Pieces of Hope

Pieces of Hope
Epos


__ADS_3

Beberapa hari ini diperjalanan Xiang Yu merenung melihat awan, ia memikirikan sesuatu tentang dirinya dimasa lalu yang masih abu-abu. Banyak epetunjuk yang ia peroleh dari mimpinya, walau begitu masih sulit untuk memecahkan misterinya.


Mungkin saja dikehidupan masa lalu masih berkaitan dengan masa sekarang. Tebakannya yang tidak pasti seakan tidak memiliki jalan sama sekali. Ia hanya ingat semua tentang sihir dan isi 'perjanjian', tentu itu tidak membantu untuk mengungkapkan siapa dirinya.


Banyak pertanyaan dalam benaknya, mungkin nanti ia akan menemukan jawabannya, sekarang dia harus melemparkan jauh-jauh.


Ia melirik Elysia yang dihujani banyak pertanyaan dari empat orang tidak berguna.


"Kau cocok menggunakan pakaian seperti itu Ely!" mata gadis gila Rin berbinar melihat penampilan Elysia yang imut dan cantik.


Walau pakaian yang digunakan Elysia seperti wanita desa, itu tidak menghalangi auranya sama sekali, malahan si Gadis kecil terlihat kembang desa yang bersinar.


Pakaian itu dibeli tadi setelah pulang dari misi manticore, Alice yang handal dalam bidang 'Belanja' memilihkan beberapa baju untuk si Gadis kecil.


"Aku pernah berpikir kalau di dunia ini sungguh memiliki banyak wanita cantik." gumam Luo Xiu sambil mengelus dagunya melihat Elysia


"Mm.. kau benar Brother Luo, tampaknya para wanita memiliki bibit unggul yang lebih banyak." Whitey menambahkan, ia mengangguk pelan merenungkan hal ini. "Kau ingat di akademi saja dipenuhi wanita yang cantik."


Luo Xiu setuju dengan perkataan Whitey, di akademi hampir seratus persen memiliki wanita yang cantik dengan berbagai tipe.


"Cecunguk mesum ini, ternyata lebih rendah derajatnya." Alice memberikan tatapan dingin kepada Luo Xiu dan Whitey


"Hai! Aku mengungkapkan fakta yang terjadi." kata Luo Xiu dengan ketidak setujuan


Tiba-tiba si Kusir memberitahukan kalau mereka akan beristirahat disebuah desa terpencil.


Berhenti di depan gerbang Xiang Yu turun dari kereta untuk melapor diri, kalau saja rombongannya hanya mampir sebentar untuk beristirahat sebelum melanjutkan kembali perjalanan ke Zona Monster.


Desa terpencil itu tampak damai, para warga menyambut pendatang dengan senyum hangat. Para anak kecil dengan gembiranya bermain-main di jalan, mereka tampak tenang dan bahagia.


Ketika Xiang Yu menelusuri desa, ia melihat sepasang pria dan wanita berjalan berdampingan menghampirinya.


"Para petualang yang terhormat, aku Mu Yu. Kepala desa kecil ini, dan ini istriku Nalan Yanran."


Pria itu memberi hormat, nada bicaranya yang riang dan hormat seperti kaum bangsawan seakan menggambarkan kalau mereka disambut di desa ini.

__ADS_1


"Aku Xiang Yu, perwakilan dari School Magic and Knight. Dan mereka teman-temanku." balas Xiang Yu dengan sopan


Yang lainnya keluar dari gerbong memperkenalkan diri satu persatu.


"School Magic and Knight yang di kepalai Duke Nie Yan?" tanya Nalan Yanran dengan sedikit terkejut. "Hum! Kukira dia akan hidup bersantai setelah membuat banyak kekacauan."


"Uhuk, sayang, kau tidak perlu begitu." Mu Yu terbatuk mendengar perkataan istrinya. "Mari kami akan menjadi pemandu kalian di desa ini."


Mereka dikenalkan dalam tour desa, ternyata desa terpencil ini memiliki faselitas yang hampir lengkap. Dapat diketahui, dokter yang berkerja di klinik saja ada enam orang, lalu dibidang keamanan yang terjaga, dan terakhir jalannya. Di desa ini tidak lagi memakai kontur tanah yang meliuk-liuk dan apabila hujan akan mengakibatkan tanah menjadi lumpur semuanya di perkeras dan diratakan.


Sungguh desa yang maju.


Suami istri itu membimbing ke sebuah pondok yang terbuat dari kayu. Sepertinya, ini rumah mereka, sungguh berbeda dari rumah penduduk desa, mungkin kalau di dirikan di tengah desa pondok ini pasti yang paling mencolok.


"Ini rumah kami, silahkan masuk. Anggap saja seperti rumah sendiri." kata Mu Yu, ia membuka pintu rumahnya sambil tersenyum


Setelah masuk, Xiang Yu tahu ini bukan sekedar ruangan. Ruangan yang dipenuhi lembaranb kertas yang menumpuk di meja ruang tamu.


"Hahaha maaf-maaf rumah kami setiap hari berantakan." kata Mu Yu sambil tersenyum canggung, ia merapihkan lembaran kertas yang jatuh ke lantai


"Kumohon tidak usah, ini penilitian tentang Epos kami."


".... Apa itu epos?" tanya Xiang Yu sedikit bingung


Nalan Yanran melihar Xiang Yu, ia menarik nafas panjang sebelum menjelaskan: "Epos adalah lempengan tanah liat yang berisi cerita tentang pahlawan jaman dulu. Kami menemukan epos ini dari reruntuhan kuno Zona Monster."


"Kami meneliti ini sudah setahun, tidak ada perkembangan sama sekali, setiap huruf sulit dipahami." Mu Yu mengangkat tumpukan kertas membawanya ke sebuah ruangan


"Bolehkah aku melihat epos itu?" tanya Xiang Yu penasaran


"Tentu, tunggu sebentar."


Dari dalam ruangan Mu Yu membawa lempengan yang dilindungi oleh sesuatu, ia meletakannya dimeja dengan hati-hati dan pelan.


Tidak ada yang special dari tulisan itu, Xiang Yu menatapnya dengan cermat kearah epos itu. Dalam epos memiliki tiga bait dalam tulisan yang sangat aneh.

__ADS_1


"Raja diatas raja, dan ... orang yang memerintahkan bumi dan menundukan langtit."


Xiang Yu bergumam sendiri setelah melihat bait kedua dengan pelan. Entah kenapa dia bisa mengerti itu dengan sendirinya.


"Maaf?" Mu Yu yang mendengar Xiang Yu sedikit tidak terduga.


"Ya?" Xiang Yu mendongak melihat Mu Yu


"Bisakah kau ulangi?" pinta Mu Yu. "Maksudku ulangi perkataanmu tadi itu."


"Maksudmu, umm, Oke." Xiang Yu tidak memprotesnya. "Raja diatas raja, dan orang yang memerintah bumi dan menundukan langit,"


Mu Yu buru-buru kembali ke ruangan tempat ia menyimpan tumpukan kertas. Setelah itu, ia berlari cepat sambil memegangi secarik kertas.


"Bagian mana kau baca tadi?" Tanya Mu Yu, matanya berbinar melihat Xiang Yu


"Ya disini— Fin almighty jun, wo commanded heaven ahrk gol wah submit."


(Sebenarnya aku mau make b. Elf, cmn ya..... susaaah bwaang)


"Kaau jeniius!!" Mu Yu berteriak bahagia seolah menemukan harta karun ia mengamambil pena dan mencatat perkataan Xiang Yu dengan cepat. "Dia yang memerintah dunia, raja yang menaklukkan semua raja. Raja yang Mahakuasa, yang memerintahkan bumi dan untuk menundukan langit, menciptakan ketenaran bagi para pengikutnya." Membaca kembali apa yang ia tulis dikertas itu


Setelah mendengar ucapan Mu Yu, kepala Xiang Yu seperti tersetrum. Dia memegangi kepalanya, berusaha menahan sakit yang tiba-tiba.


Pandangannya mulai buram.


Tubuhnya jatuh begitu saja seperti tidak memiliki tenaga.


***


"Bangun pemalas!" Suara yang begitu lembut membangunkan Xiang Yu. "Kau selalu tertidur saat bekerja, Ayoo bangun!" Tangan yang kecilnya menggoyangkan tubuh Xiang Yu.


Dengan malas Xiang Yu membuka mata, seorang Perempuan berdiri dihadapannya. Sangat indah, wanita itu sangat cantik dengan kulit putihnya, mata indahnya menatap Xiang Yu seolah menyiratkan kalau dia sedang marah.


"Dokumen sudah ditumpuk, kapan kau banguuun!!!"

__ADS_1


__ADS_2