Kau tidak memakan makanan ini? Dan apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kemana kau akan pergi? Dan.. Dan darimana kau bisa mendapatkan emas sebanyak ini?" tanya Clea dengan wajah sangat kebingungan, Levin lalu menarik nafasnya mencoba untuk tenang, dia memegang tangan Clea.


"Aku akan baik-baik saja. Kau tunggu-lah disini, dan jangan khawatir, aku mendapatkan emas-emas itu dengan baik tanpa merugikan orang yang tidak bersalah, jika aku tidak kembali dalam waktu yang lama, tinggalkanlah aku dan bawalah emas-emas itu bersamamu. Aku harus cepat pergi, selamat tinggal." kata Levin lalu yang lalu dia melepaskan tangan Clea dan berjalan ke arah luar, tapi Clea menahannya lagi.

__ADS_1


"Tunggu Levin! Setidaknya bawalah panah ini bersamamu, ini adalah panah ayahku dulu, aku yakin dia akan menolongmu." kata Clea sambil menyodorkan busur dan anak panahnya kepada Levin, Levin lalu membawanya dan lari keluar.


- End of Chapter :)


__ADS_2