Pieces of Hope

Pieces of Hope
Ingatan


__ADS_3

Xiang Yu berjalan lesu, ia sudah puas memukuli orang yang dulu disebut Ayah itu. Tidak ada perasaan lega sama sekali. Untuk sejenak ia menatap atap koridor matanya terpejam sambil menghela napas dalam-dalam, sial, dia lupa memberi kado terakhir.


"Benar kata Ibu, bertemu dengan Sialan itu lagi hanya membuat emosi."


Pria muda itu membuka kembali matanya, walau emosinya tidak stabil ia berusaha sendiri. Ia pergi ke pintu keluar dengan santai. Segala sesuatu yang terjadi tadi cukup untuk melepaskan emosi yang dia pendam.


Aroma mawar dan beberapa jenis camelia terbawa oleh angin saat Xiang Yu melewati taman. Dia melihat kesana, beberapa gadis sedang bersantai dan bermain dengan temannya. Tidak lama, ia berjalan lagi untuk keasramanya disebelah timur.


Sampai di asramanya yang berantakan ia melompat ke kasur. Membenamkan wajah dalam-dalam ke bantal, walau hari masih panjang, sehabis emosi dirinya merasa lelah.


Tidur yang paling utama


***


Baru sebentar dia tidur, merasakan sesuatu yang aneh saat dia dalam Lucid Dream. Ruangan putih tidak berwarna, menyisakan dirinya yang berdiri sendiri.


Namun .....


Ia merasakan sesuatu yang menarik dirinya kebawah seolah tenggelam.


Sekarang dia berdiri di depan api besar yang membakar kota. Teriakan histeris setiap penduduk bergema, meminta tolong, tangisan, dan amarah kontras yang ada dihadapannya.


Banyak korban berserakan dijalan, ini pemandangan pilu sampai pandangannya mendarat pada gadis kecil memegang bunga yang menjadi simbol keabadian. Dadanya sesak, air mata tiba-tiba keluar begitu saja, ia merasa akrab dengan kota ini sendiri.


Xiang Yu berjalan menyelusuri kota itu, semakin ia melihat; semakin ia tahu kenapa hal besar itu terjadi.


Sebuah makhluk dengan sayap kekelawar, dua tanduk yang menjulang tinggi, dan mata merah yang mengintimidasi menghancurkan kota ini. Tidak jelas Apa itu, tapi setiap kali makhluk itu berteriak deru angin mengencang menghancurkan bangunan kokoh.


Seperti dewa kehancuran, ia datang dengan huru-hara, meraung, dan tertawa disetiap nyawa yang ia bunuh dan permainkan. Kejam tidak akan cukup mendeskripsikan makhluk yang Xiang Yu lihat ini. Tidak bermoral memang, makhluk itu memakan manusia seperti cemilan pembuka.


Xiang Yu tidak bisa tidak marah melihat itu, tapi sayang, ia ditarik kembali keruangan yang serba putih.


"Kau melihat sesuatu?"

__ADS_1


Suara wanita yang indah terdengar dari belakang. Xiang Yu berbalik mencari sumber suara itu, namun ia tidak melihat apapun.


"Kau melihat makhluk itu, kan?"


"Apa kau marah melihatnya? Apa kau ingin membunuhnya?"


Nadanya seperti mengejek Xiang Yu yang sedang kebingungan. Tampaknya gadis itu menikmati perubahan ekspresi dan emosi Pria muda itu, seolah dia sedang bermain-main.


"Kau sepertinya lupa dirimu sendiri." kata Gadis itu sambil melilitikan lengannya di dileher Xiang Yu dari belakang. "Mm... dilihat dari dekat kau tampak sama, aromamu juga." Gadis itu mengendus-ngendus leher Xiang Yu.


"Tidak banyak yang berubah, masih pria tampan yang kukenal,"


Dengan suara menggoda Gadis itu muncul lagi dihadapan Xiang Yu. Ia tampak pada umur tujuh belasan dengan rambut putih pucat panjang sampai punggung. Mata hitamnya seperti giok yang dipoles dihiasi alis indah.


Dia cantik, tapi sayang Xiang Yu sendiri tidak bergerak. Pria muda itu seperti mengabaikannya. Tidak peduli ia berkata manis dan genis sampai menempelkan tubuhnya, ia tidak bergerak sama sekali.


"Hump! Kau sama membosankan seperti dulu." Gadis itu mendengus lalu tersenyum menggoda. "Tapi itu yang paling kusukai,"


Gadis itu, Reina Rose, dia tertawa gila mendengar perkataan Xiang Yu. "Kau terlalu bodoh, jelas-jelas kau tidak menyelesaikan 'kontrak' sama sekali."


Ingatan Xiang Yu sedikit pulih, setidaknya ia tahu siapa dia sekarang. Walai tidak semua itu cukup untuk mengetahui kebenaran yang menjadi misteri.


"Aku tidak akan men spoiler masa lalu, aku hanya memastikan dirimu ... menyelesaikan tugas." Gadis itu mendesah. "Kehadiranku disinipun sudah merusak ruang dan waktu."


"Kau mempunyai alasan yang masuk akal. Toh, kehadiranmu disini tidak diperlukan."


Gadis itu tertawa lagi tawa gila yang memenuhi ruangan lalu perlahan tubuhnya menjadi tipis diikuti ruangan berwarna putih ini yang pecah seperti pecahan kaca.


***


"Sialan aku terlambat!" Xiang Yu melihat matahari yang mulai meninggi. Dia sangat panik saat karena tidak mensiapkan apapun untuk perjalanan kali ini. Mulai dari baju hingga dalam ia memasukan semua kedalam Dimensional Gatenya secara acak.


"Mandi dulu, itu wajib, biar ketampanan bisa nambah seratus persen."

__ADS_1


Sampai ia selesai mandi, ia mendengar suara ketukan pintu berkali-kali. Tampaknya dia harus cepat-cepat memakai bajunya.


"Beri aku waktu lima menit!!!!" Xiang Yu berteriak. "Sialan-sialan, Raina sialan itu!!" Ia diam-diam mengutuk sambil memakai baju berwarna hitam


"Yap, aku keluar!!"


Simple memang dia tidak repot-repot memakai baju besi karena perjalanan yang berbahaya, melainkan sweater hitam dan shall yang dililitkan dilehernya. Ia berlari kearah pintu, lalu membukanya. "Maaf aku terlalu nyenyak dalam tidur, seorang dewi mampir soalnya."


Alasan bodoh macam apaa itu!!!!!


"Semuanya sudah menunggu di gerbang akademi, kuharap kita bisa disana dengan cepat." Pria yang mengetuk pintu ini adalah yang disuruh Nie Yan sialan itu untuk memberi tahu keberangkatannya.


"Tidak apa! Mari jalan."


CATATAN AUTUHOR!!!


YO SUP, maaf karena double chapter. (sial emang)


Xiang Yu : LU NYA AJA BODOH!


FA : YE KALEM DONG BOS, MAU LU GUE BUAT MATI NANTI?


Xiang Yu : GA TAKUT DEKKU, DEKKU HARUS TAU ABANG TUH GA TAKUT MATI


FA : OKE CATET!


......


***MAKASIH YA UNTUK AJI SAN~ MASIH STAY DI CERITA NGEBOSENIN INI~ AAH CIUM SENE CIUM 😘😘😘


DAN KELEN YANG BACA GA NINGGALIN LIKE OR COMMENT, ITU JEMPOL KELEN TUH MAU KUBENGKOKIN APA? MAU ADU KERAS KAH JEMPOL KELEN TUH!? AYO SINI ADU SAMAKU LAH


LIKE, COMMENT, AND FOTO EH MAKSUDNYA VOTE***!!!

__ADS_1


__ADS_2