
Di ruangan yang hening. Tumpukan kertas yang menjulang tinggi di atas meja, Duke Nie Yan sedang melihat selembar kertas, tatapan sedikit mengandung kesedihan, ia memikirkan kenapa dia harus merelakannya pergi? Kenapa saat itu dia tidak melakukan apapun untuk mencegahnya pergi?
Semua pertanyaan membuatnya semakin larut di dalam pikiran yang jauh.
Telah lama mencari ke seluruh kerajaan, dan berbagai kota dia selalu tidak menemui petunjuk sekalipun, tidak, bahkan untuk sekedar sebuah desas-desuspun tidak pernah seolah Anak dan Istrinya sudah hilang ditelan bumi.
"Apa aku masih berhak untuk melihatmu lagi?"
Perasaannya sungguh rumit sekarang, membiarkan rasa bersalah terus menusuk hati.
"Tuan." Seorang Pria memasuki ruangan tersebut. "Nyonya ingin bertemu dengan Anda."
"Apa kau sibuk?" Suara yang jernih dan indah itu terdengar. "Kau selalu kerja lembur ya? Aah~ aku tidak berpikir bagaimana seorang istri tidak bisa mengurus suaminys."
Dia adalah Ibu Xiang Yu, dengan pakaian yang sangat sederhana bahkan sudah bisa dibilang tidak layak pakai lagi. Lihatlah, pakian yang dipenuhi tambalan jahitan itu mungkin kalau bangsawan tinggi melihatnya dia akan dikira orang gembel. Ibu Xiang Yu duduk berhadapan sambil tersenyum ia tampak tidak memperdulikan tatapan terkejut Duke Nie Yan.
Semuanya telah berubah, sosok yang dulunya cantik sekarang menua, sosok yang dulunya penuh kasih sayang sekarang membencinya ... bagaimanapun, perasaan bersalahnya semakin rumit untuk dimengerti lagi.
"Sudah lama ya? Coba kutebak, sejak Xiang Yu kubawa pergi saat umur tiga tahun, ya sekitaran tigas belas tahun kita hidup tanpa berkomunikasi, maupun bertanya kabar."
Duke Nie Yan tidak bisa berbuat apa-apa, dia menghela nafas panjang sambil menutup matanya. Berusaha menenang pikirannys yang bergejolak.
"Yufei," Suaranya sungguh berat saat menyebutkan nama Wanita yang dihadapannya. "Apa kau kesini untuk membalaskan dendam lagi?"
"Un! Setengah dari itu." Yufei menggelengkan kepalanya. "Ya, bagaimanapun aku harus memerhatikan Anakku disini, kau pun begitu, kan? Coba kuingat kalau tidak salah nama anak dari istri muda itu adalah 'Biao zi'¹?"
Ketidak senangan dan kemarahan tercermin setiap kata Yufei, dia membenci pria dihadapannya ini semua yang di deritanya saat masa lalu hanya menuruti keegoisannya, dan dia? Dia sudah hancur.
__ADS_1
Duke Nie Yan tahu akan seperti ini dengan perasaan bersalahnya dia hanya menundukan kepala. "Aku meminta maafmu..."
Suaranya pelan tapi itu bergema di ruangan yang hening dan sunyi, beban dipundaknya sangat berat saat ini, sementara dosa masa lalu hanya dia dan Yufei yang tahu.
"Percuma." Tubuh Yufei perlahan menjadi bening transparan dan hilang menyisakan butiran cahaya yang menyebar ke ruangan yang sunyi itu.
"Apa aku terlambat, sayang?"
***
Xiang Yu sudah seminggu di School Magic And Knight, setiap kelas sihir yang dia hadiri hanya dipakai untuk tidur. Walau sudah sering terkena teguran dari guru dan Yu Ji, dia masih melakukan hal itu.
Jadi buat apa? Dia saja sudah mempunyai ingatan masa lalunya yang pernah menjadi Son of Light, dan dia disuruh belajar? Mungkin, akan lebih tepat untuknya dalam hal meniliti sihir baru.
"Xiang!" Itu tangan yang lembut, hangat, dan nyaman ada seorang gadis dihadapan Xiang Yu dengan senyumnya yang cerah. "Kalau kau tidak bangun, aku akan memukulmu dalam hitungan ke tiga!"
"Apa waktunya pelajaran lapangan, Yu Ji?"
"Ya! Dan kau akan melewatkannya, kau berjanji untuk mengajarkanku kan?"
Yu Ji mengembungkan pipinya tampak seperti akan meletus kapan saja dengan pose bertolak pinggang... Umm itu sedikit imut. Dia hanya berpura-pura marah untuk membangunkan Xiang Yu.
"Mm.. tunggu aku dilapangan, aku akan mengganti bajuku."
__ADS_1
"Tidak-tidak, aku akan memastikan kau akan sungguh-sungguh sekarang!"
"Apa kau mencoba mengintip yang ada dicalana dalamku?"
Wajah Yu Ji memerah, dia tidak berpikir Pria dihadapannya akan berbicara yang tidak senonoh seperti itu. "Cih! Aku akan menunggu diluar."
"Gadis baik."
Jujur saja, beberapa hari terakhir ini Yu Ji memaksanya untuk mengajarkan sebuah sihir dengan yang paling sederhana, misalnya mempercepat efek casting dan beberapa upaya untuk menambah daya rusak tinggi lainnya.
Tapi Xiang Yu selalu lari saat melihat Yu Ji menghampirinya, hingga sebuah tragedi terjadi .... YA TRAGEDI...
Untuk memastikan Xiang Yu tidak kabur lagi, dia dengan liarnya memasuki kamar asrama Xiang Yu dan tidur disampingnya.
"Apa kau sudah siap?" Xiang Yu yang sudah berganti pakaian melihat Yu Ji sedang duduk disofa ruang tengah dengan wajah yang cemberut tidak membalas. "Apa kau ingin latihan skarang atau tidak?"
"Lapangan latihan sudah ditempati! Kau lama sekali mandinya!!!!!!"
Akhirnya bisa UPdate~
Jujur aja, gue lagi krisis kuota di akhir bulan ini (DR PERTENGAHAN!!!)
Like, Comment, Share, dan jangan lupa Lovenya ya beiib :**
Btw nyari ciwai di Mangatoon bisa dpt ga sih :v
__ADS_1