PEWARIS YANG DICULIK DAN PUTRI TERBUANG

PEWARIS YANG DICULIK DAN PUTRI TERBUANG
BAB 40. Karena Kalah Bersaing


__ADS_3

Tuan Leon pun telah tiba di rumah sakit. Ia datang bersama dengan belasan anak buahnya yang mengendarai tiga unit mobil. Mereka datang untuk menjemput Irvan yang telah diperbolehkan dokter untuk pulang sore itu dan melanjutkan dengan rawat jalan saja.


Fania pun ikut dengan Irvan ke villa. Selain Fanianya yang masih trauma dengan kejadian semalam, Irvan pun tidak mau dia disana sendirian untuk sementara waktu.


Memang si peneror telah tertangkap, namun Irvan kuatir, jangan-jangan ada lagi peneror baru atau mungkin Febin mengirim orang lain untuk menculiknya.


Setiba di villa, Tuan Besar Parker menyambut mereka dengan gembira. Ada Ibu Kor juga disana. Siang tadi, Tuan Besar sengaja menyuruh Tuan Leon menjemputnya agar malam ini mereka bisa bersyukur bersama karena walau Irvan diserang, tapi tidak kenapa-kenapa  dan kini telah keluar dari rumah sakit.


Di saat itu juga ada orang mulai berdatangan. Beberapa wajah sempat di tandai Fania ketiga waktu lalu masih di villa itu. Dan masih banyak lagi yang terus berdatangan. Banyak diantara mereka adalah bekas anak buah Tuan Besar Parker yang dipensiunkan karena merasa tidak punya musuh lagi, sedangkan lainnya adalah orang-orang yang memiliki dendam seumur hidup dengan Febin Mark. Salah satunya adalah Laufer, yang harus kehilangan istri dan anak gadisnya yang berusia 13 tahun tahun karena keduanya diperkosa Febin berulang kali di depan matanya sendiri, lalu dibunuh dan mayatnya di buang.


Semua mereka memiliki wajah yang seram-seram bahkan tidak ada yang tersenyum. Fania ketakutan melihat mereka, sehingga ia selalu berdiri disamping Irvan dan kadang harus menyembunyikan wajahnya, ketika matanya tidak sengaja berpapasan dengan mata salah satu dari orang-orang itu.


Setelah mereka semua berkumpul, Tuan Besar Parker menyatakan kebahagiaannya karena cucunya diserang, tapi selamat. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kerelaan mereka semua yang ingin kembali bergabung bekerja di bawah komando Parker.


Begitu mendengar ucapan bahagia yang keluar dari mulut Tuan Besar Parker, tanpa di komando, mereka semua langsung sujud berlutut dan menyatakan sumpah setia mereka.


Tuan Besar sendiri kaget dengan sikap itu, ia memang bahagia, tapi tidak pernah mau orang bersujud dihadapannya seperti itu. Baginya semua adalah sahabat dan satu keluarga. Lalu meminta mereka semua kembali berdiri kemudian ia melanjutkan perkataannya.


Tuan Besar berkata lagi bahwa karena keberadaan Irvan telah diketahui, terutama oleh musuh utama mereka, maka tidak baik untuk terus menyembunyikan identitasnya. Ia telah berunding dengan Irvan dan Tuan Leon serta beberapa penasehatnya, maka langkah pertama yang akan mereka lakukan adalah mengumumkan secepat-cepatnya identitas cucunya ke publik.

__ADS_1


Tujuannya biar semua orang tahu bahwa ternyata Tuan Besar Parker masih memiliki penerus, agar semua orang yang selalu menghinanya bahwa ia akan mati tanpa memiliki pewaris menjadi terbuka mata mereka. Selain itu juga untuk mengetahui sejauh apa reaksi musuh besar mereka Febin Mark.


Tuan besar juga mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari mata-mata yang disebar Tuan Leon, diketahui bahwa Febin sedang menjalankan bisnis besar semacam obat terlarang, sehingga dari sana, dia mendapatkan banyak keuntungan untuk membangun kekuatannya.


Kekuasaannya kini semacam kerajaan. Jaringannya juga menyebar luas sampai ke luar negeri. Pihak kepolisian saja, sulit membongkar kejahatan Febin. Kemungkinan dia membayar beberapa petugas keamanan.


Febin sendiri tidak ingin bersembunyi lagi, menurutnya pihak musuh pasti telah mengetahui bahwa dialah dalang dibalik semua kejahatan di negara mereka, begitu juga pihak villa mars pasti telah mengatahui bahwa dialah yang menyuruh orang menyerang Irvan.


Bahkan lebih mengecewakan lagi, Tuan Parker sendiri barulah bisa mendapatkan informasi sangat jelas dari mata-mata saat ini, bahwa Febin Mark lah dalang dari pembunuhan semua anak dan cucunya. Tuan Besar Parker tidak pernah menyangka akan hal itu, karena awalnya semua itu tersembunyi sangat rapi.


Febin Mark telah bersiap untuk berperang. Dia tidak memiliki anak dan keturunan, jadi menurut informasi, dia siap untuk mati dan terserah saja hartanya mau dirampas oleh siapa saja, asalkan musuh utamanya, keluarga Parker pun harus dia habisi hingga tidak ada pewaris, agar dia bisa mati dengan bahagia. Motivasinya hanyalah ingin melihat Parker Hancur tanpa ada pewaris.


Tuan Besar tidak ingin menyembunyikan lagi. Ia berkata:


“Mungkin sudah saaatnya Febin menyatakan secara jelas semua hal yang mendasarinya melakukan kejahatan terhadap Parker dan banyak orang-orangnya.”


“Beberapa hari yang lalu, Ia menangkap beberapa mata-mata kita, ada yang ia bunuh namun ada satu yang dia biarkan hidup agar kembali ke kita dengan membawa pesan perang darinya. Kepada orang kita itu, Febin menceritakan semua hal yang menjadi akar permusuhannya.” Setelah mengatakan itu, Tuan Besar sedikit jedah untuk minum air.


Semua mata terus menatap Tuan besar dengan serius dan tidak sabar, mereka ingin dia terus bercerita. Demikian juga Irvan, ia ingin tahu motif dibalik kematian seluruh keluarganya. Sedangkan Fania terus memegang tangan Irvan dengan erat. Hatinya kacau, bagaimana pun Febin ada hubungan darah dengannya, tapi ia ingin mengetahui sebab orang itu menjadi sangat jahat.

__ADS_1


Tuan besar menyimpan gelas, lalu beriri lagi, siap melanjutkan ceritanya:


“Jika di tarik kebelakang, maka ternyata Febin menyimpan dendam lama dengan keluarga Parker yang awal mulanya terjadi sejak dia masih SD. Dia seangkatan dengan anak saya, ayahnya Irvan, Erik Parker.  Di sekolah dasar itu, Febin kalah pintar dengannya, sehingga ia menjadi iri, bahkan menurut pengakuannya sendiri, ia menaruh dendam pada kita bermula dari Erik yang pernah memukulinya dua kali sampai ia tidak bisa bernapas.”Cerita Tuan Besar terhenti karena semua orang disitu terbawa lucu.


Bahkan Laufer pun memohon izin untuk mengakui cerita itu, lalu ia berkata: ”kami seangkatan. Saya sendirilah yang menahan Erik ketika itu, jika tidak? hemmm, tentu Febin telah mati dipukul Erik, namun saya tidak pernah menyangka, ternyata kisah itu menjadi awal mula dendam Febin, padahal keesokan harinya Febin dan Erik telah berdamai dan kembali akur. Mereka berjalan sambi berpelukan.“ Kenang Laufer sambil geleng-geleng kepala.


Setelah Laufer menceritakan kisah Erik dan Febin, Tuan Besar melanjutkan ceritanya. “Di SMP juga sama, gadis-gadis tidak menyukai Febin, tetapi justru mengejar Erik dan hal seperti itu berlanjut hingga ke SMA, orang yang paling Febin sukai ternyata menjadi pacarnya Erik. Begitu juga sampai kuliah, dia ingin bersaing lagi dengan ayah Irvan, tapi sayang, Erik lebih cerdas sehingga ia selalu kalah bersaing. Ada gadis yang selalu dikejar-kejar oleh Febin, tapi sayangnya, gadis itu menolaknya. Ada dugaan, mungkin karena ditolak gadis itulah mengapa Febin  tidak mau menikah sampai sekarang.”


“Gadis itu menolak Febin karena ia jatuh cinta dengan Erik. Tapi sialnya, saat itu Erik telah memilih ibunya Irvan. Tetapi walaupun gadis itu telah mengetahui bahwa cinta Erik hanya pada ibunya Irvan, namun ia tetap pasrah menunggu dan terus saja menolak Febin.” Kali ini Tuan Besar harus mengehntikan ceritanya lagi, karena semua mata tertuju pada Irvan seolah menanyakan apakah dia juga mewarisi kelebihan itu.


Irvan tersenyum saat dilihat banyak orang, ia mengetahui maksud mereka. Faniapun memegang kuat tangan Irvan sambil ikut senyum tanda mendukung kecurigaan orang-orang. Suasan Ruang menjadi hangat. Tuan besar semakin semangat untuk bercerita lagi.


“Belakangan barulah Febin tahu kalau ternyata orang yang selalu mengalahkan ayahnya dalam perang bisnis adalah ayah Erik, orang yang selalu mengalahkannya juga. Tapi ayahnya sportif, dia saja yang kecewa, sehingga ingin mengalahkan Parker. Akhirnya, dia ingin membunuh semua keluarga Parker agar sekali serang, semuanya kalah.”


“Menurut cerita mata-mata kita, Febin sengaja membiarkan aku tidak dibunuh, karena pikirnya, aku akan mati dengan sendirnya karena terlarut dalam penderitaan tanpa pewaris. Kemudian setelah Aku meninggal, ayahnyalah yang pasti akan menjadi penguasa kerajaan bisnis di negeri kita.”


Setelah mengatakan hal itu, Tuan Besar menangis mengingat masa kelam yang ia alami. Begitu juga dengan semua orang disitu pun ikut tertunduk merasakan kesedihannya. Tuan Leon menagis, begitu juga Laufer yang sedih ingat anak dan istrinya.


Sebelum akhirnya semua pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama, Tuan Besar berkata lagi bahwa Febin telah siap perang terbuka, oleh karena itu dia meminta agar semua yang berada dibawah komando Parker agar mengatur strategi dengan baik.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2