Pieces of Hope

Pieces of Hope
Desa Emilia


__ADS_3

Xiang Yu kembali ke mejanya dengan senyum riang, meninggalkan Jiao Peng yang mengenaskan dengan kepala yang tertanam di tanah.


Untuk Alice dan Rin cukup kaget dengan kebiadaban seperti itu, ya bagaimanapun, lebih baik menghindari masalah dari apapun. Tapi melihat Xiang Yu menyeret Gadis itu ke meja mereka, mereka hanya menghela nafas.


Walaupun begitu mereka tidak bisa menolak, cukup menyedihkan setelah mendengar Gadis itu bercerita tentang desanya yang diserang oleh monster berbentuk kadal.


"Bagaimana apa kalian ingin membantu?" tanya Xiang Yu. "Anggap saja sebagai latihan tempur tim."


Mereka berempat mengangguk, perjalanan ini semata-mata bukan dilakukan secara individu. Jadi gagasan Xiang Yu ada benarnya juga.


Karena tim yang baru dibentuk mereka tidak mengetahui kekuatan masing-masing anggota. Akan fatal nanti saat mereka menemui krisis apabila tidak bisa melakukan koordinasi sesama anggota tim.


"Mm... cukup bagus, kita bisa mengetahui kekuatan tempur masing-masing." balas Whitey sambil mengelus dagunya


"Bukan hanya itu, kita juga perlu pemimpin yang bisa menjadi komandan di pertempuran." Alice cukup rasional, dia terlihat seperti wanita dewasa. "Aku setuju soal itu."


"Aku akan mengikuti arus saja." Luo Xiu tidak keberatan dengan yang lainnya


"Tentu, aku juga setuju." Rin tampaknya tidak masalah sama sekali


Tidak ada keberatan dari mereka semua untuk membantu desa Gadis itu, setelah membayar makanan mereka ke kasir mereka meninggalkan bar yang sudah hancur begitu saja. Tidak ada yang memprotes untuk biaya ganti rugi sama sekali pun saat mereka melewati pintu bar.


***


Oh ya, ngomong-ngomong Gadis itu namanya Emilia Chaster, gadis yang diperintahkan untuk mencari bantuan untuk desanya. Desanya sendiri tidak jauh dari kota Yellow Spring, cukup dua jam berjalan kaki maka desa Emilia bisa terlihat.


Walau begitu pemerintah setempat belum mengambil tindakan apapun setelah penyerangan para monster.


"Te-terima kasian, Tuan." kata Emilia memecah kesunyian dalam gerbong kereta. "Kalau saja kalian tidak membantuku, mungkin ... desaku akan benar-benar hancur."


"Tidak usah sungkan, aku pernah di posisimu." balas Xiang Yu sambil tersenyum. "Oi!! Brother Lil Whitey, Brother Lil Luo, apa kalian lupa taruhan kita?" Ia mengalihkan pembicaraan membuat Whitey dan Luo Xiu tersentak


"Ah .... tidak valid, kau mencuri kesempatan dalam kesempitan!" Whitey memprotes, ia yang semula percaya diri saat taruhan dibar tadi langsung redup melihat Xiang Yu


"Ya! Jelas-jelas kau mencuri kesempatan untuk memeluknya." tambah Luo Xiu sebagai pendukung Whitey


Sementara wajah Emilia cukup menjadi panas mengingat kejadian itu saat pinggangnya dipeluk dengan erat oleh Xiang Yu.

__ADS_1


"Tidak bisa begitu wahai anak muda!" Xiang Yu buru-buru menyanggah melawan Whitey dan Luo Xiu. "Ini tuh namanya 'TEKNIK PENYELAMATAN SEPERTI PAHLAWAN'!"


Alice dan Rin memutar matanya, mereka merasakan gelombang jijik yang tiba-tiba.


"Apa kalian serius tentang itu? Aku tidak pernah mengira ternyata perjalanan kita bersama tiga Hooligan." Alice menggelengkan kepalanya tanpa daya. "Aku merasa seolah kita berdua wanita yang akan tercemar."


"Tenang, Sis Alice, aku tahu perasaanmu." Rin memegangi pundak Alice, tatapannya penuh kepercayaan sepertinya dia sudah menyiapkan mental


Para pria hanya mengangkat bahu, mereka tidak peduli disebut hooligan atau apa. Yang terpenting dari itu semua adalah mereka satu iman, yaitu 'PEMUJA WANITA'.


"Tuan kita sampai,"


Mereka akhirnya tiba di desa, asap hitam masih membumbung tinggi, hampir semua bagian rumah penduduk rusak tampaknya monster menyerang dengan gila. Saat Xiang Yu turun dari kereta kuda, bau amis dan anyir tercium cukup menyengat. Bangkai-bangkai monster berbentuk kadal yang berserakan di tepi jalan sangat tidak sedap.


Xiang Yu melihat sekitar lalu menghela nafas dalam-dalam, tampaknya kerusakan seperti ini sangat parah. Ya, yang terpenting adalah penduduk yang bertahan sampai sekarang.


"Tolong ikuti aku," kata Emilia


Mereka di tuntun ke rumah besar yang tersisa, dari jauh beberapa warga sedang menjaga rumah itu. Setelah melihat Emilia membawa Xiang Yu, Whitey, dan lainnya mata mereka bersinar.


"Kepala Desa cepat! Cepat!"


"Akhirnya kami bisa tenang, aku sudah cukup menderita."


.....


Mereka bersorak bahagia seolah beban berat sudah diangkat dari pundak mereka, beberapa orang bahkan sampai menangis melihat hal ini. Mungkin menurut mereka, melihat Xiang Yu dan yang lain seperti sepotong harapan.


"Maaf, tidak bisa menyambut kalian secara langsung, Petualang yang terhormat. Aku Roy Chaster, Kepala Desa Stone hanya bisa menyambutmu secara sederhana." Roy yang baru saja keluar dari dalam langsung memberihormat. Dia tampak bermasalah, ditubuhnya cukup banyak perban yang membalutnya.


"Tidak usah seperti itu Tuan," Whitey tersenyum canggung melihat sikap Roy. "Kami kebetulan bertemu Emilia dijalan, dan memutuskan untuk membantu desa anda,"


Entah apa yang salah dari perkataan Whitey yang membuat Roy membungkuk hormat beberapa kali.


Tampaknya mereka sangat membutuhkan pertolongan, bagaimanapun mereka hanya rakyat biasa. Jadi, tidak bisa dibandingkan dengan para petualang saat menghadapi para monster. Ya, mungkin bisa menahan serangan, tapi tidak selamanya.


"Ahh, silahkan masuk, silahkan." Roy membuka pintu rumah itu

__ADS_1


Dilantai satu ini penuh oleh para pemuda dan orang tua yang terluka. Menurut data yang hitung, setidaknya ada seratus orang yang terluka cukup parah, lima puluh orang luka ringan, dan dua orang yang kehilangan bagian tubuhnya.


Tragis memang, mereka bertahan disini, diluar kota, membayar pajak setiap tahun tapi tidak dilirik sekalipun. Oleh pejabat yang hidup mewah. Kalau kita berpikir positif, mungkin aja sedang di proses dan akan diserahkan ke Aliansi Petualang setelah pertimbangan.


"Mm... Aku bisa beberapa sihir penyembuh," Alice yang melihat tempat ini sangat tidak tega. Ia mengeluarkan formasi sihir kayu untuk menumbuhkan bunga yang penuh energi kehidupan agar luka mereka bisa sembuh.


"Maaf merepotkanmu, Nona." Roy merasa bersyukur dengan tindakan Alice.


Alice hanya tersenyum, bagaimanapun itu lumrah dilakukan


"Tidak banyak kata lagi. Para Lizardman menyerang desa kami saat malam hari, serangan mereka cukup frontal dan ganas. Bukan hanya Lizardman normal, beberapa Lizardman api dan listrik pun ikut menyerang menghuru hara desa. Kami yang bertahan hanya bisa menekan mereka dengan peralatan pertanian sampai hari ini....." Roy meceritakan semua tragedi yang menimpa desanya hingga akhir


"Apa kau tahu goa-goa sekitar daerah ini?" tanya Luo Xiu, tampaknya ia tahu sedikit karakter monster kadal ini.


"Ada, tentu ada, tidak jauh dari sini ada gua dekat sungai, di sebelah timur desa." Roy langsung menjawab dengan tegas


"Menurutku, kita harus bertahan untuk malam ini. Esok hari kita bisa menyerang kamp mereka, keselamatan warga desa yang terpenting." kata Rin


"Ya, setidaknya mereka bisa bertahan sekarang." Whitey menimpali, matanya penuh akan hasrat bertarung


Xiang Yu hanya mengikuti arus dalam hal ini, karena fokus utamanya adalah membuat pemanasan dengan Lizardman nanti malam. Senyum tipis sangat tampak diwajahnya.


"Daging kadal.... ah kupikir akan lebih bagus dipanggang atau di sajikan sebagai makanan utama. Tunggu!! Sialan, SAUS TARTAR!! AKU LUPA BAWA PERALATAN MASAAAK!!! Sigh.... aku harus beli bumbu dan panci penggorengan nanti."


Di otaknya hanya dipenuhi olahan daging kadal, membayangkannya ini terlalu lama mungkin air liurnya akan berjatuhan


CATATAN AUTHOR :


UHUK, UHUK (Pura2 batuk)


gara-gara kebanyakan baca novel sampe lupa rilis.... Maaf, maaf,


Xiang Yu : BOONG LU! KEMAREN MAEN LOL DIA GAN SAMPE PAGI


FA : EALAH TEMPE (NGELEMPAR BATU)


LIKE AND COMMENT, VOTENYA JUGA WOYY!!! INGET ITU TUH JEMPOL SEBELUM KU PAKSA BENGKO BUAT KLIK LIKE, COMMENT, AND VOTE

__ADS_1


__ADS_2