Pieces of Hope

Pieces of Hope
Siapa Pahlawan?


__ADS_3

Saat perjalanan pulang mereka saling diam dan membuang muka karena masalah tadi. Bagaimana tidak? Mereka dimarahi habis-habisa oleh senior mereka yang sedang berpatroli mencari siswa yang kabur.



"Ngomong-ngomong, apa kau sudah mencari guru pembimbing? Kau tahu, dikelas kita hanya kau saja yang tidak mencari guru pembimbing." Yu Ji memulai pembicaraannya dahulu karena stuasi canggung seperti saat ini



"Aku tidak akan. Mereka semua lemah." Xiang Yu membalas dengan malas. "Tidak ada yang menonjol, bahkan Dekan Nie Yan, hanya sampah di depanku."



Selain dari pembelajaran normal, ada juga Guru Pembimbing yang bertugas membantu siswa dalam latihan pertempuran biasanya dipilih hari khusus sebagai pelatihan serempak.



Itu juga pembelajaran penting walau hanya simulasi pelatihan untuk memperdalam seni bela diri dan sihir dari siswa. Selain dari itu, jelas Guru pembimbing juga bertugas mengoreksi setiap gerakan dan celah keterampilan yang dipakai siswanya.



Sementara Xiang Yu tidak memilih Guru pembimbing dia hanya melihat semua orang latihan dengan ekspresi mengatuk saat itu.



"Cih. Kau melebih-lebihi dirimu sendiri." Yu Ji melirik Xiang Yu dengan tatapan merendahkan



"Kalau aku melebih-lebihkan diriku sendiri, kenapa aku menciptaka skill yang fleksibel seperti itu sementara orang lain tidak?" Xiang Yu membalas tatapan Yu Ji dengan bangga. "Walau aku malas, tetap saja keterampilanku Nombe Wan!"



Yu Ji menghela nafas pelan, inilah ke eksentrikannya Xiang Yu saat memamerkan keterampilannya dan dia sudah biasa soal itu. "Ya. Kau nomor satu. Setelah ditambahkan nolnya tiga kali dalam ranking siswa."



Xiang Yu terbatuk pelan sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah, ya dia tidak pernah melakukan kenaikan peringkat siswa sekalipun sejak masuk kedalam School Magic and Knight.



Biasannya kenaikan peringkat bisa melalui misi yang diberikan guru pembimbing atau menatang langsung orang yang ada peringkat tersebut.

__ADS_1



"Aku takut menang dengan mudah melawan mereka semua, maksudku. Mereka hanya semut." Xiang Yu berusaha membela dirinya



"Ya terserah kau saja." giliran Yu Ji berkata dengan malas




Di sekolah.



Mereka langsung berpisah mengingat hari ini juga merupakan jadwal latihan Yu Ji dengan guru Pembimbingnya. Sementara Xiang Yu hanya duduk dibawah pohon di taman sekolah sambil tiduran menikmati angin sepoi-sepoi yang melewati dirinya dan indahnya langit cerah.



Kegiatan rutinitas dari kehidupan sebelumnya selain hobi tidur dia juga sering menebak bentuk awan yang tertiup angin.




Xiang Yu melihat Kakek itu lalu kembali melihat awan. Dialah Kakek-kakek yang biasa membersihkan halaman depan sekolah dari daun yang berserakan. Xiang Yu sering melihatnya saat bersantai di taman.



Sekilas tidak ada yang aneh dari Kakek ini, dia tampak seperti orang normal tanpa kekuatan setelah Xiang Yu pindai dari tenaga dalam yang berusaha di tekan kakek itu sungguh .... seperti monster.



"Tidak. Aku hanya senang disini daripada melakukan kegiatan melelahkan disiang hari."



"Cukup menarik." Kakek itu mengangguk pelan sambil mengelus jenggotnya. "Apa kau tidak takut ketertinggalan oleh teman-temanmu dan musuhmu itu?"


__ADS_1


"Tidak." Xiang Yu menggelengkan kepalanya. "Kompetisi antar siswa hanya akan menyebabkan kemunduran. Sementara sekolah tidak peduli siswanya akan cacat atau tidak karena sekolah bisa mencari kembali siswa yang lebih tinggi dari itu."



"Kenapa kau berbicara seperti itu?" Kakek itu melihat Xiang Yu dengan aneh. "Bukankah, selama kau bisa bersaing kau dapat terkenal dari kalangan siswa?"



Xiang Yu terdiam sesaat mengambil nafas dalam-dalam. "Kakek tahu. Menang adalah pahlawan dan kalah adalah pecundang. Terkenal bukan sesuatu yang baik atau pun buruk, hanya saja setiap kita melangkah pasti ada batu krikil yang menghalangi saat menjadi terkenal. Karena aku bukan karakter utama dari dunia ini jadi buat apa aku terkenal?"



Kakek itu mengerutkan dahinya mendengar respon Xiang Yu lalu menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.



'Jarang memang saat seorang siswa berpikir seperti ini.' pikir Kakek itu



"Bukankah, setiap orang bisa menjadi main karakter utama? Kenapa kau beranggapan seperti itu? Kita bisa tahu sejarah dua Duke dan Dukess, yang terkenal kuatnya di negara ini. Dan Raja yang dapat bertarung sendirian melawan sepuluh ribu tentara saat menghalau pasukan kerajaan tetangga."



"Raja adalah pion terakhir, dia yang memutuskan menyerah atau tidaknya dalam pertempuran. Keputusannya meliputi harapan warganya juga. Jadi dia harus memilih jalan mempertaruhkan nyawanya untuk melawan sepuluh ribu tentara itu. Sementara untuk kedua Duke itu. Hanya sebagai pion terdepan, selain memperkuat pasukan, dia juga menjadi pengubah arus pertempuran. Jadi mereka bukan main karakter dari hal itu—— tidak, Maksudku. Main karakter itu adalah sesuatu yang dipilih oleh Dewi secara langsung untuk menyelamatkan dunia ini, mungkin disebutnya pahlawan atau apalah yang berusaha menyelamatkan dunia bukan kerajaan.



Kakek itu mengangguk lagi dalam diam, berusaha mencerna percakapan singkat yang baru saja terjadi. Tidak dapat membantah Xiang Yu, karena main karakter utama hanya seseorang yag dipilih oleh Dewi saja yang disebut Pahlawan berjubah putih.



Karena kejahatan dari 14 Demon Duke dan bawahannya masih bebas berkeliaran di dunia ini dan menghancurkan peradaban manusia secara perlahan-lahan.



"Jadi siapa Pahlawan Kita?"



——&

__ADS_1


..... kalau ada yg baca syukur,


BTW nanya dong, kenapa ya pass upload lewat Browser(Chrome/Mozilla) pass cek di HP kok paragraf malah nyatu .... apa ada yang tau?


__ADS_2