
"Tuan! Ada surat dari Yang Mulia Raja Williem,"
Seorang perwira memasuki ruangan dengan tergesa-gesa wajahnya penuh keringat dan nafasnya tersengal-sengal. Perwira itu sedikit membungkuk memberi hormat sebelum meletakan di meja yang dipenuhi kertas usang di hadapan seorang pria yang tampak berumur awal tiga puluhan itu.
Di surat itu ada cap kekaisaran berbentuk naga yang melingkar, bahan lilin yang dipakai pun sangat glamor berwarna emas gelap. Jadi dapat dipastikan kalau itu asli dari Yang Mulia sendiri.
Pria itu melihat sang Perwira sebentar. "Kau keluarlah, aku akan memanggilmu nanti."
"Baik tuan," tanpa pertanyaan Perwira itu keluar ruangan
Ruangan itu hening kembali, ada dua lembar catatan di dalamnya dan itu semua berita buruk.
Pria itu membaca isi surat pertama dengan hati-hati. Ia menerima berita, kalau zona para monster semakin memanas dengan adanya ke-14 Demons Duke melancarkan serangan secara aktif.
Hampir semua negara mendiskusikan tentang Zona Monster itu, mereka mengirim para prajurit dan jendral hebat untuk mendapatkan pengalaman tempur nyata. Dan yang harus diketahui adalah monster disana lebih kuat sepuluh kali lipat dari monster yang ada di luar Zona Monster. Zona Monster sendiri adalah daerah yang di tinggalkan pradaban lama dan dijadikan sarang para Monster.
Untuk yang ke dua, dia hanya melirik sekilas saja lalu meletakannya ke laci kerja.
Ia menulis lima nama yang akan di berangkatkan ke Zona Monster nantinya. Tentu saja lima orang ini memenuhi kualifikasi dirinya sendiri dimana semuanya terbilang 'kuat'.
"Han Sha." Pria itu memanggil Perwira yang membawa surat.
"Disini Tuan,"
Perwira itu bernama, Han Sha, dia masuk lagi kedalam ruangan setelah dipanggil.
"Panggil lima siswa yang aku tuliskan ini." Pria itu memberikan secarik kertas. "Mereka harus berkumpul di ruanganku sebelum tengah hari."
__ADS_1
"Oh ya, ambilkan aku kopi panas tanpa gula." Katanya. "Satu lagi, kirim Night Assasin ke Zona Monster."
"Baik tuan Nie Yan,"
***
Perjalanan kembali masih panjang, misi pengawalan Rank C hanya tugas yang membosankan. Begitulah menurut Xiang Yu sendiri selama perjalanan, tidak menemui masalah sama sekali, ya... walau ada sih beberapa tapi itu bukan monster itu adalah Gadis gila yang setiap ia berbicara, Gadis itu akan marah padanya dan tidak segan untuk menggigit kepalanya.
Pria muda itu tiduran diatas kudanya melamun menatap langit tanpa awan. Ia memikirikan entah bagaimana ia sampai dalam kehidupan ini, ingatannya hanya terbatas pada obsesi tentang sihir. Tidak ada yang lain, kalau dia berusaha mengingatnya kepalanya akan sangat sakit.
Tapi ada satu petunjuk tentang dirinya dimasa lalu, ingatan yang ia paling jelas, sebuah kerajaan yang besar dan megah pernah berdiri disuatu tempat. Dengan bayangan seorang wanita yang menuntunnya masuk kedalam sana. Sayangnya, ia tidak dapat melihat wajah wanita itu.
"Woi Xiang..."
Suara Chen Yu membangunkan Pria muda itu...
"Elang pengirim surat datang, kau disuruh kembali sebelum tengah hari." Chen Yu memberitahukan isi surat yang ia pegang. "Kau harus bergegas sekarang," desaknya
"Huuft... kau lihat dua wanita gila itu?" Xiang Yu menunjuk Annie dan Rin yang membuat ekspresinya meledak marah
"Kenapa tidak mereka saja yang disuruh bergegas cepat ke akademi!" Balasnya, dia terlalu malas untuk mengikuti hal-hal bodoh di akademi. "Pergi-pergi, kau mengganggu waktuku yang berharga." Cetus Xiang Yu sambil mengibaskan tangannya
"Oii! Ini ada stampel kepala sekolah, yang berarti, kau wajib ke sana!" urat-urat kecil mulai nampak di dahi Chen Yu. "Cepat! Kau dan Rin bergegas kesana."
"Kalau kau sekertarisku, tidak sampai satu jam, aku akan memecatmu!" Dengan wajah sedikit keengganan ia memacu kudanya dengan cepat nyusul Rin yang duluan pergi.
"Yo, Gadis Gila." Sapa Xiang Yu. "Kau terlalu dingin bukan kepadaku?"
__ADS_1
"Pergilah jauh-jauh, di dekatmu tidak ada hal keberuntungan!" Sambil memacu kudanya untuk lebih cepat, Rin tidak mau meladeni Pria itu yang membuat tensi darah tingginya naik
"Aku ingin sekali menarik lidahnya keluar, lalu menggaruknya dengan sendok."
Sendikit bermasalah memang dengan kewarasannya setelah bersama Xiang Yu beberapa hari terahir ini. Emosinya kerap tidak setabil saat melihat atau mendengar Pria itu.
"Aku tidak tahu, wanita dengan dada rata sangat belagu..." Xiang Yu mendesah. "Bagaimana kita bertaruh siapa yang paling cepat sampai ke akademi? Yang kalah harus traktir makan."
"Siapa takut!" Rin melirik Xiang Yu dengan wajah penuh percaya diri. "Oke, siap .... mulai!!"
Kuda Gadis itu melaju cepat, sepertinya ia menggunakan semacam sihir penguat tubuh kepada kudanya. Sementara Xiang tersenyum misterius tapi tidak ada niatan menyusul Gadis itu sama sekali.
"Warp Gate..." Sebuah portal terbuka beberapa meter di hadapan, ini adalah sihir yang pernah dipakai Melissa saat mengangkutnya dulu. Ia qsudah meneliti sihir ruang itu, itu hampir sama dengan milik sihir Ibunya sendiri.
Tapi dalam keterampilan ini mengharuskan ia membuat segel sihir untuk tempat yang ia tuju.
"Gadis bodoh, Gadis bodoh, sangat senang menjaili seperti ini."
Catatan AUTHOR :
BUAT ANDA MASIH NGELIKE ..... CIUM SINI CIUM 😘😘
19 CHAPTER ISI DATAR DOANG, enak ga? :v
ngerasa bosen? sama saya juga....
5 Like \= 2 Chapter, 8 Like \= 3 chapter
__ADS_1
LIKE AND COMMENT! INGET YA, JEMPOL KELEN GA PENCET LIKE, AKU PASTIKAN ITU JEMPOL KE BISA BERDIRI LAGI!!