
Diatas gunung mayat Xiang Yu menatap langit yang di penuhi bintang. Ia tidak punya rasa emosi apapun setelah melakukan pembantaian terhadap para Kobolds.
Saat merasakan kehadiran dari Reedion, ia menatap ke kiri dibawah tumpukan mayat. Melihat Rin yang gemetar menahan isi perutnya karena melihat anggota tubuh monster yang tidak utuh dan bau amis darah.
Matanya dan mata Rin bertemu dengan ekspresi dingin dan aura intimidasi. Tentu ketika Rin meihat Xiang Yu, seolah ia merasakan eksistensi yang tinggi mentap rendah dirinya sehingga jantungnya berdetak cepat.
Rin pernah melawan hegemoni tertinggi seperti Behemots, hanya kali ini dia merasa kakinya lunak saat menatap mata Xiang Yu yang sedang berdiri ditumpukan mayat.
"A-apa kau yang membunuh semua ini?" suara Rin bergetar tidak percaya
Xiang Yu berdiri mengibaskan pedangnya lalu memasukannya kesarung. "Apa kau meihat orang lain selain aku?"
Baru kali ini Rin percaya dengan perkataan Chen Yu, penilaian dia salah, selama ini dia percaya
peringkat adalah penilaian kekuatan tempur seseorang. Tapi dihadapan Xiang Yu semuanya runtuh, seorang peringkat seribu dihadapannya ini monster tersembunyi.
"B-bukan begitu! Aku hanya tidak percaya kau melakukannya sendirian."
"Aku terlalu tampan, jelas aku bisa melakukan sendiri." Xiang Yu berpose keren sambi tersenyum bangga.
Tidak bersalang lama rasa ngeri saat menatap Xiang Yu digantikan langsung rasa jijik karena melihat kepedean itu.
—— setelah membakar mayat monster dengan sihir Xiang Yu dan Rin bergegas untuk berkumpul kembali dengan timnya. Suasana hening sejenak, tidak ada pembicaraan, Xiang Yu pun hanya fokus mengendarai kudanya.
Sampai Rin melihat kearahnya. "Kalau kau memiliki kekuatan yang seperti itu, kenapa kau berada di peringkat paling bawah?"
"Terbatas kau memiliki kekuatan atau tidak, peringkat adalah angka yang diterapkan 'orang tua' bodoh itu."
__ADS_1
"Orang tua bodoh? Kau mengacu pada Duke Nie Yan, bukan?" Rin memiringkan kepalanya
"Mm ya, mungkin dia." Xiang Yu mengelus dagunya. "Dengan adanya peringkat, kalian bisa berkopetisi untuk memenangkan peringkat dengan segala upaya melampaui batas."
Ini sistem yang pakai untuk membedakan kekuatan individu, kejam memang tapi dengan sistem ini para eselon tinggi di School Magic and Knight dapat dengan mudah mengidentikasi para jeniu. Selain itu, mereka bisa mendistribusikan sumber daya untuk perkembangan latihan lebih lanjut.
"Bagaimana denganmu? Apa kau merasa kuat di papan peringkat itu?" Xiang Yu melihat Rin
"Mn... cukup," balas Rin setelah lama berpikir. "Aku mendapatkan mentor Melissa yang jenius sihir, beberapa gulungan keteranpilan khusus sebulan sekali, dan banyak lagi."
"Ya, itu cukup istimewah." Ia menganguk pelan. Tidak mengira perlakuan antara jenius biasa dengan jenius tertinggi sangat berbeda. "Sayangnya aku hanya orang bodoh, jadi untuk peringkat tinggi seperti itu kurasa aku tidak cocok."
Perjalanan berlangsung cepat, Xiang Yu dapat melihat kalau saja dirinya ditunggu oleh Chen Yu yang sedang mengobrol dengan keamanan setempat. Setelah melihat Xiang Yu dia menghampiri sambil tersenyum lega. Ya, bagaimana pun ia tidak meremehkan kekuatan tempur Xiang Yu sendiri.
Desa ini adalah pemberhentian pertama untuk bermalam, masih ada beberapa hari untuk sampai tujuan utama. Ia dituntun oleh Chen Yu ke kamar penginapan yang disewa pribadi oleh Chen Yu sendiri.
***
Sesuai waktu yang dijadwalkan mereka melanjutkan perjalanan ke Bai Feng City. Sejak keberangkatan mereka, Annie yang ada disamping Xiang Yu melihat dengan mata bersinar terang itu mengingatnya saat pertama kali bertemu Yu Ji.
Mungkin Rin menceritakan apa yang dia lihat semalam sehingga antusias gadis ini melonjak seperti akan melahap Xiang Yu bulat-bulat.
"H-hai," sapa Xiang Yu. "Apa tidurmu nyenyak?"
"Ya, apa kau juga?" Annie tersenyum. "Aku dengar dari Rin, kau sanggup memusnahkan ratusan monster sendirian?"
Pada saat ini dia ingin sekali berbohong, citranya sebagai mob peringkat seribu akan hancur begitu saja. Tapi sialnya, ia tidak bisa menyangkal hanya memberikan senyum canggung.
__ADS_1
"Ya, kupikir omongan Chen Yu seperti udara tipis."
"Maksudmu?" Xiang Yu menatap Annie dengan bingung
Seolah menampilkan wajah terkejut Annie berkata. "Dia hanya membocorkan informasi tidak penting, tidak usah dipikirkan." Ia melambaikan tangannya berbicara seolah tidak terjadi apa-apa.
"Seperti salah satu murid dengan peringkat paling bawah dengan kekuatan 'luar biasa'. Aku pikir aku melewatkan sesuatu, dan ya... beberapa siswa jenius menyembunyikan dirinya dengian baik di dalam lumpur."
"Apa aku harus berterima kasih tentang itu?" Balasnya sambil tersenyu. "Aku hanya terlalu malas menjadi pintar atau yang disebut jenius, terkuat atau ***** bengek lah itu."
"Terlalu malas?" Annie seolah ingin meledak. "Itu seperti peringkatku tidak ada artinya dihadapnmu." Katanya, dia menarik napasnya dalam-dalam. "Mari kita berbicara sebagai teman, Tuan Xiang Yu. Katakanlah aku seorang yang mengetahui rahasia kecilmu."
Tensi pembicaraan seperti akan lebih memanas, Rin menyusul lalu menepuk pundak Annie. Annie tahu itu isyarat untuk diam, hanya saja wajahnya memiliki keengganan. Bagaimanapun, dia merasa peringkat yang ia capai saat ini tidak dianggap dimata Xiang Yu.
Dan Xiang Yu tahu, ia tahu harga diri yang tinggi untuk para peringkat atas. Dia tidak memperdulikan, selama ketenangan hidupnya tidak terganggu.
"Kau keras seperti biasanya..." Chen Yu tidak bisa berkata apa-apa dan Xiang Yu hanya tersenyum.
***CATATAN AUTHOR :
WAA... pergantian pristiwa yang cepaaat!
sejujurnya ini gaya tulis yng baru, dan ya, gue ngepaksa 'Annie' disini berubah drastis buat nyoba gaya tulis baru. Seperti sebelumnya chapter ini seperti omong kosong aja...
"BTW!!! MAKASIH LIKENYA DR ANONIM!!!"
gue ga bisa liat yang like itu siapa sih.... tapi yang penting kelen tuh tetep stay disini 😭😭
__ADS_1
LIKE AND COMMENT COK! JANGAN SAMPAI JARI JEMPOL KAU BENGKOK GARA GA PENCET LIKE***