Pieces of Hope

Pieces of Hope
Chapter 1 : Orang Tua


__ADS_3

"Kenapa kau diam saja?" Wei An melihat Luo Ming. "Hal menyenangkan ada di dalam, ayo masuk."


Dengan berjalan duluan Wei An memasuki lorong itu.


Perasaan dingin dan teriakan yang samakin nyaring membuat detak jantung Luo Ming bergerak cepat memompabaliran darah.


Dia bisa merasakan hawa kebaradaan dari orang kuat di dalam. Kalau merasa takut tentu dia merasakannya, nafasnya yang berat dan kaki Luo Ming seakan menjadi bubur dengan hawa membunuh kuat mengumpul jadi satu.


Tidak sadar ia berjalan, menatap ujung lorong yang mengeluarkan cahaya yang terang. Saat keluar ia menutupi wajahnya dari cahaya terang itu agar penglihatannya stabil.


Teriakan gila dari segala penonton. Tapi, ia melihat kearah satu tempat. Tempat yang khusus dan sangat mencolok yang berada di tengah-tengah area.


Pentagon.


Area yang berbentuk segilima dengan kawat tebal di sekelilingnya.


Dan nama area ini disebut juga Pentagon.


Para pertarung umumnya melakukan pertandingan disana. Dan semua penonton pun terfokus di sana.


"Kita hanya melihat-lihat, tidak usah tegang." Wei An menepuk pundak Luo Ming.


"Aku tahu, aku sudah bilang kalau ingin melihat saja, bukan?"


Mereka melihat pertarungan yang sudah selesai. Dengan narasi yang dibawakan narator mengumumkan pertarung selanjutnya.


Narator itu menyebutkan nama inisial masing-masing dari peserta. Setelah itu, peserta langsung masuk Pentagon bebarengan dengan memakai topeng.


"Dua petarung baru yang memasuki Pentagon?" kata Seseorang yang duduk di bangku penonton dekat Luo Ming


"Aku tidak tahu dari mana Shadow Killer, apalagi The Gods apaan itu? apa tidak terlalu mendominasi?" balas Rekannya sambil bingung. "Aneh melihat Pentagon mengeluarkan petarung baru bersamaan." Tambahnya


"Bukan hal aneh, ini membuat kita tidak tahu berjudi kearah mana... Pentagon tentunya ingin untung."


"Tapi kita tidak pernah tau yang akan selanjutnya terjadi, pada umumnya yang memasuki pentagon adalah yang terkuat."


Luo Ming mendengar percakapan mereka. Sebenarnya dia penasaran apa persayaratan yang mereka bicarakan.


Saat ia menatap kembali kearah pentagon, pertarungan sudah dimulai.

__ADS_1


Satu orang yang memakai pedang panjang, namun ramping, sementara lawannya menggunakan crook dan Scrimitar sebagai senjata sebagai bentuk serangan kejutan.


Pertarungan mereka umumnya seimbang.


Baik kecepatan, teknik, keseimbangan, bahkan reaksi kedua orang itu sungguh luar biasa. Bisa dibilang, untuk mencapai tingkat seperti itu butuh latihan ekstrim.


Terutama Reaksi, kedua orang itu diatas wajar seolah bisa melihat masa depan walau dengan 0,1 detik saat serangan mereka ingin diluncurkan. Faktor itu adalah sesuatu yang penting untuk semua orang, karena bisa memprediksikan serangan lawan.


'Dengan pedang yang ramping ia tidak butuh tenaga lebih untuk mengayunkannya, bahkan dalam fungsi pedang tersebut adalah untuk menebas dan menusuk. Ini menarik, itu berbeda dari pedang yang umumnya kutahui.'


'Lalu orang bernama Shadow Killer, gaya bertarungnya hampir mirip dengan Wei An, hanya saja orang itu bisa menimbulkan serangan mendadak yang sangat kritis, terutama saat ia mengcounter serangan dari sudut celah kecil.'


Luo Ming memegang dagu, matanya tajam terfokus ke arena. Dia menatap dengan serius sambil menganalisis setiap gerakan ke dua orang yang sedang bertarung.


Ia sungguh terkejut dengan setiap gerakan aneh dan tidak beraturan, namun semuanya seperti tersambung setiap kali ia melihat seakan itu memang sudah diatur.


'Terutama The Gods, dia seperti sedang menahan sesuatu, sesuatu yang membuatnya menang dengan sekali serang.'


'Gerakan Akrobatik yang tidak selaras dengan postur pedang tampak mustahil kalau seorang pemula melakukan itu untuk menyerang maupun bertahan.'


Bayangan terbesar Luo Ming saat ini adalah kemungkinan mereka bertarung dengan salah satu dari Shadow Killer ataupun The Gods. Apa dia bisa menghindari serangan tiba-tiba Shadow Killer? Apa bisa ia mengenai The Gods dengan panahnya?


Jawabannya jelas, dia masih dibawah standar dengan keduanya. Kalau dipikir adalah mereka mungkin sudah tidak ada lagi di level Luo Ming.


"Apa kau meneliti serangan mereka?" seorang Pria tua muncul di samping Luo Ming. "Menurutmu siapa yang menang?"


Dalam suara yang bergetar, Luo Ming melihat kesamping, Pria tua itu juga membalas tatapana Luo Ming sambil tersenyum dan melambaikan tangan.


"Tentu, pertarungan seperti ini jarang terjadi bahkan untuk pertarungan resmi sekaligus." balas Luo Ming. Ia melihat kembali pertarungan itu. "Kalau Anda bertanya siapa yang akan menang ini terlalu sulit untuk diprediksi." Inilah yang menganggu pikirannya, semua orang menebak-nebak dalam pertarungan itu.


"Hei! Aku bertaruh dengan The Gods 1000 Gold untuk 10 Gold perorang!"


Suaranya nyaring membuat para penonton mrlihatnya. Senyum lebar dari wajah keriput, namun karismatik itu langsung menyebar.


Orang yang mana pun dapat menggila dengan jumlah taruhan yang menawan menyebabkan hal gila terjadi.


Suara teriakan nyaring dari para penonton mulai berkabung.


*Hajar dia!

__ADS_1


Bunuh Dia!


Habisi Dia!


Menang Lah!


Tinju Mukanya B*d*h*!


Teriakan yang beriringan dengan suara lainnya atmosfirnya pun berubah dengan seketika seperti sebuah festival meriah.


"Lihatlah sebentar lagi." suara Kakek itu samar. "Dalam persekian detik akan ditentukan siapa pemenangnya?"


—Di dalam pentagon mereka saling berhadapan, tanpa berkedip untuk tidak melewatkan satu pun detik gerakan musuh.


Saat ini adalah gerakan penentu.


Baik Shadow Killer yang awalnya menyerang dengan ganas dan mematikan dimata penonton, nyatanya disetiap inci serangan The Gods hampir membunuhnya.


Dan The Gods tampak tenang dengan napas teratur.


Dengan satu hentakan kaki... Mereka melaju cepat dengan mempersiapkan senjata masing-masing.


Trang!


Benturan senjata mereka nyaring membuat gelombang kejut membuat penonton sunyi.


"Sudah berakhir." Kakek itu hendak berbalik.


Shadow Killer tumbang dengan serangan yang tidak bisa dilihat mata. Darahnya yang mengucur keluar dengan deras menandakan serangan The Gods lebih dari satu dalam waktu singkat.


Luo Ming terdiam sebentar, otaknya tidak dapat memproses. "Bagaimana kau tahu itu terjadi Kek?" Tanyanya, dia tidak mendapatkan jawaban dari otaknya.


Kakek itu melihat Luo Ming, ia tersenyum lalu tertawa sebentar. "Mudah, sangat mudah. Terutama untuk orang yang sudah profesional dan berpengalaman." Kakek itu melipat tangannya, lalu menatap The Gods yang berjalan menjauh dari pentagon. "Tapi nyatanya, orang yang profesional dan berpengalaman pun tidak akan bisa melakukan hal seperti itu. Itu hanya tebakan kasar dengan cara dia memegang pedang, karena pada umumnya pendekar pedang biasa mengacungkan, tetapi dia berbeda, dia memiringkan pedangnya pada posisi lengan sebagai daya dorong optimal lalu memutar pedangnya dengan jari dengan cepat."


Luo Ming masih terdiam, is mengerti secara kasar bagaimana itu bekerja, tapi memutar pedang dengan dengan jari? Bagaimana mungkin bisa menyebabkan kerusakan seperti itu.


"Kau harus ingat, ia memakai pedang kecil dan ramping itu. Itu dapat memudahkan menggerakan pedangnya dengan bebas dan dapat mengubah haluan yang dia ingin hanya menekan titik berat pedang." kata Kakek itu. "Yah, kau tidak akan mengerti, kau hanya melihat soalnya."


Kakek itu pergi dengan santai.

__ADS_1


'Mengubah haluan dengan menekan titik berat pedang? Bukannya mustahil hanya dengan itu untuk menciptakan serangan beruntun dengan waktu cepat?'


Dengan wajah serius Luo Ming berpikir keras, hingga disadarkan oleh Wei An disampingnya mengajak pulang.


__ADS_2