
Sebuah lintasan pedang yang super cepat, entah itu menusuk tangan, perut, paha, ataupun bahu Elysia merasaka sakit dimana-mana. Namun, si Gadis kecil itu berusaha menghindar dan menangkis dengan pedang esnya.
"Apa hanya itu?"
Sebuah suara dingin terdengar membuat hatinya bergetar.
Walaupun ini hanya mengatas namakan 'latihan', ia mungkin bisa kehilangan nyawanya ditangan Xiang Yu.
Serangan Xiang Yu tidak akan berhenti disitu dia menyerang terus menerus dan semakin cepat. Memberikan tekanan hingga Elysia merasakan kematian yang semakin mendekat. Tidak akan menunjukan tanda berhenti sebelum ia mendapatkan hasil yang diinginkan.
Sementara itu Elysia mulai merasakan kritis, serangan Xiang Yu semakin tidak terlihat sehingga membuatnya mati langkah. Dia menggunakan seluruh kemampuan yang memungkinkannya menghindar dan menangkis. Dia tidak tahu tubuhnya penuh luka goresan, pakaiannya juga menjadi compang-camping. Xiang Yu tahu kalau si Gadis kecil sudah mencapai batasannya.
Melihat ujung pedang yang mendekat, rasa takutnya akan kematian menjulur keseluruh tubuhnya. Ia menggertakkan giginya, rasa takut ini menjadiebih kuat, sehingga keinginannya untuk hidup semakin tinggi.
Tiba-tiba semakin ia berjuang, ia semakin melihat lintasan pedang Xiang Yu. Walau tidak sampai untuk menghindar maupun ditangkis, ia melihatnya dengan jelas.
Tidak itu belum cukup.
Ia melihat serangan selanjutnya, perubahan mendadak membuatnya terkejut, seolah serangan itu menembus dirinya dengan kecepatan cahaya. Setidaknya lebih dari sepuluh lintasan cahaya pedang dimatanya seakan ingin menembus lehernya.
Dentang!
Suara itu mengakhiri pelatihan, pedang esnya berhasil mengubah jalur serangan Xiang Yu.
Xiang Yu tersenyum tipis.
Ya ini hasil yang tidak buruk baginya. Setidaknya itu yang ia pikirkan..
"Mari kita sudahi pelatihan ini."
Dia menumyarungkan pedangnya dan melemparkanya ke dimensional gate.
Berjalan pelan menuju rumah Mu Yu, dia melihat langit cerah, tentunya itu indah.
***
Sudah beberapa hari Xiang Yu elatih Elysia dengan ketat, ia tidak sama sekali mengendurkan kriterianya. Dia tahu, potensi seseorang bisa meningkat pesat saat pertarungan hidup dan mati.
__ADS_1
Hanya saja dia harus puas dengan hasilnya.
"Apa kau sudah selesai?" Whitey menghampiri Xiang Yu yang sedang bersantai
"Um ya, itu sudah." Xiang Yu menangguk pelan sambil melirik Whitey. "Ada apa?"
"Aku tidak berpikir kalau saja kau mendidik dengan keras seperti itu." Whitey menggelengkan kepalanya sambil mendesah pelan
"Aku terlalu buruk mengajarkan sesuatu, jadi lebih baik menggunakan metode langsung, bukan?" Xiang Yu tersenyum samar
"Ya itu, seterah kau juga sih." kata Whitey. "Ngomong-ngomong kita akan berangkat."
Xiang Yu menghela napas panjang. "Ya, aku akan bersiap-siap."
Xiang Yu berdiri sambil menepuk-nepuk celananya. Ia berjalan santai kerumah Mu Yu mengikuti Whitey. Ya, sepertinya kereta kuda sudah diperbaiki, kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
"Oh ya, apa kau memiliki informasi tentang Zona Monster?" tamya Xiang Yu. "Aku tidak terlalu akrab dengan hal seperti itu."
Whitey sedikit menyerngit. "Aku tidak optimis stuasi disana. Kau harus tau monster itu susah untuk diprediksi." Ia tampak sedikit menyesal. "Kau kelihatan tenang, apa kau tidak takut sama sekali?"
"Banyak petualang mati disana, setiap detik mungkin saja lima sampai depalan orang setelah memasuki dungeon ataupun di daerah berbahaya."
"Aku tidak mengerti pola pikir dari orang-orang sepertimu."
Setelah sampai di ruang tengah rumah Mu Yu, ia melihat yang lainnya sudah bersiap-siap. Perjalanan ini akan semakin sulit nantinya.
"Terima kasih untuk keramah tamahan Anda tuan Mu Yu," Alice menunduk hormat. "Maaf merepotkanmu."
"Tidak-tidak, jangan seperti itu, aku hanya senang rumahku bisa ramai mendadak." Mu Yu tersenyum kecut. "Seharusnya kami yang memimta maaf karena kami terlalu fokus tentang penilitia."
Sesudah salam perpisahan, mereka saling melambaikan tangan saat keberangkatannya. Ini hal lumrah kalau saja kau mengiringi perpisahan.
Pejalanan kali ini akan singkat, mereka harus bersiap-siap saat ingin memasuki Zona Monster nanti. Terutama Xiang Yu, walau ia tampak tenang dipermukaan kenyataanya ia masih sedikit ketakutan dengan pancaran energi Zona Monster walaupun dari jauh.
"Apa kalian tegang?" Luo Xiu bertanya kepada mereka, ia tampak sedikit bermasalah.
"Haah, tentu saja." Rin mengela nafas berat. "Di wilayah ini, bukan hanya sekedar melawan monster tapi juga kita melawan kemanusiaan kita sendiri."
__ADS_1
"Benar kata Rin, rasional kita akan sepenuhnya terbalik saat kita tiba nanti. Kita tidak bisa menganggap dunia ini indah selalu karena ... dibalik itu akan ada kenyataan yang pilu." Whitey berkata dengan acuh tak acuh sambil mengelap perisainya. "Aku tidak melebih-lebihkan, aku pernah mendengar kalau saja beragam sifat manusia akan terlihat nantinya." Lanjutnya
"Ya, setidaknya disana menjadi kota yang makmur." Xiang Yu akhirnya berbicara, ia melihat jalur yang mereka lalu tampak hancur
"Benar, walau tempat Zona Monster bahaya, disana menjadi kota yang makmur dengan penjagaan yang ketat." Alice mengangguk pelan. "Kalian harap ingat, perbedaan kontras saat dikota nanti, tidak usah melakukan tindakan mencolok apapun, hindari masalah sebanyak mungkin, dan tetaplah low profil karena disana banyak orang yang kebih kuat dari kita."
Sepertinya tempat ini pernah terjadi pertempuran, terlihat bekas lubang ditanah, bekas pohon yang terbakar, serta peralatan prajurit yang tertancap ditanah.
Kondisinya cukup parah.
Terlihat kontras perbedaannya, semakin berjalan ke arah Zona Monster kalian bisa tahu kalau banyak tempat yang hancur karena dijadikan medan perang yang berdarah antara manusia dan minster.
Anggap saja itu adalah Garis yang membedakan keduanya.
—— Karena kusir tidak sampai mengantar mereka kedalam kota ang terdapat di Zona Monster dikarenakan resiko yang telalu tinggi. Akhirnya, mereka memilih berjalan untuk melanjuti perjalanan.
Tanah tandus kering dengan beberapa tengkorak monster yang berserakan. Inu hanya awal pemandangan Zona Monster, tidak lebih, terbiasalah.
"Apa kalian menyiapkan semua persediaan?" Alice bertanya setelah mengangkat tasnya
"Um ya, aku pikir sudah semuanya." jawab Whitey, ia memeriksa tas besarnya dengan hati-hati
"Aku juga."
"Aku baik-baik saja."
"Aku juga!!
Luo Xiu, Rin, dan Elysiasepertinya persediaan mereka sudah lengkap.
"Apa kau tidak membawa perbekalanmu!?" Alice melihat Xiang Yu dengan tajam, sepertinya ia akan marah melihat prilaku santai Xiang Yu. "Sigh, apa yang bisa diandalkan dari orang ini...."
"Apa? Aku tidak butuh hal ribet seperti itu, cukup dengan alat memasak dan panci ini aku sudah bisa hidup." Xiang Yu berkata sambil memamerkan peralatan memasaknya yang ia pegang
"Cih, tidak berguna." Alice berkata dengan hinaan
"Woi!!"
__ADS_1
Mereka melanjutkan perjalanan, tidak akan tahu di fenomena apa yang akan terjadi kedepannya.
Zona Monster dipenuhi hal yang abnormal, maka Xiang Yu harus hati-hati. Masalahnya, bukan hanya monster yag akan mereka lawan, tetapi manusia juga kadang bertindak seperti monster.