Pieces of Hope

Pieces of Hope
Simpan Rasa Kasihanmu Untuk Orang Lain


__ADS_3

Saat mereka saling menyerang dan menangkis satu sama lain, percikan api dari gesekan kedua pedang membuat penonton menahan nafas.



Mereka tidak berpikir kalau Xiang Yu bisa mengikuti kecepatan dan kekuatan dari Ksatria itu dengan mudahnya, mungkin saja keduanya seimbang.



"Aku tidak mengharapkan ini, walau aku setengah serius melawan 'mereka' semua. Kau berbeda, kau memaksaku melakukan pertarungan serius."



Xiang Yu megerutkan keningnya dan mencibir. "Kau bahkan tidak termasuk dalam hitunganku meskipun kau serius."



Boom!



Kekuatannya menguap dengan cepat, seperti perasaan seperti diancam dengan pedang yang sudah ada dilehernya.



Ksatria itu menyerang dengan gerakan akrobatik yang mustahil ssat menggunakan Armor lengkap seperti, tetapi yang dilihatnya seksrang adalah kenyataan!



Gerakannya terus menerus meningkat menekan Xiang Yu hingga tidak bisa berbuat banyak sekalipun dan hanya menangkis serangan Pria itu dengan terpaksa.



"Baiklah, aku meremehkanmu Tua Bangka. Ini adalah kehormatanmu memaksaku menggunakan 5% dari kekuatanku." Xiang Yu menghebuskan nafas berat sambil menundukan kepalanya.



[Sword Aura], [Divine Protection], [Son of Light] — [Killing God!]



"Biarkan semua menemukan kematian dan mendapatkan ketenangan disurga,"



Suara pelan Xiang Yu membuat penonton Sunyi, saat ia mengangkat wajahnya lagi mengungkapkan tatapan haus darah itu membuat Ksatria itu terdiam seolah dirinya terhipnotis dalam tatapan itu.



Slash!



Gerakan instan, kecepatannya diluar eksistensi manusia sendiri ... bahkan untuk Ksatria itu jelas tidak berharap kekuatannya dapat ditekan dengan satu gerakan saja. Yang lebih penting adalah pedang yang digunakan Ksatria itu membubung tinggi di udara, sementara itu Xiang Yu sudah menyarungkan kembali pedangnya berjalan keluar arena.



(Kalau Ima Ji Nasi kalian ga nyampe, pikirkan gerakan Ke-1 Zenitsu aja,)


__ADS_1


Pedang Ksatria itu terbelah menjadi dua setelah menancap ketanah.



Semua yang ada diruangan terdiam dengan mulut terbuka lebar, perubahan stuasi seperti ini sangat tidak bisa mereka cerna. Pengawas tes adalah orang yang pertama kali sadar dan segera mengumumkan kemenangan Xiang Yu.



"Karena Tes Pertempuran selesai, dan, untuk pemberitahuan untuk calon murid yang akan lolos akan diumumkan esok hari seperti saya katakan sebelumnya, Akan ada Calon murid yang akan dikirim ke School Magic and Knight utama."



"Pungumuman kali ini selesai, silahkan bubar!"



Setelah mendengar itu, rombongan calon murid keluar dari ruangan tes dan bergegas pulang, termasuk Xiang Yu yang sedang berjalan malas-malasan keluar dari pintu utama dan lagi dia terus diikuti Yu Ji!



"Aah aku ingin sekali melawanmu sekarang," Yu Ji berkata dengan riang setelah itu tersenyum melihat Xiang Yu. "Jadi, kapan kita akan bertarung?"



"Tidak akan." Xiang Yu berkata dengan dingin pikirannya penuh simulasi pertempuran dengan Yu Ji dan itu tidak berakhir baik sama sekali hingga mdmbuatnya takut.



....



"Aku tidak berpikir kalau 'Anak yang dibuang' Duke bisa menjadi hal mengerikan," di dalam ruangan Ksatria yang dijadikan bahan tes bergumam pelan. "Gerakan yang abnormal dari pedang yang biasa dibawa oleh Duke membuatku ketakutan."




Ksatria itu melihat Informasi Pribadi Xiang Yu sambil mengelus dagunya. "Ini sudah cukup, kau bisa pergi sekarang."



"Terima kasih, Tuan." Pengawas itu pergi begitu saja tidak berkata lebih jauh



"Aku tidak berfikir kau akan kalah dari bocah berusia enam belas tahun seperti itu, Tuan White Knight James."



Suara lembut keluar dari kegelapan menampilkan sosok yang cantik dengan mata yang memikat saat pria menatapnya yakinlah mereka akan jatuh cinta. Dia menggunakan guan berwarna hitam yang menampilkan lekuk tubuhnya yang seksi seperti sedang menggoda James



"Melissa, kau pasti berfikir sama denganku, kan?" James mengerutkan keningnya melihat sosok Melissa duduk disampingnya. "Aku tidak menganggap enteng masalah ini, kau tahu? Jelas Duke ingin mengakhiri masalah ini,"



"Aku bahkan lebih terkejut saat seseorang menggunakan pedang yang sama dengan Duke," Melissa menempelkan dirinya kepada lengan James. "Aah... bau pria yang berkringat itu sangat menggoda," suara Melissa meleleh dengan nada menggoda

__ADS_1



"Pergilah Succubus! Aku salah berharap kepada orang yang salah." James berusaha menjauh dari Melissa dengan sekuat tenaga tapi sayang tangannya sudah lama tenggelam di dada besar Melissa. "Ugh! Aku menyesal mengambil misi ini bersama denganmu."



"Aku senang mengambil misi ini bersama denganmu," Melissa tersenyum sambil mengeratkan tangannya. "Baiklah sekarang kita akan malam, Kau yang bayar!"



Sekarang kalian tahu, kalau saja wanita itu bisa mendominasi pria saat keadaan terpojok.



...



Sementara James yang pasrah di tarik Melissa ke sebuah tempst restoran yang mewah. Xiang Yu tetap diikuti Yu Ji saat dia pulangpun, bahkan dia menyadari Yu Ji samoai mengusir pelayannya secara paksa hanya untuk mengikuti Xiang Yu.



"Mm... kemana kita akan pergi?" tanya Yu Ji



Tidak butuh waktu lama, mereka sudah ada dipasar yang sudah tutup sebagian. Mereka berjalan menulusuri jalan utama sambil melihat-lihat sayuran yang sudah layu parah.



"Yoo, anak muda, kau terlambat sekali." Seorang lelaki tua duduk di stannya sambil menyapa Xiang Yu. "Seperti yang kau lihat hanya tersisa kentang, wortel, dan lobak putih saja hari ini ini."



"Paman, tolong bungkuskan Kentang 5 Buah, kentang 5 buah, dan lobaknya 2," Xiang Yu menunjuk sayuran yang sudah tidak segar lagi itu mebuat Yu Ji sedikit mengangkat alisnya



"Kenapa kau membeli sayuran seperti itu dengan kualitas buruk?" Yu Ji bertanya dengan rasa penasaran, tetapi respon Xiang Yu hanya tersenyum tidak mau berdebat masalah sepele soal kecil seperti ini. "Kau tahu, aku bisa memberikanmu sayuran berkualitas sangat baik sekalipun."



Paman penjual itu baru memperhatikan Yu Ji yang berada disamping Xiang Yu jelas tidak senang dengan ucapannya. Dia tidak tahu, untuk orang yang hidup diantara kemewahan tidak aka pernah merasa kelaparan.



"Aku tidak butuh soal itu, dan simpan rasa kasihanmu untuk orang lain." Berkata sambil menyerahkan lima belas tembaga kepada Paman penjual itu.



Yu Ji tidak berharap jawaban yang kasar seperti keluar dari Xiang Yu. Dia adalah Putri yang polos yang ingin membantu seseorang, tetapi baru kali ini dia ditolak secara langsung oleh seorang pria yang tidak jelas.



"Terima kasih paman, aku pulang dulu!" Xiang Yu berpamitan kepada Paman penjual



Berjalan munuju pinggiran kota, Yu Ji tidak tahu kalau Xiang Yu tinggal ditempat kumuh menjijikan ini menurutnya. Apa yang dilihatnya adalah sampah yang berserakan, irigasi yang tersumbat, dan bau busuk ini gambaran yang jelas.

__ADS_1



Sampai saat berhenti di depan rumah kayu sederhana, hanya terpancar kehangatan dari dalam rumah.


__ADS_2