
"Pedang ini dipanggil Nodachi, dulu sekali Ayahmu menginginkan pedang ringan dengan berfokus pada fungsinya untuk memotong," Ibunya mengangkat pedang itu dengan mudahnya. "Sekarang aku akan memberikannya kepadamu,"
Xiang Yu menerima pedang itu, setelah itu ia membuka perlahan dari sarungnya. Ini pertama kalinya ia melihat Long Sword yang begitu kecil dibagian bilah pedang memiliki satu bilah tajam saja sampai bagian depan.
"Mm... ini sangat bagus, tidak, ini bahkan lebih dari itu," mata Xiang Yu berbinar seperti jatuh cinta pada pandangan pertama
Bilah pedang yang berkilap seolah menunggu digunakan kembali oleh pemiliknya untuk diolesi kembali dengan darah.
"Baiklah, sekarang tidurlah, esok akan jadi hari besarmu."
"Oke, Bu!"
Xiang Yu berlari pelan kedalam kamarnya sambil memegang erat pdang itu seperti memegang boneka, mungkin dia juga akan membawanya tidur.
Sementara, Ibunya tersenyum tipis melihat Xiang Yu lalu teralihkan keluar jendela menatap bintang di langit gelap.
***
Di depan School Magic and Knight calon murid yang telah siap mengikuti tes masuk walau waktu tes akan dilaksanakan dalam sepuluh menit lagi mereka sudah berkrumun.
Saat menunggu beberapa orang memperhatikannya sambil berbisik pelan, lalu beberapa bangsawan menatapnya dengan jijik, jelas dia sendiri berbeda pakiannya sederhana sekali dan beberapa ada tambalan jaitan dipakiannya.
"Minggirlah orang miskin!" Seorang bertubuh besar berdiri dibelakang Xiang Yu. "Apa kau tuli? Tidak heran anak miskin sepertimu begitu bodoh."
Xiang Yu berbalik menatap mata Pria itu dengan ekspresi riang, "Oh... maaf menghalangi jalanmu, tentu aku akan menggir, Bodoh."
Sedikit penekanan saat kata bodoh itu terucap dan langsung wajah Pria itu menjadi gelap seolah dia mendengar kalimat yang tidak senonoh.
"Jangan dipikirkan, bagaimanapun dia hanya rakyat jelata yang minim dengan pendidikan, Rudd." Suara itu jernih dan anggun, seorang wanita muncul dari Pria yang bernama Rudd itu
Tampilan yang cantik dan ditambah aura kesombongannya membuat semua orang melihatnya.
"Astaga! Aku tidak percaya dapat melihat Regina Elice disini!"
__ADS_1
"Seperti yang dikabarkan dia sangat cantik, tidak heran diberi gelar 5 wanita tercantik dikerajaan."
"Walaupun dia seperti itu, entah kenapa hatiku meleleh dengan kesombongannya ini."
...
Banyak orang yang mengidolakan Regina Elice, tetapi Xiang Yu sebaliknya dia tidak memperdulikan Regina Elice dan terlalu malas untuk berurusan dengannya juga.
"Apa? Kau pikir jalan cuman setapak doang?" Xiang Yu memutar matanya tidak memperdulikan sosok cantik seperti Regina Elice
Ini adalah hal biasa dilakukan Xiang Yu apabila seseorang sedang sombong di depannya, dia akan dua kali lebih sombong dari orang itu.
"Kau! Jaga mulutmu di depan Putri!" Rudd berteriak marah hendak meninju wajah Xiang Yu
Saat tinju melesat Xiang Yu sudah tidak ada lagi ditempat lalu muncul kembali diatas tangan Rudd aambil berjongkok.
'Tunggu ... bagaimana mungkin?'
Mata Rudd terbuka lebar tidak dapat mencerna stuasi yang tiba-tiba. Walau hanya serangan biasa itu masih memiliki kecepatan yang sulit dilihat orang biasa.
Xiang Yu menyentil dahi Rudd dan mundur kebelakang beberapa meter begitu saja sementara para penonton yang melihat terdiam dan menganga mereka tahu kalau pengawa pribadi Regina Elice tidak sesederhana itu.
'Ini...bagaimana terjadi?! Dia bisa mendorong Rudd hanya dengan sentilan kecil!'
Regina Elice juga berdiam kaku mencoba mencerna kejadian ini, bagaimanapun kekuatan Rudd hampir menyamai Veteran Knight tapi dihadapan Pria lusuh ini kekuatan itu seolah tidak berharga sama sekali.
"Kau!!!" Rudd meraung marah kalau dilihat mungkin kumpulan asap keluar dari hidungnya. "Bersiaplah untuk mati ********!"
Otot di dahinya keluar semua marah karena malu dikalahkan dengan sentilan kecil seperti itu tidak dapat maafkan!
Rudd mengambil pedang besarnya di punggung dan seketika ototnya langsung membengkak saat pedangnya siap dibarengi nafsu membunuh yang menekan area sekitar.
Para penonton yang melihat perkelahian ini mulai menjauh menbentuk lingkaran.
__ADS_1
Saat Rudd mengeluarkan napas kasar, dia melompat kearah Xiang Yu siap mengayunkan pedangnya kearah kepala Xiang Yu hanya saja dihindari dengan mudah oleh Xiang Yu dengan meloncat kebelakang.
Seolah tidak berfikir banyak dan meremehkan lawannya lagi dia mengejar Xiang Yu menyerang secara membabi buta tidak memberi Xiang Yu untuk mengeluarkan pedangnya.
Regina Elice tahu kalau Rudd sedang serius tapi ia masih tidak menyangka kalau serangan Rudd yang menggunakan kemampuan [Rush] masih bisa dihindari oleh Xiang Yu.
"Berhentilah menghindar! Lawan aku kalau kau mempunyai nyali!"
Rudd meraung saat jaraknya dan Xiang Yu berjauhan, jelas dia tidak senang seolah dia sedang dipermainkan oleh anak jelata ini.
"....Ooh, apa kau yakin?"
Semburan senyum mengejek terlihat jelas diwajah Xiang Yu sambil menyiapkan Nodachi yang dia pegang dari tadi. Saat gagang Nodachi dipegang atmosfir menjadi meningkat lagi seolah leher mereka seperti tercekik, setelah Nodachi dikeluarkan secara perlahan menampilkan bilah pedang yang bersinar memberikan tekanan yang mebuat mereka berfikir sangat mudah dibunuh oleh pedang itu.
[Sword Aura], [Divine Protection], [Son of Light] — [Punishment Slash]
Slash!
Para penonton melihat Rudd tiba-tiba menghindar begitu saja padahal Xiang Yu masih tidak menggerakan pedangnya jelas mereka tidak dapat mengikuti pertarungan yang akan menjadj tingkat tinggi ini.
Namun, setelah Rudd menghindar cahaya pedang muncul dan lalu menghilang.
'Gerakan tangannya sangat cepat dengan hanya mengirimkan angin yang disebabkan ayunannya saja ... mungkin aku akan langsung terbunuh.'
Keringat dingin membasahi punggung Rudd, dia tentu takut apabila tebasan seperti itu mengenainya.
"Aku tidak ingat kalau ada peraturan yang memperbolehkan bertarung di depan sekolah." Suara itu sangat penuh wibawa dan keangkuhan tersendiri. "Apa kalian pikir di sekolahku ini dapat bebas bertarung seperti itu?"
Semua orang melihat sumber suara itu, seorang pria paruh baya berdiri di depan gerbang School Magic and Knight dengan khitmad sambil memperhatikan krumunan calon murid yang menonton pertarungan Xiang Yu dan Rudd. Meskipun begitu, Xiang Yu jelas terlalu peduli dengan orang ini, ya ... walaupun itu tokoh penting sekalipun dia tidak akan memperhatikannya.
"Aku tidak mempermasalahkan untuk kejadian saat ini, " Pria paruh baya itu melihat Rudd lalu beralih melihat Xiang Yu yang sedang menyarungkan pedangnya. "Saya Tywin Elliot, sebagai wakil kepala sekolah ini menginformasikan Tes masuk School Magic and Knight akan dilakukan di dalam sekolah dibuka!"
Gerbang sekolah itu mulai terbuka lebar menampilkan dalam sekolah yang dihiasi taman saat pertama kali memandang, setelah itu kalian bisa melihat jajaran mentor yang berdiri rapih menggunakan baju putih dengan senyumnya.
__ADS_1
"Masuk atau tidaknya tergantung dari kemampuan kalian sendiri."
Penulis : Aku ga tau ada yang baca karya aku atau ngga disini, aku hanya share imajinasiku sendiri, misalnya ada yang baca aku harap bisa meninggalkan jejak berupa comment atau like. Bisa juga kritik dan saran, jan nagih up karena saya masih harus belajar gaya nulis lagi. Sementara saya menulis apa yang saya pikirkan saja, jadi mohon maaf kalau terkesan boring