
Selesai makan Xiang Yu membawa Elysia untuk bertemu Luo Xiu, Whitey, Rin, dan Alice ditempat semula. Soal peralatan masak dia hanya membeli panci penggorengan dan bumbu masakan yang dia bawa sendiri.
—Sepertinya Gadis itu menerima Xiang Yu dengan suka rela.
Mungkin menurutnya Xiang Yu adalah orang bodoh yang mengulurkan tangannya kepada 'sampah' yang hampir mati.
Meski begitu, dia berpikir kalau ini cukup mengejutkan untuk hal perubahan mendadak. Kalau saja ini mimpi mungkin dia akan berusaha untuk tidur selama yang ia mau.
Tapi yang ia rasakan cukup nyata.
"Apa kau ingin belajar sihir?" Xiang Yu bertanya, matanya menatap Gadis kecil yang dia genggam. Ia tahu Gadis ini mempunyai sesuatu yang khusus pada tubuhnya
"Penyihir?" Gadis itu melihat Xiang Yu dengan heran. "Maksud Kakak seperti petualang itu?" Dia menunjukan beberapa petualang acak di jalan
"Ya, secara kasar seperti itu."
"Bisakah aku balajar?"
Xiang Yu tersenyum puas dengan jawaban Elysia, dia mengangguk sebagai jawabannya. Hatinya bertekad untuk menjadikan Gadis kecil ini menjadi sosok yang akan ditakuti kelak. Ia cukup yakin dengan dirinya sendiri.
Memikirkan hal ini dia menatap Gadis kecil itu lagi dengan senyum lebar. "Tentu." Itulah jawabannya yang membuat Gadis kecil itu sedikit bersemangat. "Baiklah pembelajaran pertama, Yaitu 'Mana' atau energi alami." Xiang Yu berubah menjadi khidmat saat ini. "Dalam 'Mana' atau yang kusebut energi alami sebenarnya adalah energi yang sangat halus dan indah. Setiap aliran 'Mana' biasanya seperti berupa benang tipis berwarna biru cerah yang membentang panjang, 'Mana' sendiri dibagi menjadi dua pertama dalam tubuh seseorang yang memungkinkan semua orang memilikinya, yang kedua dari 'Mana' alam yang sangat kasar......"
Walau desa itu ramai Gadis itu mendengarkan dengan serius. Dia berusaha memahami perkataan Xiang Yu yang terus menjelaskan tentang penciptaan sihir.
"Selanjutnya, untuk penggunaan 'Mana' untuk menciptakan sihir. Biasanya para penyihir akan membuat sebuah susunan formasi disetiap ejaan sihirnya. Tapi, aku sendiri menciptakan metode yang cukup fleksibel dan dapat menambahkan daya kerusakan dalam sihir tersebut. Metode ini disebut Modifikasi Magic, kau dapat membentuk sihir dari apa yang kau lihat dan kau harus mengingat hal kecil tentang benda atau bentuk sihir yang kau inginkan lalu mengaturnya dengan 'Mana'."
Ini adalah hasil penelitiannya selam hampir sepuluh tahun di kehidupan sebelumnya. Dia berpikir dengan menggunakan formasi sihir hanya bisa menciptakan sihir dengan kasar dan tidak dapat menampilkan kekuatan sesungguhnya.
__ADS_1
Kita ambil contoh, seorang penyihir yang mengcasting Fire Ball dengan formasi yang kecil, maka dia hanya bisa mengeluarkan Fire Ball kecil dari formasi sihir. Berbeda dengan teknik Modifikasi Magic, Xiang Yu bisa menciptakan Fire Ball yang besar hanya dengan mengatur 'Mana'nya.
Adapun yang lainnya, Xiang Yu berpikir formasi dan ejaan yang rumit sangat tidak efisien. Karena itu dalam hal apapun Modifikasi Magic unggul dalam segala aspek.
"Apa seperti ini?" Gadis itu menciptakan sebuah kristal es yang mengambang di telapak tangannya. "Aku bisa merasakan aliran hangat ditubuhku. Apa ini yang disebut 'Mana'?"
Gadis itu mendongak melihat Xiang Yu.
Sementara Xiang Yu sedikit terkejut melihat Elysia yang cepat belajar. Bukan hanya itu, elemen es yang ditelapak tangannya sungguh murni dan lagi kontrol tentang sihir cukup memuaskan.
Absolut Zero.
Ini adalah keadaan yang tidak normal dimana seseorang bisa menciptakan es dengan sesuka hati mereka. Tentu tidak banyak dari mereka yang memahami Absolut Zero itu sendiri.
Tentunya, seorang yang memiliki keadaan seperti Absolut Zero seperti menemukan jarum dalam jerami.
"Itu saja dulu untuk pembelajaran sekarang." Xiang Yu puas dengan hasilnya, ia sudah mendapatkan Jekpot!
"Apa kau ada pertanyaan?" kata Xiang Yu
"Tidak untuk saat ini, terima kasih."
Mereka sudah dekat dengan tujuan mereka, ditempat alun-alun yang lainnya sudah berkumpul.
"Yo~ sepertinya panenmu cukup bagus Bro Luo," Xiang Yu melirik Luo Xiu yang memiliki cap tangan dikanan dan kiri
"Ya seperti itu!" Luo Xiu tersenyum bangga. "Mm... Aku mencium-cium bau Pedofil cabul disini." Dia melihat Elysia yang mengumpat di belakang Xiang Yu.
__ADS_1
"Eh? Tunggu Aku—"
"Sudahlah, bukti ini cukup kuat." Whitey menyela, dia memiliki satu bekas tamparan diwajahnya. "Aku tidak mengira... ish ish ish,"
"Tidak! Aku masih pemuja Milf ya ***!" Xiang Yu harus mencari alasan yang cocok untuk membungkam ke dua cabul ini.
"Mm... Aku tidak melihat begitu, Gadis kecil kemari ke Kakak." Alice menyeringai mendukung Whitey dan Luo Xiu. "Hati-hati dia itu otak mesum, aku takut kau kenapa-napa."
"Aku tidak mengira ternyata kau sehina ini...." ejek Rin, dia menghela nafas lalu menggelengkan kepalanya. "Memang teman satu kita ini sangat menyedihkan."
Xiang Yu menghela nafas, melihatnya direndahkan karena membawa Elysia. "Ayolah, cukup seperti itu."
"Dia Elysia Ethiru. Aku berniat untuk membawanya bersama kita."
Gadis kecil itu menundukan kepalanya, dia tidak biasa stuasi seperti ini jadi hanya bisa diam untuk saat ini. Toh dia juga tidak kenal dengan empat idiot berlaga pintar dihadapannya.
Walau Alice, Luo Xiu, dan lainnya tidak masalah dengan kehadiran Elysia. Mereka sibuk menggoda Xiang Yu yang membawanya.
"Sa-salam kenal. Aku Elysia Ethiru." Gadis itu tampak gugup
"Mm.. nama yang bagus." kata Alice seraya menarik lengan kecil Elysia. "Aku tidak tahu pikiran gilamu, tapi apa kau yakin membawanya bersama kami?" ia bertanya kepada Xiang Yu dengan tidak percaya
Xiang Yu mengangguk dengan percaya diri. "Aku yang akan menfaselitasi hidupnya, tenang saja."
"Tidak, bukan seperti itu. Aku takut dia tidak tahan dalam perjalanan kita." rasanya Alice siap untuk memarahi Xiang Yu dengan pemikiran gila itu.
"Dia lebih dari cukup. Aku akan mengajarinya cara bertarung nanti."
__ADS_1
"Baiklah aku menyetujuinya, kalau kau sendiri yang memperhatikan keamanannya."
Mereka melanjutkan perjalanan kembali untuk mencapai ke Black Stone City setidaknya sampai empat jam perjalanan, setidaknya itu yang diberitahu Sang kusir yang membawa mereka.