Pieces of Hope

Pieces of Hope
Metode Latihan (Akhir)


__ADS_3

Di sisi sebelah barat dari sarang para manticore, tidak ada para petualang disini karena mereka hanya menyerang jalur utama. Pelatihan Elysia akan dimulai saat ini juga, Xiang Yu tidak ikut adil dalam pertempuran tersebut.


Dia hanya melihat Elysia dari jauh dengan santai.


Sebelumnya, Xiang Yu memberitahu kalau hanya ada kesempatan untuk menggunakan bantuannya. Dia benar-benar menyiapkan medan yang ekstrim untuk membuka potensi Elysia untuk perkembangan kekuatan.


Untuk hal lainnya, itu bisa dipikirkan.


"Hei, apa kau yakin meninggalkan gadis kecil itu sendirian?" Alice bertanya, wajahnya sedikit bermasalah saat melihat Elysia dari kejauhan. Dia benar-benar tidak habis pikir Pemuda dihadapannya ini sangat kejam. "Aku pikir ini terlalu berlebihan Gadis kecil itu saja tidak pernah memegang senjata."


Xiangy Yu Mendongak, ia baru saja siap untuk memasak daging kadal. "Tenang, apa beda saat dia hidup saat menjadi gelandangan. Apa kau yakin dia bia bertahan lama?"


Alice mengerutkan dahinya merasa Pria ini sungguh sedang bermain dengan nyawa seseorang dengan sepelenya. Tetapi, dia tidak bisa membantah, kalau saja Elysia bisa mencapai remaja kemungkinan akan menjadi mucikari untuk bertahan hidup yang keras.


"Kalau kau ingin menyelamatkannya, turun bantu dia bertarung." Xiang Yu sedang menggoreng daging kadal itu dengan metode pan seared. "Tetapi, kusarankan untuk menarik pemikiran itu."


"Tapi..."


"Duduk, mari kita makan malam ini dulu." Pria itu menyerahkan beberapa potong daging yang matang dengan garpu. "Ngomong-ngomong dia melebihi ekspetasimu sendiri."


Meskipun wajah Alice menunjukan rasa tidak nyamanan, Gadis itu masih mau menerima makanan dari Xiang Yu begitu saja. Ia melihat daging monster itu, berpikir "Apa ini bisa dimakan?"


Namun, ia masih membuka mulutnya dengan pertama kali dalam hidupnya ia memakan daging monster....


"Tunggu! I-ini sunguh enak, dagingnya empuk dan harum ...... satu lagi yang membedakannya setiap daging aku kunyah memiliki 'Energy Hidup', astaga benar yang dikatakan Putri irine kemarin hanya resto mewah yang menyajikan seperti ini." Pikirnya, ia menutup matanya menikmati setiap ledakan rasa


Sementara itu, Elysia yang berada di medan tempur ini merasa gugup. Dia merasa akan mati kalau dia bisa menghindar dari cakar besar itu.


Dia ingat apa yang dikatakan Xiang Yu.


"Apa kau ingin hidup?"


Itu masih terngiang di benaknya, pikiran naif tentang hidup semua sirna dihadapan orang yang memiliki kekuatan.


Dia menghembuskan napas panjang mengluarkan asap dingin dari mulutnya.


"Yakinlah, hidup menjadi lebih baik bisa kuraih."


Dia menyakinkan dirinya sendiri.


Kekuatannya mulai bereaksi walau tidak cepat tapi masih bisa merasakan perubahan suhu yang tiba-tiba menjadi dingin.


Dia hanya tahu dengan kekuatannya hanya bisa untuk membunuh, mengkondensasikan esnya menjadi padat gadis itu membuat pedang besar seperti petualang yang biasa dia lihat sepertinya Modifikasi Magic seperti ini cocok untuknya.


Elysia bersiap, tangannya menggenggam erat pedang es itu. Walau berat ia berusaha menyeret pedang itu dengan sekuat tenaganya.


Lima manticore yang melihat Elysia datang menggeram seakan memberi tahu untuk menjauh dari sini kalau tidak ia akan mati. Sayangnya Elysia tidak memperdulikan hal itu, matanya sudah sepenuhnya bertekad untuk menjadi kuat.

__ADS_1


"Aku siap!"


Tubuh kecilnya yang menyeret pedang— ia melihat salah satu manticore yang ingin menerjangnya seperti angin.


Menghindar dengan cara berguling ke samping ia berusaha mencari peluang untuk menyerang.


Pedang yang besar dan berat itu menghambat pergerakannya, mau tidak mau dia harus mengerahkan seluruh tenaga untuk sekali mengayunkan senjatanya saat menyerang balik.


"Tidak berguna!!"


Ia menggertakan giginya, tebasan yang tidak begitu kuat hanya menyebabkan rasa geli saat mengenai kulit keras hewan itu.


Melihat adegan itu Xiang Yu menepuk dahinya ia tidak tahu harus tertawa atau menangis. Ia melihat keadaan gadis itu sedikit sulit saat Manticore besar itu mengayunkan cakarnya.


Puchi!


Melesat dengan cepat saat gadis itu terkena ayunan cakar hingga membentur tebing.


Awan debu membumbung tinggi, Gadis kecil itu berusaha berdiri dengan tubuh yang bergetar hebat. Darah membasahi bajunya yang robek sana sini, menampilkan luka goresan yang cukup dalam.


Ini belum seberapa.


Ia kembali menciptakan sebuah belati di telapak tangannya.


Si Gadis kecil itu berlari lagi.


"Lebih kuat!"


Belati esnya hancur tidak sanggup untuk menembus kulit tebal itu saat si Gadis kecil itu berusaha menusuk.


"Aku ingin lebiih, lebih kuat!!"


Dia menciptakan senjata es terus menerus mulai dari pisau hingga pedang lalu berubah ke tongkat. Ia berusaha untuk mencapai titik untuk melukai sang Manticore ini.


Bam!


Tubuhnya terhempas saat cakar itu mengarah kembali padanya, ia tidak bisa bereaksi tubuhnya kaku saat menghantam tebing.


Kini si Gadis kecil berbaring di tanah.


Tanpa dia sadari tubuhnya sudah terluka cukup parah, mungkin sekali lagi terkena serangan dari manticore dia akan menjadi pasta daging.


Tetapi dia berusaha berdiri.


Ini belum selesai.


Dia takut, takut dengan kehidupan sebelum uluran tangan yang menariknya keluar dari lumpur hitam meninggalkannya. Hidupnya sudah lama dibuang, dia ingat dimana diperlakukan seperti monster.

__ADS_1


Dilempari batu, ejekan, dan tindakan kasar.


Orang tua yang meninggalkannya sendiri.


Kekuatan yang mengerikan ini cukup membebaninya.


Sekarang dia harus membuktikan kualifikasinya, dia ingin merubah dan mengalahkan takdir yang ditetapkan.


Dia mulai melangkah lalu mencoba berlari. Tetapi, langkahnya pincang dan sempoyongan.


Sakit.


Meski begitu, dia masih berusaha.


"Aku...."


"Ingin HIDUP!!"


Langkahnya jatuh terpelanting, tubuhnya tidak bisa lagi merespon kehendak otak yang masih aktif. Matanya menatap kosong kearah manticore yang tidak jauh darinya.


"Dia mati." Alice melihat hal sia-sia dimatanya, kasian saja tidak cukup untuk si Gadis kecil itu saat langkahnya di tahan Xiang Yu. "Cukup mengharukan memang melihat adegan seperti itu."


"Apa empati dan simpatimu sudah mati?" Dia melihat Xiang Yu dengan kilasan dingin, tampaknya derajat Pria ini sudah anjlok dihadapannya.


"Hahaha aku pikir ini terlalu dini." Xiang Yu tertawa dengan wajah santai seperti biasa


"Apa maksudmu?" Alice mengangkat alisnya. "Kau lihat itu? Dia sudah tergeletak tak bergerak dan kau menganggapnya belum berakhir?" Alice mempertanyaan rasa kemanusiaan Pria ini, jujur dia sedikit kurang suka adegan seperti tadi.


"Dia tidak mati."


Pria ini masih mengutarakan omong kosong yang tidak berguna lagi membuat Alice ingin sekali meninjunya tepat di bagian mulut itu. Namun, Alice tidak memperdulikannya dan ingin turun mengambil tubuh si Gadis kecil.


Walau hanya beberapa jam mereka bersama, cukup untuk membangun sebuah hubungan.


"Kau sebaiknya tidak ke sana."


Xiang Yu menarik lengan Alice dengan paksa, ia merasakan emosi Alice hanya saja dia tahu apa yang terjadi selanjutnya.


Dan.....


BAM!!


Catatan Author :


Delay.... sry bangeeeet yaaa!!!


DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE, COMENT, LOVE, AND VOTE!!!

__ADS_1


__ADS_2